Pages

31 December 2011

Pesan Moral Ramalan Suku Maya tentang Kiamat 2012

This picture is taken from www.mayatainoprophecy.webs.com
Masih ingatkah pada ramalan kiamat 2012? Bagaimana serunya penggemar bioskop menyambut film "2012" karya Roland Emerich itu? Adakah ramalan itu benar atau sekedar isapan jempol, agitasi guna mendongkrak rating film 2012?

Hari Minggu, 1 Januari, kita akan memasuki tahun baru Masehi ke-2012. Artinya, semakin dekat kita dengan hari kiamat haha! Maksudnya, bukan berarti 2012 pasti kiamat, melainkan secara logika kita semakin dekat dengan hari akhir karena waktu berjalan maju, bukan?

Ehm, coba pelajari lebih mendalam. Maya adalah bangsa dari peradaban masa lalu sebelum bangsa Eropa menduduki benua yang kemudian diberi nama America. Maya adalah ilustrasi dari sebuah tradisi nenek moyang suatu bangsa, yang pasti dimiliki oleh setiap masyarakat di dunia ini. Secara logika, sedangkan pada ramalan suku Maya saja orang dari luar suku tersebut, termasuk orang Indonesia, menjadi kalang-kabut, mengapa kita tidak percaya lagi pada tradisi dan budaya bangsa sendiri? Ironis bukan?

Singkatnya, hendaknya ramalan kiamat tersebut tidak kita artikan dalam lingkup kiamat-nya, melainkan kita tekankan pada kepercayaan terhadap peradaban suatu bangsa. Ini adalah pukulan telak bagi kita. Untuk apa jauh-jauh melancong ke seberang lautan, ke negeri orang untuk mencari kebenaran tanpa terlebih dahulu mencobanya di sekeliling budaya kita sendiri? Bangsa Nusantara ini juga penuh sesak akan tradisi nenek moyang. Akan tetapi keberadaannya semakin terkikis oleh budaya kontemporer sehingga, misalnya, seorang generasi yang terlahir dari suku Jawa merasa asing untuk mengenakan atribut yang berbau Jawa. Bahkan orang lain yang memandangnya dan memperhatikannya menilainya sebagai orang aneh. Sungguh sebuah kerugian besar yang lambat atau cepat akan menjadikan tradisi tersebut punah. Akankah kita biarkan hal demikian terjadi?

Selamat tahun baru 2012!

Best Cars of 2011 by Awarder

Jeep Grand Cherokee
(Listed by Popular Mechanics)
This picture is taken from www.popularmechanics.com

Honda Odyssey
(Listed by Time)
This picture is taken from www.time.com

Toyota Prius
(Listed by Forbes)
This picture is taken from www.forbes.com
Bugatti Veyron Super Sport
(Listed by The Supercars)
This picture is taken from www.thesupercars.org
Chevrolet Family Suburban
(Listed by Kelley Blue Book)
This picture is taken from www.kbb.com


26 December 2011

Operation Barbarossa


By the beginning of June, 129 German divisions had been moved to the East, and the last-minute deployment of the armored and motorized divisions began. When the alert signal "Dortmund" was flashed to the front commands on June 21, the German forces stood. From north to south along the main front, the German forces were divided into three army groups: Army Group North, under Field Marshal Ritter von Leeb, was to advance with two armies and one panzer group through the Baltic states and seize Leningrad; Army Group Center, under the command of Field Marshal von Bock, was ordered to attack with its two armies and two panzer groups through White Russia toward Moscow; Army Group South, commanded by Field Marshal von Rundstedt, was to send its three armies and one panzer group through Galicia to capture Kiev and secure a bridgehead across the Dnieper River.

Temporary lost in this massive array of military might were the formations of the Waffen SS: Leibstandarte SS "Adolf Hitler" and SS Division "Wiking" with Army Group South; SS Division "Reich" with Army Group Center; SS Totenkopf-division and SS Polizeidivision (in reserve) with Army Group North; and far north of the main front, in Finland, SS Kampf-gruppe "Nord" and SS Infantry Regiment 9 with Colonel General von Falkenhorst's Norwegian Army Command.

The strength of the Waffen SS at the beginning of the Russian campaign was as follows: (numbers in parentheses denote personnel)

SS Division LSSAH (10,796), SS Division "Wiking" (19,377), SS Totenkopf Division (18,754), SS Division "Nord" (10,573), SS Division "Reich" (19,021), SS Polizei Division (17,347), Kommandostab RFSS (18,438), Administrative Department (4,007), Reserve Units (29,809), Inspectorate of Concentration Camps (7,200), SS Guard Battalions (7,200), SS Garrison Posts (992), SS Officer and NCO Schools (1,028), and SS Volunteer Battalion "Nordost" (904).


Cited from George H. Stein's "The Waffen SS, Hitler's Elite Guard at War 1939-1945" published by Cornell University Press (1966).

other reference:
Jacobsen and Dollinger's "Der Zweite Weltkrieg"
Philippi and Heim's "Der Feldzug Gegen Sowjetrussland 1941 bis 1945"

24 December 2011

Hakikat Nilai Sila-sila Pancasila

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia ditegaskan bahwa Indonesia bukanlah negara agama maupun negara sekuler, melainkan negara beragama. Bukan negara agama karena tidak menerapkan hukum agama tertentu sebagai hukum positif, dan bukan negara sekuler karena tidak ada pemisahan antara urusan agama dan urusan agama. NKRI sebagai negara beragama mengandung maksud bahwa NKRI memerlukan hukum positif yang disepakati oleh seluruh bangsa, termasuk seluruh penyelenggara negara.

2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

Kemanusiaan berasal dari kata manusia, yang merupakan makhluk berbudi yang memiliki potensi pikir, karsa, dan cipta karena berpotensi menduduki (memiliki) martabat yang tinggi. Adil mengandung arti bahwa suatu keputusan dan tindakan didasarkan atas norma-norma yang objektif, tidak subjektif atau sewenang-wenang. Beradab berasal dari kata adab, yang berarti  budaya yang telah berabad-abad terdapat di dalam kehidupan manusia. Beradab sama artinya berkebudayaan, bertatakesopanan, berkesusilaan, bermoral. Kesadaran sikap dan perbuatan manusia dalam hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan umumnya, baik terhadap diri pribadi, sesama manusia, terhadap alam, maupun Sang Pencipta.

3. Persatuan Indonesia

Mengandung arti utuh tidak terpecah-belah, mengandung bersatunya semacam corak yang beraneka ragam yang bersifat kedaerahan menjadi satu kebulatan secara nasional, juga persatuan segenap unsur Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam mewujudkan secara nyata bhinneka tunggal ika yang meliputi wilayah, sumber daya alam, dan sumber daya manusia dalam kesatuan yang utuh. Persatuan bangsa bersifat nasional mendiami seluruh wilayah Indonesia, bersatu menuju kehidupan bangsa yang berbudaya bebas dalam wadah negara Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat, menuju terbentuknya suatu masyarakat madani.

4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Kerakyatan berarti sekelompok manusia yang berdiam dalam satu wilayah tertentu. Kerakyatan berarti kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat, disebut pula kedaulatan rakyat (rakyat yang berdaulat dan berkuasa) atau demokrasi (rakyat yang memerintah). Hikmat kebijaksanaan berarti penggunaan pikiran yang sehat dengan selalu mempertimbangkan persatuan, kesatuan bangsa, kepentingan rakyat, dilaksanakan secara sadar, jujur dan bertanggung jawab, serta didorong oleh itikad baik sesuai dengan hati nurani. Permusyawaratan artinya suatu tata cara khas kepribadian Indonesia untuk merumuskan atau memutuskan sesuatu hal berdasarkan kehendak rakyat sehingga tercapai keputusan yang berdasarkan pendapat (mufakat). Perwakilan artinya suatu sistem dalam arti tata cara mengusahakan turut sertanya rakyat mengambil bagian dalam  kehidupan bernegara, antara lain, dilakukan dengan melalui badan-badan perwakilan.

