Pages

24 January 2011

Jelang Semifinal Piala Asia 2011

Di luar kesannya yang kurang gereget, seperti yang dapat kita saksikan dalam siaran langsung melalui televisi di mana sering stadion nampak kosong dari antusiasme penonton, Piala Asia 2011 memberikan cerita yang unik bagi warga Timur Tengah. Mereka harus merelakan diri untuk sekedar menjadi penonton sebelum turnamen berakhir. Adalah Korea Selatan, Jepang, Uzbekistan, dan Australia yang melenggang ke semifinal. Korea Selatan dan Jepang berhasil menjaga konsistensi mereka sebagai tim terbaik di benua Asia; seperti empat tahun lalu, mereka lolos dari hadangan lawan pada babak kedua. Uzbekistan seolah ingin bernostalgia sukses Asian Games 1990, yang mana pada waktu itu mereka sebagai pendatang baru langsung menyabet medali emas. Sedangkan the new kids on the block, Australia, setidaknya memperbaiki prestasi. Hijrahnya mereka dari OFC ke AFC sekarang berbuah manis.

"Eropa" vs. Asia Timur
Sudah dipastikan bahwa dalam partai final nanti, kita akan disuguhkan oleh pertarungan antara tim Asia Timur dan tim "Eropa". Ya, meskipun bernaung di bawah konfederasi AFC, Australia dan Uzbekistan lebih "meng-Eropa" karena memang pemain-pemain mereka adalah orang dengan ras Eropa. Korea Selatan bernostalgia dengan Jepang. Pada Piala Asia 2007, dua tim ini juga bertemu ketika hanya tersisa empat tim, namun perjumpaan mereka waktu itu ialah dalam perebutan tempat ketiga (di Stadion Jakabaring Palembang). Kini kiranya laga dua raksasa Asia Timur ini lebih bergensi karena menentukan tiket ke final. Sementara itu "duo Eropa" mengisi separuh semifinal lainnya. Australia begitu antusias untuk menjadi yang terbaik di kawasan barunya. Hal ini disebabkan karena mereka "telanjur" tenar oleh gemerlap para bintangnya yang bermain di liga-liga elite Eropa. Sedangkan Uzbekistan ingin memperbaiki reputasi dari tahun lalu, yakni semifinalis, menjadi finalis. Empat tahun lalu di Jakarta Uzbekistan takluk oleh Arab Saudi.

Timur Tengah Merana
Tanda-tanda keruntuhan tim-tim Timur Tengah sepertinya telah muncul ketika wakil terbaik mereka, Arab Saudi, menelan kekalahan memalukan dari Jepang. Kekalahan lima gol tanpa balas ini mungkin menjadi salah satu catatan terburuk sejarah mereka dalam turnamen regional empat tahunan ini. Tuan rumah Qatar, yang sedang berharu-biru lantaran terpilih menjadi tuan rumah FIFA World Cup 2022, hanya bertahan hingga perempat final. Sementara itu Iran dan Irak tidak mampu melanjutkan perjuangan mereka setelah disingkirkan oleh Korsel dan Australia dalam pertandingan yang dramatis.

Sebuah catatan penting dari kejuaraan sepakbola antarnegara Asia, the AFC Nation's Cup 2011 yang berlangsung di Qatar.  Piala Asia tahun ini ternyata tidak begitu ramah bagi "tuan rumah". Terbukti, tidak satupun negara dari Timur Tengah yang lolos ke empat besar alias semifinal. Tidak seperti edisi yang lalu, 2007 yang diselenggarakan di Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia, yang mempertemukan Irak dan Arab Saudi pada partai puncak di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, tahun ini tim-tim padang pasir hanya bertahan sejauh perempat final. Bahkan, nasib menyesakkan dialami oleh salah satu wakil reguler Asia pada Piala Dunia, Arab Saudi. Sons of the Desert dihajar 0-5 oleh the Blue Samurai Jepang, sebuah kekalahan yang memalukan dan mungkin yang terburuk semenjak kekalahan 0-8 dari Jerman (2002).

Asia Tenggara dan Asia Selatan

AFC Nation's Cup 2011 tidak diwakili oleh satupun negara Asia Tenggara. Sebuah kemunduran prestasi karena dalam tiga turnamen sebelumnya (selain tahun 2007 manakala Asteng menjadi tuan rumah) selalu mewakilkan tim pada putaran final. Tim-tim Asia Tenggara kalah bersaing dalam babak kualifikasi. Sedangkan Asia Selatan mencatat reputasi yang lebih baik karena adanya kebijakan AFC yang memberikan jatah kepada tim-tim dari seleksi AFC Challenge, yang salah satunya diikuti oleh India. 

Kesimpulannya, akan terjadi dua hal yang menarik kita tunggu, yakni antara bertahannya hegemoni Asia Timur dan lahirnya juara baru. Hal ini patut kita tunggu.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.