Pages

4 February 2011

Hitam, Putih, dan Abu-abunya Internet

Melalui Internet saya dapat mengumpulkan tulang-tulang yang berserakan melalui jalur jejaring sosial. Kawan yang terpisah sekian lama, di antaranya yang juga saya kasihi, bertemu kembali di dalam sebuah wahana yang hampir mustahil jika dicerna dengan akal sehat. Internet adalah sumber malapetaka, bagi yang merasa dirugikan oleh tindakan-tindakan yang tidak bertanggung jawab. Jatuh dan bangun dan jatuh lagi dan bangun lagi pernah saya alami selama menyelami samudera Internet. Gaya hidup baru ini berpengaruh sangat signifikan bagi masyarakat dalam banyak aspek: politik, sosial budaya, pendidikan, kemasyarakatan, hingga pertahanan dan keamanan suatu negara.


Wild, wild West

Setiap orang yang mengenal Internet pastinya tidak asing dengan www (world wide web). Tiga huruf w ini mengantarkan kita menuju gerbang dunia maya yang ragam dan dinamikanya tak kalah semarak dibandingkan dunia nyata. Bahkan, di dalamnya terdapat ruang-ruang tertentu yang dapat membebaskan kita dari kekangan norma, aturan, dan peraturan yang membelenggu kebebasan kita, misalnya, mengemukakan pendapat yang tergolong ekstrim di mata masyarakat maupun pemerintah. Saya memberanikan diri untuk menyebut Internet sebagai Wild, wild West, sebuah sebutan terhadap wilayah Barat pada masa lampau. Ya, www = Wild, wild West. Internet begitu liar dan kejam bagi siapa saja. Anda dapat berbuat sesukanya namun berhati-hatilah karena sejatinya Anda tidak memiliki siapa-siapa. Hanya diri Anda sendirilah yang dapat menolong segala sesuatu yang Anda putuskan, lakukan, dan kemukakan. Internet sekedar mewadahi keinginan, hasrat, dan kepentingan. Keputusan berada di tangan kita, setiap pengguna Internet. Apakah kita akan menjadi pengekor atau menjadi pelopor? Kenyataan di lapangan, lebih banyak jumlah pengekor dibandingkan pelopor. Hal ini adalah wajar karena menjadi pengikut tugasnya lebih mudah dibandingkan menjadi pemimpin. Akan berada pada pihak mana diri kita nantinya bergantung pada kemampuan kita di dalam mempersiapkan diri.

Internet ibarat hutan belantara yang penuh dengan semak belukar dan binatang buas. Adalah diri seseorang yang dibekali oleh akal pikiran yang mampu menaklukkannya. Berbagai kasus kerugian, bahkan hingga jatuh korban jiwa, akibat keterlibatan seseorang di dalam dunia maya, merupakan wujud betapa kerasnya kehidupan maya.  

Internet is a guardian angel, yet a Godzilla.

Banyak pilihan dan pilihan-pilihan tersebut diberikan secara sebebas-bebasnya: menjadi guardian angel, menjadi godzilla, atau menjadi pihak yang tak tertolong kemudian menjadi mangsa godzilla. Sekali lagi, pilihan berada di tangan setiap dari kita.

BHINNEKA BLOG COMPETITION

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.