5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Keadilan sosial berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat dalam segenap bidang kehidupan, baik material maupun spiritual. Seluruh rakyat Indonesia artinya setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia, baik yang berdiam di wilayah RI sebagai warga NKRI maupun WNI yang berada di luar negeri.

Referensi:
Pandji Soetijo. Pendidikan Pancasila, Perspektif Sejarah Perjuangan Bangsa. Edisi Kedua. Grasindo: Jakarta.

11 December 2011

CAF African Nations Cup 2012


Hosts: Equatorial Guinea & Gabon
Time: 21 January - 12 February 2012

Venues: Bata, Malabo, Franceville, Libreville

Group A

Equatorial Guinea
Libya
Senegal
Zambia

21/01 Guinea Eq. v Libya (Bata)
21/01 Senegal v Zambia (Bata)
25/01 Libya v Zambia (Bata)
25/01 Guinea Eq. v Senegal (Bata)
29/01 Guinea Eq. v Zambia (Malabo)
29/01 Libya v Senegal (Bata)

Group B

Cote d'Ivoire
Sudan
Burkina Faso
Angola

22/01 Cote d'Ivoire v Sudan (Malabo)
22/01 Burkina Faso v Angola (Malabo)
26/01 Sudan v Angola (Malabo)
26/01 Burkina Faso v Cote d'Ivoire (Malabo)
30/01 Sudan v Burkina Faso (Bata)
30/01 Cote d'Ivoire v Angola (Malabo)

Grup C

Gabon
Niger
Morocco
Tunisia

23/01 Gabon v Niger (Libreville)
23/01 Morocco v Tunisia (Libreville)
27/01 Niger v Tunisia (Libreville)
27/01 Gabon v Morocco (Libreville)
31/01 Gabon v Tunisia (Franceville)
31/01 Niger v Morocco (Libreville)

Group D

Ghana
Botswana
Mali
Guinea

24/01 Ghana v Botswana (Franceville)
24/01 Mali v Guinea (Franceville)
28/01 Ghana v Mali (Franceville)
28/01 Botswana v Guinea (Franceville)
01/02 Botswana v Mali (Libreville)
01/02 Ghana v Guinea (Franceville)

Quarterfinals

04/02 1st A v 2nd B [1] (Bata)
04/02 1st B v 2nd A [2] (Malabo)
04/02 1st C v 2nd D [3] (Libreville)
04/02 1st D v 2nd D [4] (Franceville)

Semifinals

08/02 Win [1] v Win [4] (Bata)
08/02 Win [2] v Win [3] (Libreville)

3rd Place playoff

11/02 Losers in semifinals (Malabo)

FINAL

12/02 Winnersin semifinals (Libreville)

6 November 2011

Grazie Loris Capirossi

Setelah sekian lama malang melintang di dunia balap motor, rider Italia, Loris Capirossi, akhirnya mengundurkan diri dari balapan motor Grand Prix. Racer kelahiran Bologna, 4 April 1973 ini ternyata merasa "Enough" dalam usianya yang telah menyentuh angka 38 tahun. Yaa, sebuah perjalanan panjang bagi salah satu legenda MotoGP ini. Ia telah mulai berkiprah sejak musim balapan 1990.
Selama berkarir, Capirex, demikian julukannya, pernah menjadi juara dunia 3 (tiga) kali, yakni dua kali dalam kelas 125cc (1990, 1991) dan satu kali dalam kelas 250cc (1998). Dalam kurun waktu dua dekade perjalannya, Capirossi memiliki rekor kemenangan total 30 kali (9 MotoGP, 12 Kelas 250cc, dan 8 kelas 125), dengan menduduki podium total sebanyak 42 kali (MotoGP), 37 kali (250cc) dan 20 kali (125cc). sementara rekor Pole Position terbanyak ia raih semasa membalap pada kelas 250cc yakni sebanyak 23 kali.
Capirossi memperkuat lima tim: Honda, Aprilia, Ducati, Yamaha, dan Suzuki. Gelar juara dunia 125cc ia raih bersama Honda, sedangkan gelar 250cc direbut saat ia mengendarai Aprilia. Dalam race pamungkasnya di Valencia, 6 Nopember 2011, Loris Capirossi mengenakan nomor tidak seperti biasanya, 65, tetapi nomor 58. Hal ini mungkin ia sengaja untuk menghormati Marco Simoncelli, kompatriot Capirex yang meninggal dua pekan sebelumnya dalam MotoGP Sepang Malaysia.




Grazie Capirex...You are the legend!





Sumber foto:
arbetas.com
salastial.com
motourage.net
comparestoreprices.co.uk
ducatispot.com
bolanet.com


French Berenice to be the Next Bond's Skyfall Girl

AskMen.com

The legendary James Bond 007 sequels movie has finally pointed its goldfinger on Berenice Marlohe to become the next Bond girl. The newest sequel entitled "Skyfall", planned to be on theater next year ensures the 31 year old French actress and model to step on to the stage. Marlohe will be cast Severine in the 23rd Bond movie. Having acting experiences in several television movies, she then stepped into the silver screen industries with, among others, "La discordance", "Le pigeon", and "L'art de seduire".

notasdecine.es


Berenice Marlohe was born on 19 May 1979. Her major acting career includes playing roles in television movies such as "Pere et Marie", "Femmes de loi", and "Equipe medicale d'urgence". The 1.77-m tall model will star alongside Naomi Harris, adding up the line-ups of special characters, which have been a central of curiosity of the 007's fans around the world. Every time the movie is being processed, the question is likely to be "Who's the next Bond's girl?".

mirror.co.uk


Having achieved this role, Miss Marlohe is now even with big names like Maude Adams, Joan Severance, Ursula Andress, Halle Berry, and of course, her compatriot Sophie Marceau. In addition, she is probably one of the tallest Bond girls, like we have seen Famke Jansen who was cast Xenia Onatopp in "Golden Eye".

