Pages

10 February 2011

Birokrat Terjerat Narkoba, Negara Terancam?

Adalah sebuah kasus yang pekan lalu menghiasi halaman pertama surat kabar lokal-nasional yang terbit di Kota Semarang. Ialah kasus penggunaan/kepemilikan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) oleh anggota legislatif.

Sungguh kenistaan yang teramat sangat tatkala seorang wakil rakyat yang katanya mengemban amanat rakyat sampai menggunakan/memiliki narkoba. Setahu saya, rakyat tidak bilang, "Pak, jangan lupa narkobanya ya?" Nah, berarti ini telah keterlaluan.

Narkoba menjadi ancaman tersendiri bagi masa depan konstituen sebuah bangsa, terlebih jika digunakan oleh jajaran birokrat, pemerintahan, atau apalah itu namanya. Bahaya narkoba mungkin melebihi aib yang menimpa pelaku tindak asusila, seperti video porno dan pelecehan seksual. Seberapa besarkah pengaruh negatif narkoba bagi keselamatan bangsa? Saya kemudian berandai-andai. Tentu saja dengan humbug opinion yang sangat terbatas milik saya sendiri. Aib narkoba seperti dibesar-besarkan, apalagi jika yang tersangkut kasus ini adalah birokrat, seperti wakil rakyat. Mengapa ya?

Ehm, menurut saya, narkoba adalah sebuah bisnis multinasional. Dari sinilah bahaya berasal. Beberapa kawan yang lebih mengetahui -- tapi jelasnya mereka bukan pengguna narkoba -- menceritakan, menjelaskan bahwa kecanduan narkoba akan menimbulkan rasa ketagihan dan kebergantungan. Istilah populernya, pengguna narkoba akan merasakan sakau (sakit karena putau) jika kehabisan persediaan narkoba. Badan terasa ngilu dan sakitnya minta ampyun. Apapun akan pelaku tempuh demi mendapatkan sebutir pil surga itu.

Apapun akan dilakukan? Wah, jika demikian, termasuk bertukar informasi dong? Alih informasi dalam keadaan yang sangat bergantung kepada orang lain sangat berbahaya jika pelakunya adalah orang yang terkait langsung dengan pemerintahan, berikut rahasia negara yang kemungkinan menyertainya. Karena narkoba adalah bisnis multinasional, maka ancaman laten akan muncul dari pertukaran informasi rahasia tersebut. Maka dari itu, narkoba bagi pejabat dan birokrat adalah ancaman bagi keselamatan bangsa dan negara.

Demikian ngalor-ngidul saya. Sekali lagi, humbug opinion yang serba telanjang, bugil, dan seadanya. Saya tidak sedang menggulirkan sebuah skenario karena saya bukan James Cameron atau Roland Emerich hehe. Yah, demikianlah plekentuzan saya menyikapi kasus narkoba yang menjerat birokrasi Indonesia. Tebusan biayanya akan sangat mahal jika tidak dikenai sanksi yang sangat tegas. Taruhannya adalah masa depan bangsa.

Dodo lagi ngawur, jangan percaya 100% lho...hahaha.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.