Pages

31 January 2011

Percayakan Kepada Alam

Berbagai cara manusia peduli lingkungan tempuh guna menyelamatkan bumi tempat tinggal dari bahaya pencemaran. Penghijauan, hari tanpa asap rokok, hari tanpa kendaraan bermotor, daur ulang barang bekas, adalah beberapa dari sekian banyak usaha untuk menunjukkan kecintaan kepada lingkungan tempat tinggal manusia berulah seenaknya, segratis-gratisnya, hingga sampai pada suatu ketika yang cuma-cuma itu berubah menjadi sangat mahal untuk dibeli.

Sejauh mana manusia berusaha mengembalikan keadaan alam lingkungan sekitar seperti sedia kala dan sehebat apa manusia berjuang meremakan bumi yang berangsur renta ini, semuanya seperti sia-sia. Percuma, karena aksi pengrusakan terus berlangsung. Saat kita sibuk menanam seribu pohon, mereka tidak berhenti menanam seribu tiang beton; saat kita mendaur ulang sejuta bahan plastik, mereka tidak berhenti menghasilkan seribu bahan plastik; saat kita menampung seribu liter air limbah untuk dimurnikan, mereka terus membuang seribu liter limbah yang baru; dan saat kita berkeringat di jalanan tersangga oleh dua kaki, mereka tetap dengan bangga mengumumkan target penjualan kendaraan bermotornya.

Tahap yang lingkungan kita jalani sekarang bukan sekedar tahap pencegahan atau pemeliharaan, melainkan tahap pengobatan dari penyakit. Kerusakan yang diderita oleh lingkungan telah sedemikian parahnya. Seharusnya kita tiada lagi perlu memiliki toleransi terhadap siapapun yang ikut memberikan andil bagi pencemaran lingkungan sekitar.

Para pelaku pelestarian lingkungan hendaknya tidak selamanya harus mengalah dari desakan perubahan yang mengatasnamakan modernisasi, namun mengorbankan keseimbangan alam dan keragaman hayati. Memang benar bahwa daur ulang sampah dapat membuka lapangan kerja baru dan merangsang kreativitas, akan tetapi sepertinya itu bukan solusi yang tepat. Perlu kita waspadai bahwa kreativitas pendaur ulang dapat saja disalahgunakan oleh para penghasil sampah; dengan dalih ikut membantu kreativitas, mereka terus menghasilkan barang-barang yang kelak menjadi sampah itu. Boleh saja kita terus giat mengadakan penghijauan, menanam pohon. Namun akan memerlukan berapa lama hingga pohon-pohon tersebut dapat berfungsi sebagai penguat tanah, pelindung panas, penahan banjir, dan penyimpan air? Sementara pencakar langit dan fasilitas modern yang sarat akan bahan yang sulit diuraikan terus ditanam di atas bumi? Sampai kapankah kita terus berteriak “Hari tanpa kendaraan bermotor!” jika para produsen kendaraan bermotor tersebut terus memasang target kenaikan penjualan dari waktu ke waktu? Mata rantai inilah yang harus kita putus. Alam tidak boleh selamanya mengalah, melainkan perlu kita beri kesempatan untuk menikmati kemenangan. Kemenangan yang semestinya dengan cara yang cantik. Kemenangan yang bukan terpaksa berupa banjir, tanah longsor, atau pemanasan suhu bumi.

Usaha apapun untuk mengijaukan kembali bumi kita tanpa penghentian aksi-aksi pengrusakannya akan seperti sia-sia. Bukan penghijauan kembali yang alam butuhkan, melainkan kehijauan (artinya, jangan korbankan jalur hijau untuk pengalihfungsian lahan). Bukan daur ulang yang alam butuhkan tetapi kebebasan dari materi-materi yang sejatinya ia sulit daur ulang secara alami.

Ide ini mungkin sangat kabur, tak berbentuk, abstrak, absurd. Mungkin saja tidak memuat solusi yang nyata. Tulisan ini sekedar menyumbang usul tentang bagaimana jika kita hentikan cara-cara yang tidak ramah lingkungan. Kita harus mulai memikirkan cara untuk membatasi aksi pembukaan lahan dan pengalihfungsian lahan yang berlebihan, menumbuhkan kembali kepercayaan kita kepada alam dan bumi; bahwa alam dan bumi sanggup memenuhi kebutuhan kita dengan caranya sendiri. Tak perlu kita merepotkan diri dengan penanaman sejuta pohon, kampanye anti merokok dan anti kendaraan bermotor, aksi daur ulang, dan lain sebagainya. Kita dapat menghemat energi kita dengan sekedar menghentikan tindakan pencemaran-pencemaran tersebut. Terakhir, tak perlu kita merasa khawatir dan rendah diri karena tertinggal oleh modernisasi jaman (oleh sebab kita tidak memanfaatkan kemudahan-kemudahan yang tersedia saat ini namun yang akibatnya merugikan masa depan lingkungan kita).

Unduh (download) naskah ini 

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.