28 October 2011

Menanti Emas ke-100 Bulutangkis dalam SEA Games

Pernah ditulis dalam Kompasiana.com


Tanpa mengurangi rasa hormat kepada cabang olahraga lain yang telah memberikan kontribusi bagi Kontingen Indonesia dalam SEA Games, perkenankanlah saya dalam kesempatan ini untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada tim bulutangkis atas sumbangan medali emasnya selama membela Kontingen Republik Indonesia sejak keikutsertaan negara kita dalam SEA Games. Menjelang edisi 2011 yang akan berlangsung di kandang sendiri, kita gantungkan harapan setinggi-tingginya untuk mencapai torehan 100 medali emas dari cabang bulutangkis. Sejak ikut serta pada edisi 1977, berdasarkan informasi yang terkumpul, bulutangkis telah menyumbang 98 keping medali emas dan tidak pernah absen meraih medali emas hingga edisi terakhir tahun 2009 lalu.
Berikut ini adalah daftar peraih medali emas bagi kontingen Republik Indonesia untuk nomor perorangan cabang olahraga bulutangkis selama mengikuti SEA Games (1977-2009). Sebagai catatan, hingga tulisan ini dimuat, sumber informasi TIDAK menyebutkan siapa peraih medali emas untuk nomor Ganda Campuran (*) pada SEA Games 1977 dan 1987, namun demikian informasi akan sesegera mungkin dilengkapi. Kemungkinan pemain yang terjun pada nomor tersebut ialah Christian Hadinata, Imelda Wiguno, Eddy Hartono, dan Verawaty Fajrin, menilik dari tren prestasi dan peran mereka. Nomor yang tertera sebelum nama sekedar untuk mengurutkan.
SEA Games 1977 di Malaysia
1.  Tunggal putra: Liem Swie King
2.  Ganda putra: Tjun Tjun/Johan Wahjudi
3.  Ganda putri: Theresia Widiastuti/Regina Masli
4.  Ganda campuran: data belum diperoleh (*)
5.  Regu putra
6.  Regu putri
Catatan:
- juara tunggal putri direbut oleh Sylvia Ng (Malaysia)
SEA Games 1979 di Indonesia
7.  Tunggal putra: Hastomo Arbi
8.  Tunggal putri: Ivana Lie
9.  Ganda putri: Verawaty Fajrin/Imelda Wiguna
10.Ganda campuran: Christian Hadinata/Imelda Wiguno
11.Regu putra
12.Regu putri
Catatan:
- juara ganda putra direbut oleh Bandid Jaiyen/Preecha Soparajee (Thailand)
SEA Games 1981 di Filipina
13. Tunggal putra: Liem Swie King
14. Tunggal putri: Verawaty Fajrin
15. Ganda putra: Kartono/Rudy Heryanto
16. Ganda putri: Verawaty Fajrin/Ruth Damayanti
17. Ganda campuran: Rudy Heryanto/Imelda Wiguno
18. Regu putra
19. Regu putri
SEA Games 1983 di Singapura
20. Tunggal putri: Ivana Lie
21. Ganda putra: Christian Hadinata/Bobby Ertanto
22. Ganda putri: Maria Francisca/Ruth Damayanti
23. Ganda campuran: Christian Hadinata/Ivana Lie
24. Regu putra
25. Regu putri
Catatan:
- juara tunggal putra direbut oleh Wong Shoon Keat (Singapura)
SEA Games 1985 di Thailand
26. Tunggal putra: Icuk Sugiarto
27. Tunggal putri: Elizabeth Latief
28. Ganda putri: Rosiana Tendean/Imelda Wiguno
29. Ganda campuran: Christian Hadinata/Imelda Wiguno
30. Regu putra
31. Regu putri
Catatan:
- juara ganda putra direbut oleh Razif Sidek/Jalani Sidek (Malaysia)
SEA Games 1987 di Indonesia
32. Tunggal putra: Icuk Sugiarto
33. Tunggal putri: Elizabeth Latief
34. Ganda putra: Liem Swie King/Eddy Hartono
35. Ganda putri: Verawaty Fajrin/Rosiana Tendean
36. Ganda campuran: data belum diperoleh (*)
37. Regu putra
38. Regu putri
SEA Games 1989 di Malaysia
39. Tunggal putra: Icuk Sugiarto
40. Tunggal putri: Susi Susanti
41. Ganda putra: Eddy Hartono/Gunawan
42. Ganda putri: Rosiana Tendean/Erma Sulistyaningsih
43. Ganda campuran: Eddy Hartono/Verawaty Fajrin
44. Regu putri
Catatan:
- juara regu putra direbut oleh Malaysia
SEA Games 1991 di Filipina
45. Tunggal putra: Ardy Wiranata
46. Tunggal putri: Susi Susanti
47. Ganda putra: Eddy Hartono/Gunawan
48. Ganda putri: Rosiana Tendean/Erma Sulistyaningsih
49. Ganda campuran: Ricky Subagja/Rosiana Tendean
50. Regu putri
Catatan:
- juara regu putra direbut oleh Malaysia
SEA Games 1993 di Singapura
51. Tunggal putra: Joko Supriyanto
52. Tunggal putri: Sarwendah Kusumawardani
53. Ganda putri: Lili Tampi/Finarsih
54. Ganda campuran: Gunawan/Eliza
55. Regu putra
56. Regu putri
Catatan:
- juara ganda putra direbut oleh Cheah Soon Kit/Soo Beng Kiang (Malaysia)
SEA Games 1995 di Thailand
57. Tunggal putra: Joko Supriyanto
58. Tunggal putri: Susi Susanti
59. Ganda putri: Lili Tampi/Finarsih
60. Ganda campuran: Tri Kusharjanto/Minarti Timur
61. Regu putra
62. Regu putri
Catatan:
- juara ganda putra direbut oleh Cheah Soon Kit/Yap Kim Hock (Malaysia)
SEA Games 1997 di Indonesia
63. Tunggal putra: Heryanto Arbi
64. Tunggal putri: Mia Audina
65. Ganda putra: Candra Wijaya/Sigit Budiarto
66. Ganda putri: Eliza/Zelin Resiana
67. Ganda campuran: Candra Wijaya/Eliza
68. Regu putra
69. Regu putri
SEA Games 1999 di Brunei Darussalam
70. Tunggal putra: Taufik Hidayat
71. Tunggal putri: Cindana
72. Ganda putri: Cynthia Tuwanakota/Etty Tantri
73. Regu putra
74. Regu putri
Catatan:
- juara ganda putra direbut oleh Pramote Teerawiwatana/Teesana Panvisvas (Thailand)
- juara ganda campuran direbut oleh Chew Choon Eng/Choi Hoi Yee (Malaysia)
SEA Games 2001 di Malaysia
75. Ganda putra: Candra Wijaya/Sigit Budiarto
76. Ganda putri: Deyana Lomban/Vita Marissa
77. Ganda campuran: Nova Widianto/Vita Marissa
78. Regu Putra
79. Regu putri
Catatan:
- juara tunggal putra direbut oleh Roslin Hashim (Malaysia)
- juara tunggal putri direbut oleh Sujitra Eakmongkolpaisam (Thailand)
SEA Games 2003 di Vietnam
80. Tunggal putra: Sony Dwi Kuncoro
81. Ganda putri: Jo Novita/Lita Nurlita
82. Regu Putra
83. Regu putri
Catatan:
- juara tunggal putri direbut oleh Wong Mew Choo (Malaysia)
- juara ganda putra direbut oleh Choong Tan Fok/Lee Wan Wah (Malaysia)
- juara ganda campuran direbut oleh Sudket Parapakamol/Saralee Thungthongkam (Thailand)
SEA Games 2005 di Filipina
84. Tunggal putra: Sony Dwi Kuncoro
85. Tunggal putri: Adriyanti Firdasari
86. Ganda putra: Markis Kido/Hendra Setiawan
87. Ganda campuran: Nova Widianto/Liliana Natsir
Catatan:
- juara ganda putri direbut oleh Wong Pei Tty/Chin Eei Hui (Malaysia)
- juara regu putra direbut oleh Malaysia
- juara regu putri direbut oleh Thailand
SEA Games 2007 di Thailand
88. Tunggal putra: Taufik Hidayat
89. Tunggal putri: Maria Kristin
90. Ganda putra: Markis Kido/Hendra Setiawan
91. Ganda putri: Lilyana Natsir/Vita Marissa
92. Ganda campuran: Flandy Limpele/Vita Marissa
93. Regu Putra
94. Regu Putri
SEA Games 2009 di Laos
95. Tunggal putra: Simon Santoso
96. Ganda putra: Markis Kido/Hendra Setiawan
97. Ganda putri: Nova Widianto/Liliana Natsir
98. Regu Putra
Catatan:
- juara tunggal putri direbut oleh Salakjit Ponsana (Thailand)
- juara ganda putri direbut oleh Wing Pei Tty/Chin Eei Huy (Malaysia)
- juara regu putri direbut oleh Malaysia
Prestasi terakhir tim bulutangkis Indonesia dalam SEA Games 2009 mengalami penurunan yang drastis karena hanya meraih 4 emas (bandingkan dengan aksi “sapu bersih” pada SEAG 2007). Perkembangan bulutangkis di Asia Tenggara semakin pesat. Rival Indonesia bukan sekedar Malaysia, melainkan telah berkembang hingga Vietnam, Thailand, dan Singapura. Hal inilah yang perlu diwaspadai. Indonesia semakin sulit untuk mempertahankan hegemoni bulutangkis di kawasan ini dan hanya kerja keras lah yang dapat melakukannya.
Selamat berjuang Team Bulutangkis SEA Games Indonesia!

24 October 2011

Tuan Rumah Universiade 2017? Mampukah?

Indonesia berencana untuk mengajukan diri sebagai kandidat tuan rumah multievent olahraga tingkat perguruan tinggi se-dunia, atau kita kenal sebagai Universiade, pada tahun 2017. Multievent ini adalah olimpiade khusus untuk atlet yang berstatus mahasiswa.

Dibandingkan dengan reputasi olimpiade, universiade memang kalah, namun multievent ini tidak menutup kemungkinan tampilnya atlet-atlet tingkat dunia yang namanya sering kita dengar.

Kembali ke pencalonan Indonesia, secara hakikat kita perlu mendukung guna meningkatkan reputasi dan citra olahraga nasional di panggung internasional. Akan tetapi, dengan sisa waktu enam tahun ini KONI dan Kemenpora, bekerjasama dengan Dikti, mungkin, harus bekerja keras untuk mempersiapkan segalanya, baik secara teknis penyelenggaraan, maupun secara non-teknis faktor-faktor di luar olahraga yang ikut mempengaruhi kelancaran penyelenggaraan. Kondisi negara Indonesia akhir-akhir ini sarat dengan kerawanan politik, sosial, dan ekonomi. Akankah masuk akal ide pencalonan sebagai tuan rumah universiade 2017? Segalanya kembali kepada niat segenap insan olahraga nasional, yang, mau tidak mau, akan mendapatkan pengaruh yang signifikan dari faktor-faktor eksternal.

Negara Indonesia memerlukan sebuah "terapi kejut" untuk mendongkrak citra bangsa yang dalam tahun-tahun terakhir terganggu dan terusik oleh banyak masalah yang mengganggu stabilitas nasional. Pada satu sisi, sanggahan dapat diberikan kepada ide pencalonan tuan rumah universiade, seperti yang pernah ditempuh oleh PSSI yang mencalonkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022. Namun, pada sisi lain ada secercah harapan "entah di luar sana" bahwa rencana seperti ini patut pula didukung.

Semoga keadaan bangsa kita menjadi lebih baik dalam 5-6 tahun mendatang sehingga acara tingkat internasional apapun, baik dalam bidang olahraga maupun bidang lainnya, terselenggara dengan aman, tentram, dan lancar di negara kita. Potensi kita sangat melimpah dan sangat disayangkan apabila kita sia-siakan begitu saja.

19 October 2011

Sepakbola SEA Games (Putra)

Hasil pertandingan cabang olahraga Southeast Asian (SEA) Games sejak tahun 1959.

SEAP Games 1959

Penyisihan
Malaya v Burma 2-0; Vietnam Selatan v Thailand 4-0; Vietnam Selatan v Burma 3-0; Thailand v Malaya 3-1; Malaya v Vietnam Selatan 2-1; Thailad v Burma 5-2

Final
Vietnam Selatan v Thailand 3-1

SEAP Games 1961

Grup A (Vietnam Selatan, Thailand, Laos)
Vietnam Selatan v Thailand 0-0; Vietnam Selatan v Laos 7-0; Thailand v Laos 5-2

Grup B (Burma, Malaya, Kamboja)
Burma v Kamboja 4-0; Malaya v Kamboja 4-0; Malaya v Burma 2-1

Semifinal
Burma v Vietnam Selatan 2-1; Malaya v Thailand 2-2 *)

*) Malaya lolos ke final setelah menang undian

Final
Malaya v Burma 2-0

SEAP Games 1965

Penyisihan
Thailand v Vietnam Selatan 2-1; Burma v Singapura 1-0; Vietnam v Singapura 5-1; Thailand v Vietnam Selatan 2-0; Burma v Malaysia 2-0

Perebutan juara III
Vietnam Selatan v Malaysia 2-0

Final
Burma v Thailand 2-2 (Juara bersama)

SEAP Games 1967

Grup A (Thailand, Malaysia, Burma)
Thailand v Malaysia 4-0; Burma v Malaysia 2-1; Burma v Thailand 1-0

Grup B (Vietnam Selatan, Laos)
Vietnam Selatan v Laos 5-0

Semifinal
Burma v Laos 2-0; Vietnam Selatan v Thailand 5-0

Perebutan juara III
Thailand v Laos 5-2

Final
Burma v Vietnam Selatan 2-1

SEAP Games 1969

Grup A (Burma, Thailand)
Burma v Thailand 1-1 (Burma menang undian lempar koin)

Grup B (Malaysia, Laos, Vietnam)
Malaysia v Laos 2-1; Malaysia v Vietnam 2-1; Laos v Vietnam 0-0 (Laos menang undian lempan koin)

Semifinal
Malaysia v Thailand 0-3; Burma v Laos 4-0

Final
Burma v Thailand 3-0

SEAP Games 1971

Grup A (Malaysia, Laos, Thailand, Kmher)
Malaysia v Laos 5-0; Thailand v Khmer 1-1; Khmer v Laos 2-0; Malaysia v Thailand 4-2; Malaysia v Khmer 3-0; Thailand v Laos 3-0.

Grup B (Vietnam, Burma, Singapura)
Vietnam v Burma 0-0; Vietnam v Singapura 3-1; Burma v Singapura 8-1

Semifinal
Malaysia v Vietnam 3-2; Burma v Thailand 3-1

Perebutan juara III
Vietnam v Thailand 0-0

Final
Burma v Malaysia 2-1

SEAP Games 1973

Grup A (Singapura, Thailand, Malaysia)
Singapura v Thailand 1-0; Malaysia v Thailand 1-1; Singapura v Malaysia 0-0

Grup B (Burma, Laos, Vietnam)
Burma v Laos 8-0; Burma v Vietnam 3-2; Vietnam v Laos 5-1

Semifinal
Singapura v Vietnam 1-1 (adu penalti 5-4); Burma v Malaysia 1-0

Perebutan juara III

Malaysia v Singapura 3-0

Final
Burma v Vietnam 2-1

SEAP Games 1975

Grup A (Thailand, Malaysia)
Thailand v Malaysia 1-1 (adu penalti 4-3)

Grup B (Burma, Singapura)
Burma v Singapura 1-0

Semifinal
Thailand v Singapura 2-2 (adu penalti 3-2); Malaysia v Burma 1-0

Perebutan juara III
Burma v Singapura 2-2

Final
Thailand v Malaysia 2-1

SEA Games 1977

Grup A (Thailand, Singapura, Burma)
Thailand v Singapura 2-0; Burma v Singapura 5-1; Burma v Thailand 3-0

Grup B (Malaysia, Indonesia, Brunei, Filipina)
Indonesia v Malaysia 2-1; Filipina v Brunei 4-1; Malaysia v Filipina 5-0; Indonesia v Brunei 4-0; Malaysia v Brunei 7-0; Indonesia v Filipina 1-1

Semifinal
Malaysia v Burma 9-1; Thailand v Indonesia (Thailand menang walk-out)

Perebutan juara III
Burma v Indonesia (Burma menang walk-out)

Final
Malaysia v Thailand 2-0

SEA Games 1979

Penyisihan
Indonesia v Singapura 3-0; Thailand v Burma 1-0; Malaysia v Singapura 2-0; Thailand v Indonesia 3-1; Malaysia v Burma 0-0; Singapura v Thailand 2-2; Singapura v Burma 2-1; Indonesia v Malaysia 0-0; Malaysia v Thailand 1-0; Indonesia v Burma 2-1; Indonesia v Thailand 3-1 (adu penalti)

Final
Malaysia v Indonesia 1-0

SEA Games 1981

Grup A (Malaysia, Burma, Thailand)
Malaysia v Burma 1-0; Malaysia v Thailand 2-2; Thailand v Burma 3-3

Grup B (Indonesia, Singapura, Filipina)
Indonesia v Singapura 1-0; Singapura v Filipina 4-0; Indonesia v Filipina 2-0

Semifinal
Malaysia v Singapura 6-5; Thailand v Indonesia 2-0

Final
Thailand v Malaysia 1-0

SEA Games 1983

Grup A (Singapura, Malaysia, Filipina)
Singapura v Malaysia 2-1; Malaysia v Filipina 0-0; Singapura v Filipina 5-0

Grup B (Thailand, Indonesia, Burma, Brunei)
Thailand v Indonesia 5-0; Brunei v Burma 2-1; Indonesia v Burma 2-1; Thailand v Brunei 2-1; Burma v Thailand 1-0; Indonesia v Brunei

Semifinal
Thailand v Malaysia 1-1 (adu penalti 4-3); Singapura v Brunei 4-0

Perebutan juara III
Malaysia v Brunei 5-0

Final
Thailand v Singapura 2-1

SEA Games 1985

Grup A (Singapura, Indonesia, Brunei)
Singapura v Indonesia 1-0; Brunei v Indonesia 1-1; Singapura v Brunei 3-1

Grup B (Thailand, Malaysia, Filipina)
Thailand v Malaysia 1-1; Malaysia v Filipina 6-0; Thailand v Filipina 7-0

Semifinal
Singapura v Malaysia 2-2 (adu penalti 6-5); Thailand v Indonesia 7-0

Perebutan juara III
Malaysia v Indonesia 2-0

Juara
Thailand v Singapura 2-1

SEA Games 1987

Grup A (Singapura, Malaysia, Burma)
Singapura v Malaysia 0-0; Malaysia v Burma 2-2; Singapura v Burma 0-0

Grup B (Thailand, Brunei, Indonesia)
Thailand v Brunei 3-1; Indonesia v Brunei 2-0; Indonesia v Thailand 0-0

Semifinal
Malaysia v Thailand 2-0; Indonesia v Burma 4-1

Perebutan juara III
Thailand v Burma 4-0

Final
Indonesia v Malaysia 1-0

SEA Games 1989

Grup A (Indonesia, Brunei, Filipina, Malaysia)
Indonesia v Brunei 6-0; Brunei v Filipina 2-0; Malaysia v Indonesia 2-0; Indonesia v Filipina 5-1; Malaysia v Brunei 2-1; Malaysia v Filipina 3-0

Grup B (Thailand, Myanmar, Singapura)
Thailand v Myanmar 3-0; Thailand v Singapura 1-1; Singapura v Myanmar 4-0

Semifinal
Malaysia v Thailand 1-0; Singapura v Indonesia 1-0

Perebutan juara III
Indonesia v Thailand 1-1 (adu penalti 8-7)

Final
Malaysia v Singapura 2-1

SEA Games 1991

Grup A (Singapura, Thailand, Myanmar)
Singapura v Thailand 0-0; Thailand v Myanmar 4-0; Singapura v Myanmar 2-1

Grup B (Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina)
Indonesia v Malaysia 2-0; Vietnam v Filipina 2-2; Indonesia v Vietnam 1-0; Filipina v Malaysia 1-0; Indonesia v Filipina 2-1; Malaysia v Vietnam 2-1

Semifinal
Thailand v Filipina 6-2; Indonesia v Singapura 0-0 (adu penalti 4-3)

Perebutan juara III
Singapura v Filipina 2-0

Final
Indonesia v Thailand 0-0 (adu penalti 4-3)

SEA Games 1993

Grup A (Singapura, Filipina, Indonesia, Vietnam)
Singapura v Filipina 7-0; Indonesia v Vietnam 1-0; Singapura v Indonesia 1-1; Vietnam v Filipina 1-0; Singapura v Vietnam 2-0; Indonesia v Filipina 3-1

Grup B (Thailand, Laos, Myanmar, Brunei, Malaysia)
Thailand v Laos 4-1; Myanmar v Brunei 6-0; Malaysia v Laos 9-0; Thailand v Myanmar 2-0; Laos v Brunei 3-2; Thailand v Malaysia 2-0; Myanmar v Laos 7-1; Malaysia v Brunei 3-1; Myanmar v Malaysia 2-1; Thailand v Brunei 5-2

Semifinal
Myanmar v Singapura 2-2 (adu penalti 5-4); Thailand v Indonesia 1-0

Perebutan juara III
Singapura v Indonesia 3-1

Final
Thailand v Myanmar 4-3

SEA Games 1995

Grup A (Thailand, Indonesia, Vietnam, Kamboja)
Thailand v Indonesia 2-1; Thailand v Vietnam 9-0; Thailand v Malaysia 0-0;  Indonesia v Kamboja 10-0; Vietnam v Indonesia 1-0; Indonesia v Malaysia 3-0; Vietnam v Kamboja 4-0; Vietnam v Malaysia 2-0; Malaysia v Kambija 9-0.

Grup B (Myanmar, Brunei, Singapura, Laos, Filipina)
Myanmar v Brunei 2-0; Singapura v Myanmar 4-2; Myanmar v Laos 1-0; Singapura v Brunei 2-2; Singapura v Laos 0-0; Singapura v Filipina 4-0; Laos v Brunei 3-0; Laos v Filipina 1-0; Filipina v Brunei 1-0.

Semifinal
Thailand v Singapura 1-0; Myanmar v Vietnam 1-1 (Vietnam lolos)

Perebutan juara III
Singapura v Myanmar 1-0

Final
Thailand v Vietnam 4-0

SEA Games 1997

Grup A (Indonesia, Laos, Malaysia, Vietnam, Filipina)
Indonesia v Laos 5-2; Malaysia v Vietnam 1-0; Malaysia v Filipinia 4-0; Indonesia v Vietnam 2-2; Indonesia v Malaysia 4-0; Laos v Filipina 4-1; Vietnam v Laos 2-1; Indonesia v Filipinia 2-0; Vietnam v Filipina 3-0; Laos v Malaysia 1-0.

Grup B (Thailand, Myanmar, Kamboja, Brunei, Singapura)
Thailand v Myanmar 2-1; Kamboja v Brunei 4-0; Thailand v Brunei 6-0; Singapura v Myanmar 2-2; Singapura v Kamboja 2-1; Myanmar v Brunei 6-1; Singapura v Brunei 1-0; Thailand v Kamboja 4-0; Kamboja v Myanmar 3-1; Singapura v Thailand 0-0.

Semifinal
Thailand v Vietnam 2-1; Indonesia v Singapura 2-1

Perebutan tempat III
Vietnam v Singapura 1-0

Final
Thailand v Indonesia 1-1 (adu penalti 5-3)

SEA Games 1999

Grup A (Thailand, Filipina, Vietnam, Laos, Myanmar)
Thailand v Filipina 9-0; Vietnam v Laos 9-0; Thailand v Laos 4-1; Myanmar v Filipina 4-1; Vietnam Myanmar 2-0; Laos v Filipina 3-2; Laos Myanmar 0-0; Vietnam v Thailand 0-0; Vietnam v Filipina 2-0;
Thailand v Myanmar 7-0.

Grup B (Indonesia, Kamboja, Singapura, Malaysia, Brunei)
Indonesia v Kamboja 1-0; Singapura v Malaysia 2-1; Indonesia v Malaysia 6-0; Brunei v Kamboja 3-3; Singapura v Brunei 3-1; Malaysia v Kamboja 7-2; Malaysia v Brunei 2-0; Singapura v Indonesia 1-1; Singapura v Kamboja 2-0; Indonesia v Brunei 3-0.

Semifinal
Thailand v Singapura 2-0; Vietnam v Indonesia 1-0

Perebutan juara III
Indonesia v Singapura (adu penalti 4-2)

Final
Thailand v Vietnam 2-0

SEA Games 2001

Grup A (Thailand, Myanmar, Singapura, Laos, Kamboja)
Thailand v Kamboja 7-0; Laos v Singapura 0-4; Singapura v Thailand 0-1; Myanmar v Kamboja 0-0; Myanmar v Laos 4-0; Kamboja v Singapura 0-5; Singapura v Myanmar 1-2; Laos v Thailand 0-1; Kamboja v Laos 0-2; Thailand v Myanmar 3-1.

Grup B (Malaysia, Indonesia, Vietnam, Brunei)
Malaysia v Brunei 5-0; Vietnam v Brunei 5-1; Vietnam v Malaysia 0-1; Indonesia v Malaysia 0-1; Brunei v Indonesia 0-9; Malaysia v Vietnam 2-0.

Semifinal
Thailand v Indonesia 2-1; Malaysia v Myanmar 1-0

Perebutan juara III
Myanmar v Indonesia 0-1

Final
Thailand v Malaysia 1-0

SEA Games 2003

Grup A (Thailand, Vietnam, Indonesia, Laos)
Indonesia v laos 1-0; Laos v Thailand 0-6; Vietnam v Indonesia 1-0; Indonesia v Thailand 0-6; Vietnam v Laos 1-0.

Grup B (Malaysia, Myanmar, Singapura, Kamboja)
Malaysia v Kamboja 8-1; Myanmar v Singapura 2-0; Singapura v Malaysia 0-2; Kamboja v Myanmar 0-6; Kamboja v Singapura 1-5.

Semifinal
Thailand v Myanmar 2-0; Malaysia v Vietnam 3-4

Perebutan tempat III
Malaysia v Myanmar 1-1 (adu penalti 4-2)

Final
Thailand v Vietnam 2-1

SEA Games 2005

Grup A (Thailand, Malaysia, Filipina, Kamboja)
Malaysia v Kamboja 5-0; Filipina v Thailand 0-1; Kamboja v Filipina 2-4; Malaysia v Thailand 1-2; Malaysia v Filipina 4-2; Kamboja v Thailand 0-1.

Grup B (Vietnam, Indonesia, Singapura, Laos, Myanmar)
Myanmar v Laos 2-3; Vietnam v Singapura 1-2; Laos v Vietnam 2-8; Indonesia v Myanmar 0-0; Singapura v Indonesia 0-0; Myanmar v Vietnam 0-1; Vietnam v Indonesia 0-1; Laos Singapura 0-1; Indonesia v Laos 4-0; Myanmar v Singapura 0-1.

Semifinal
Thailand v Indonesia 3-1; Vietnam v Malaysia 2-1

Perebutan juara III
Malaysia v Indonesia 1-0

Final
Thailand v Vietnam 3-0

SEA Games 2007

Grup A (Thailand, Myanmar, Indonesia, Kamboja)
Indonesia v Kamboja 3-1; Myanmar v Thailand 2-3; Indonesia v Myanmar 0-0; Kamboja v Thailand 0-8; Myanmar v Kamboja 6-2; Thailand v Indonesia 2-1.

Grup B (Vietnam, Singapura, Malaysia, Laos)
Vietnam v Malaysia 3-1; Singapura v Laos 0-0; Malaysia v Laos 4-0; Singapura v Vietnam 3-2; Laos v Vietnam 1-2; Malaysia v Singapura 1-1.

Semifinal
Vietnam v Myanmar 0-0 (adu penalti 1-3); Thailand v Singapura 3-0

Perebutan juara III
Singapura v Vietnam 5-0

Final
Thailand v Myanmar 2-0

SEA Games 2009

Grup A (Vietnam, Malaysia, Thailand, Kamboja, Timor-Leste)
Malaysia v Timor-Leste 11-0; Thailand v Vietnam 1-1; Thailand v Kamboja 4-0; Vietnam v Timor-Leste 4-0; Vietnam v Malaysia 3-1; Timor-Leste v Kamboja 1-4; Timor-Leste v Thailand 0-9; Kamboja v Malaysia 0-4;  Kamboja v Vietnam 1-6; Malaysia v Thailand 2-1.

Grup B (Laos, Singapura, Myanmar, Indonesia)
Singapura v Indonesia 2-2; Laos v Myanmar 1-1; Myanmar v Singapura 1-2; Indonesia v Laos 0-2; Myanmar v Indonesia 3-1; Laos v Singapura 0-0.

Semifinal
Vietnam v Singapura 4-1; Laos v Malaysia 1-3

Perebutan juara III
Singapura v Laos 3-1

Final
Malaysia v Vietnam 1-0

17 October 2011

Sebastian Vettel, the making of the world champions

Vettel boy with Schummi in 2001 (Sebastian-Vettel.ORG)

Season: 2003

Event: Efelland Racing, Team: Formula BMW ADAC, Races: 19, Wins: 5, Poles: 5, Points: 216, Position: # 2

Season: 2004

Event: ADAC Berlin-Brandenburg, Team: Formula BMW ADAC, Races: 20, Wins: 18, Poles: 14, Points: 387, Position: # 1

Season: 2005

Event: Formula 3 Euro Series, Team: ASL Muecke Motorsport, Races: 20, Wins: 0, Poles: 0, Points: 57,  Position: # 5

Event: Master of Formula 3, Team: ASL Muecke Motorsport, Position: # 11,
Event: Spanish Formula Three Championship, Racing Engineering, Position: # 15

Event: Macau Grand Prix, Team: ASM F3, Position: # 3,

Season: 2006

Event: Formula 3 Euro Series, Team: ASM Formula 3, Races: 20, Wins: 4, Poles: 1, Points: 75, Position: # 2

Event: Macau Grand Prix, Position: # 23

Event: Formula Renault 3.5 Series, Team: Carlin Motorsport, Position: # 15

Event: Masters of Formula 3, Team: ASL Muecke Motorsport, Position: # 6

Event: Formula One, Team: BMW Sauber F1 Team, Position: Test driver

Season 2007

Event: Formula Renault 3.5 Series, Team: Carlin Motorsport, Races: 7, Wins: 1, Poles: 1, Points: 74, Position: # 5

Event: Formula One, Team: BMW Sauber F1 Team, Races: 1, Wins: 0, Poles: 0, Points: 6, Position: # 14

Event: Formula One, Team: Scuderia Toro Rosso, Races: 7, Wins: 0, Poles: 0, Points: 0, Position: N/A

Season 2008

Event: Formula One, Team: Scuderia Toro Rosso, Races: 18, Wins: 1, Poles: 0, Points: 35, Position: # 8

Season 2009

Event: Formula One, Team: Redbull Racing Renault, Races: 17, Wins: 4, Poles: 4, Points: 84, Position: # 2

Season 2010

Event: Formula One, Team: Redbull Racing Renault, Races: 19, Wins: 5, Poles: 10, Points: 256, Position: # 1

Season 2011 (as of Korean GP, the season is still underway)

Event: Formula One, Team: Redbull Racing Renault, Races: 15, Wins: 10, Poles: 12, Points: 349, Position: # 1

16 October 2011

Times Higher Education - World University Rankings 2012/2012 By Region

The THE WUR of 2011/2012 was announced on October 6, 2011.

AFRICA (Top 4)

1. University of Capetown (South Africa, world #103)
2. Stellenbosch University (South Africa, #251-275)
3. University of Witwatersrand (South Africa, 251-275)
4. Alexandria University (Egypt, 301-350)

AMERICA, NORTH (Top 25)

1. California Institute of Technology (United States, world #1)
2. Harvard University (United States, #2)
3. Stanford University (United States, #3)
4. Princeton University (United States, #5)
5. Massachusetts Institute of Technology (United States, #7)
6. University of Chicago (United States, #9)
7. University of of California, Berkeley (United States, #10)
8. Yale University (United States, #11)
9. Columbia University (United States, #12)
10.University of California, Los Angeles (United States, #13)
11.Johns Hopkins University (United States, #14)
12.University of Pennsylvania (United States, #15)
13.University of Michigan (United States, #18)
14.University of Toronto (Canada, #19)
15.Cornell University (United States, #20)
16.Carnegie Mellon University (United States, #21)
17.University of British Columbia (United States, #22)
18.Duke University (United States, #24)
19.Georgia Institute of Technology (United States, #24)
20.University of Washington (United States, #25)
21.Northwestern University (United States, #26)
22.University of Wisconsin-Madison (United States, #27)
23.McGill University (United States, #28)
24.University of Texas at Austin (United States, #29)
25.University of Illinois at Urbana Champaign (United States, #31)

AMERICA, SOUTH (Top 3)

1. University of Sao Paulo (Brazil, world #178)
3. State University of Campinas (Brazil, #276-300)
4. Pontificial Catholic University of Chile (Chile, #351-400)

ASIA (Top 25)

1. University of Tokyo (Japan, world #30)
2. University of Hong Kong (Hong Kong, #34)
3. National University of Singapore (Singapore, #40)
4. Peking University (PR of China, #49)
5. Kyoto University (Japan, #52)
6. Pohang University of Science and Technology (Korea Republic, #53)
7. Hong Kong University of Science and Technology (Hong Kong, #62)
8. Tsinghua University (PR of China, #71)
9. Korea Advanced Institute of Science and Technology (Korea Republic, #94)
10.Tokyo Institute of Technology (Japan, #108)
11.Osaka University (Japan, #119)
12.Tohoku University (Japan, #120)
13.Hebrew University of Jerusalem (Israel, #121)
14.Seoul National University (Korea Republic, #124)
15.Chinese University of Hong Kong (Hong Kong, #151)
16.National Taiwan University (Taiwan, #154)
17.Tel-Aviv University (Israel, #166)
18.Nanyang Technological University (Singapore, #169)
19.University of Science and Technology of China (PR of China, #192)
20.City University of Hong Kong (Hong Kong, #193)
21.Bilkent University (Turkey, #201-225)
22.Nagoya University (Japan, #201-225)
23.National Tsing Hua University (Taiwan, #201-225)
24.Technion Israel Institute of Technology (Israel, #201-225)
25.Fudan University (PR of China, #201-225)

EUROPE (Top 25)

1. University of Oxford (United Kingdom, world #4)
2. University of Cambridge (United Kingdom, #6)
3. Imperial College London (United Kingdom, #8)
4. ETH Zurich - Swiss Federal Institute of Technology (Switzerland, #15)
5. University College London (United Kingdom, #17)
6. Karolinska Institute (Sweden, #32)
7. University of Edinburg (United Kingdom, #36)
8. Ludwig-Maximilians-Universitaet Muenchen (Germany, #45)
9. Ecole Plytechnique Federale de Lausanne (Switzerland, #46)
10.London School of Economics and Political Sciences (United Kingdom, #47)
11.University of Manchester (United Kingdom, #56)
12.King's College London (United Kingdom, #59)
13.University of Zurich (Switzerland, #61)
14.Ecole Polytechnique (France, #63)
15.University of Bristol (United Kingdom, #66)
16.Katholieke Universiteit Leuven (Belgium, #67)
17.Utrecht University (Netherlands, #68)
18.Georg-August-Universitaet (Germany, #69)
19.Universitaet Heidelberg (Germany, #73)
20.Wegeningen University and Reseach Center (Netherlands, #75)
21.Leiden University (Netherlands, #79)
22.Lund University (Sweden, #80)
23.Durham University (United Kingdom, #83)
24.Universite Pierre et Marie Curie (France, #84)
25.University of St. Andrews (United Kingdom, #85)

OCEANIA (Top 26)

1. University of Melbourne (Australia, #37)
2. Australian National University (Australia, #38)
3. University of Sydney (Australia, #74)
4. Monash University (Australia, #117)
5. University of Auckland (New Zealand, #173)
6. University of New South Wales (Australia, #173)
7. University of Western Australia (Australia, #189)
8. University of Adelaide (Australia, #201-225)
9. University of Otago (New Zealand, #201-225)
10.Macquarie University (Australia, #226-250)
11.Victoria University of Wellington, #251-275)
12.University of Wollonglong (Australia, #251-275)
13.University of Newcastle (Australia, #276-300)
14.Queensland University of Technology (Queensland, #276-300)
15.University of Canterburry (New Zealand, #301-350)
16.Charles Darwin University (Australia, #301-350)
17.University of Tasmania (Australia, #301-350)
18.University of Waikato (New Zealand, #301-350)
19.Curtin University (Australia, #351-400)
20.Deakin University (Australia, #351-400)
21.Flinders University (Australia, #351-400)
22.Griffith University (Australia, #351-400)
23.La Trobe University (Australia, #351-400)
24.Massey University (New Zealand, #351-400)
25.University of South Australia (Australia, #351-400)
26.Swinburne University of Technology (Australia, #351-400)

THE WUR 2011/2012 is powered by Thompson Reuters

14 October 2011

Sekedar Tulisan Kepada Pimpinan Nasional

Dengan hormat,

Setelah saya mengambil sampel 100 tulisan mengenai Bapak, sebagian besar muatan tulisan cenderung TIDAK MEMIHAK kepada Bapak. Menggunakan sampel secara random semata memang tidak signifikan karena menurut saya segala isinya akan bergantung kepada sudut pandang si penulis sendiri, apakah layak diterbitkan atau tidak layak menurut aturan main yang berlaku oleh. Akan tetapi, setidaknya ini memberikan sebuah gambaran tentang reaksi yang timbul dari diri masyarakat warga negara Republik Indonesia tentang kepemimpinan Bapak saat ini.

Bapak Presiden,

Perlu Bapak ketahui bahwa pada Pemilihan Umum Presiden/Wakil Presiden tahun 2009 lalu saya tidak memilih Bapak, tetapi saya memilih Bapak Jusuf Kalla dan Bapak Wiranto. Jelasnya, saya bukan salah satu dari yang orang sebut sebagai "Golput", atau warga negara yang tidak memilih. Apakah Bapak berkeberatan dengan pilihan saya ini? Setidaknya saya telah berusaha untuk menjadi warga negara yang mendapatkan hak untuk memilih dalam Pemilu.

Akan tetapi, di tengah, ehm, boleh saya katakan rasa kekecewaan atau ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bapak Presiden saat ini, saya tidak akan ikut menambah "pedasnya" masakan yang dihidangkan kepada Bapak, meskipun saya berkedudukan sebagai oposisi. Saya memutuskan untuk bersikap seperti ini karena memahami dan menyadari betapa sulitnya memimpin negara Indonesia dalam era keterbukaan dan kebebasan. Saya sangat memahami hal tersebut. Beruntung sekali memang para pejabat negara pada masa lalu yang "steril" dari serangan publik dengan tangan besinya, dan "apes" sekali para pejabat negara hari ini yang begitu "fertil" untuk dibuahi oleh "sanggahan-sanggahan" yang tidak bersahabat. Saya paham bahwa semua reaksi itu adalah demi keadaan bangsa Indonesia yang lebih baik.

Bapak Presiden,

Saya tidak mengerti banyak tentang "dampak sistemik", Bank Century, Nazarudin, Gayus, Partai Demokrat, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan sejenisnya dan sejenisnya. Saya tidak secakap beliau-beliau yang begitu fasih melafalkan setiap jengkal permasalahan berikut dengan uraian dan "udaran sabda" nan indah dan memesonakan pembaca, pendengar, dan pemirsa.

Atas segala kebodohan, kedunguan, dan ketololan saya tersebut di atas, saya hanya dapat berharap agar bangsa dan negara yang sekarang Bapak nakhodai ini mampu keluar dari gelombang pusaran masalah yang tiada henti. Saya sangat yakin bahwa suatu saat bangsa kita akan mencapai kejayaan, entah pada masa pemerintahan Bapak atau pada masa yang akan datang.

10 October 2011

Dari Take Me Out Indonesia Menuju Pelaminan

Resepsi Pernikahan VIDA dan GARASKI, pasangan yang dipertemukan melalui program reality show televisi Indosiar, TAKE ME OUT INDONESIA, edisi 2 Oktober 2009. Hmm....

Nhaa, sekarang berubah jadi Take Me Home dong, Mbak Vida...hehe...Selamat yoo...

The Meeting


Big smiles

I'm heading for the wedding spot

Jelang resepsi

Jelang resepsi

Jelang resepsi

Jelang resepsi

Jelang resepsi

Jelang resepsi

Jelang resepsi



Jelang resepsi

Lounge Announcement


The making of...

Finally the day :)


















Janji Mempelai
Lokasi Resepsi: Patra Office Tower Jakarta, Patra Jasa Building, 1st Floor, Jl. Gatot Subroto Kav. 32-24 Jakarta 102950.

7 September 2011

UEFA International Century Caps Award 2011

Awarded to all European footballers and former footballers who have played 100 or more times for the national sides. As of September 7, 2011, Vitalijs Astafjevs is the Europe's most capped player with 167 international appearances.

Vitalijs Astafjevs (worldsoccerreader.com)

Below are the complete lists:

Armenia: Sargis Hovsepyan
Austria: Andreas Herzog
Bulgaria Borislav Mihaylov, Stiliyan Petrov
Croatia: Dario Šimić
Cyprus: Yiannis Okkas
Czech Republic: Karel Poborský
Denmark: Peter Schmeichel, Jon Dahl Tomasson, Dennis Rommedahl, Thomas Helveg, Michael Laudrup, Morten Olsen, Martin Jørgensen
England: Peter Shilton, David Beckham, Bobby Moore, Sir Bobby Charlton, Billy Wright
Estonia: Martin Reim, Marko Kristal, Mart Poom, Andres Oper, Kristen Viikmäe, Raio Piiroja, Indrek Zelinski
Finland: Jari Litmanen, Sami Hyypiä, Jonatan Johansson, Ari Hjelm
France: Lilian Thuram, Thierry Henry, Marcel Desailly, Zinédine Zidane, Patrick Vieira, Didier Deschamps
FYROM: Goce Sedloski
Germany: Lothar Matthäus, Miroslav Klose, Jürgen Klinsmann, Jürgen Kohler, Franz Beckenbauer, Joachim Streich, Thomas Hässler, Ulf Kirsten, Hans-Jürgen Dörner
Greece: Theodoros Zagorakis, Giorgos Karagounis, Angelos Basinas
Hungary: József Bozsik
Iceland: Rúnar Kristinsson
Italy: Fabio Cannavaro, Paolo Maldini, Dino Zoff, Gianluigi Buffon
Latvia: Vitālijs Astafjevs, Andrejs Rubins, Juris Laizāns, Imants Bleidelis, Mihails Zemlinskis, Igors Stepanovs
Liechtenstein: Mario Frick
Malta: Gilbert Agius, David Carabott, Carmel Busuttil, Joe Brincat
Netherlands: Edwin van der Sar, Frank de Boer, Giovanni van Bronckhorst, Phillip Cocu
Northern Ireland: Pat Jennings
Norway: Thorbjørn Svenssen, Henning Berg
Poland: Michał Żewłakow, Grzegorz Lato
Portugal: Luís Figo, Fernando Couto
Republic of Ireland: Shay Given, Kevin Kilbane, Robbie Keane, Steve Staunton
Romania: Dorinel Munteanu, Gheorghe Hagi, Gheorghe Popescu, László Bölöni
Russia: Viktor Onopko
Scotland: Kenny Dalglish
Serbia: Savo Milošević
Slovakia: Miroslav Karhan
Spain: Andoni Zubizarreta, Iker Casillas, Raúl González, Xavi Hernández
Sweden: Thomas Ravelli, Roland Nilsson, Björn Nordqvist, Anders Svensson, Niclas Alexandersson, Henrik Larsson, Olof Mellberg
Switzerland: Heinz Hermann, Alain Geiger, Stéphane Chapuisat
Turkey: Rüştü Reçber, Hakan Şükür, Bülent Korkmaz
Ukraine: Oleh Blokhin, Anatoliy Tymoshchuk, Andriy Shevchenko

Source: UEFA.com

28 August 2011

Bundesliga, Week 4

HERTHA BERLIN SC v VfB STUTTGART 1-0
Venue: Olympiastadion
Goal: Raffael 65"
Yellow card: Cristian Molinaro

HAMBURG SV v FC KOELN 3-4
Venue: HSH Nordbank Arena
Goals: Mladen Petric 11", Adil Chihi 21", Milivoje Novakovic 49", Slobodan Rajkovic 59", Heung Min Son 62", Christian Clemens 84", Kevin McKenna 88"
Yellow cards: Miso Brecko, Milivoje Novakovic, Dennis Aogo, Sascha Riether.

FC NUREMBERG v FC AUGSBURG 1-0
Venue:
Goal: Alexander Esswein 76"
Yellow cards: Tomas Pekhart, Patrick Rakovsky, Hajime Hosogai, Julian Wiessmeier, Almog Cohen, Jan-Ingwer Callsen-Bracker.

SC FREIBURG v VfL WOLFSBURG 3-0
Venue: badenova-Stadion
Goals: Oliver Barth 30", Erik Jendrisek 40", Cedrick Makiadi 59"
Yellow cards: Marco Russ, Hrvoje Cale

KAISERSLAUTERN v BAYERN MUENCHEN 0-3
Venue: Fritz-Walter-Stadion
Goals: Mario Gomez 37", Mario Gomez 55", Mario Gomez 69"
Yellow cards: David Alaba, Thanos Petsos, Rodnei, Konstantinos Fortounis
Red card: Ivo Ilicevic

HOFFENHEIM v WERDER BREMEN 1-2
Venue: WIRSOL Rhein Neckar Arena
Goals: Roberto Firmino 37", Marko Arnautovic 38", Markus Rosenberg 83"
Yellow card: Mehmet Ekici

BAYER LEVERKUSEN v BORUSSIA DORTMUND 0-0
Venue: BayArena
Goal: -
Yellow cards: Michal Kadlec, Renato Augusto

 HANNOVER 96 v MAINZ 05 1-1
Venue: AWD Arena
Goals: Sami Allagui 2", Mohammed Abdellaoue 30"
Yellow cards: Manuel Schmiedebach, Lars Stindl

SCHALKE 04 v BORUSSIA MOENCHENGLADBACH 1-0
Venue: Veltins Arena
Goal: Raul
Yellow cards: Tony Jantschke, Christian Fuchs, Benedikt Hoewedes, Raul Bobadilla, Dante.

21 August 2011

Bundesliga, Week 3

Eight-goal Thriller at Wesserstadion  (photo: www.bundesliga.de)

BORUSSIA MOENCHENGLADBACH v VfL WOLFSBURG 4-1
Venue: Stadion im Borussia-Park
Goals: Hasebe 13", Reus 15", Daems 32", Bobadilla 45", Reus 67"
Yellow cards: Schulze, Hanke, Russ

FC AUGSBURG v HOFFENHEIM 0-2
Venue: impuls arena
Goals: Babel 5", Salihovic 75"
Yellow cards: Rudy, De Roeck

VfB STUTTGART v BAYER LEVERKUSEN 0-1
Venue: Mercedes-Benz-Arena
Goal: Kiessling 28"
Yellow cards: Boulahrouz, Maza
Red cards: Boulahrouz (2 yellows)

BAYERN MUENCHEN v HAMBURG SV 5-0
Venue: Allianz Arena
Goals:van Buyten 13", Ribery 17", Robben 34", Gomez 56", Olic 80"
Yellow cards: Aogo, Westermann, Mancienne, Tymoshchuk, Jansen, Rafina

BORUSSIA DORTMUND v FC NUREMBERG 2-0
Venue: Signal Iduna
Goals: Lewandowski 50", Grosskreutz 80"
Yellow cards: Hegeler, Pinola

WERDER BREMEN v SC FREIBURG 5-3
Venue: Wesserstadion
Goals: Cisse 7", Fritz 30", Pizarro 44", Cisse 48", Arnautovic 65", Reisinger 84", Hunt 87", Wesley 90"+3
Yellow cards: Schuster, Flum, Schmitz, Reisinger, Krmas

FC KOELN v KAISERSLAUTERN 1-1
Venue: RheinEnergieStadion
Goals: Ilicevic 17", Jajalo 19"
Yellow cards: Amedic, Kirch, Lanig, Brecko, Dick, Jessen, Andrezinho

FSV MAINZ 05 v SCHALKE 04 2-4
Venue: Coface Arena
Goals: Ivanschitz 8", Soto 12", Huntelaar 57", Hoewedes 64", Matip 82", Fuchs 90"
Yellow cards: Papadoupulos, Draxler.

HANNOVER 96 v HERTHA BERLIN SC 1-1
Venue: AWD Arena
Goals: Pinto 33", Lasogga 83"
Yellow cards: Mijatovic, Ebert, Torun, Pinto, Lasogga, Lell, Franz

LEAGUE TABLE, WEEK 3


Indonesia in the 66th Independence: (Not) Free To Decide

The phrase 'free to decide' is borrowed from the Cranberries' song title

Today Republic of Indonesia is celebrating the 66th Independence Day since it has been proclaimed on August 17, 1945. The rise of the new look of Nusantara nation in a united form had a tremendous impact on freedom movement other nations, such as India, Egypt, Malaysia, etc. The courage of Indonesian founding fathers to make a quick start during the 'vacuum of power' since Japan's destruction following the nuclear bombings must be highly appreciated. 

Indonesia is a great nation in terms of number of population and territory. It is not easy to integrate vary cultures and values into one projected goal. Therefore, time and time again this republic has been faced by plenty of 'tests of life' ever since it has formed the sovereign government. Either internally or externally disturbed, Indonesia looks like passing through a bridge on trouble water. The experience in 66 years has proven such phenomenon. 

Indonesia nowadays is quite different from that of somewhat 20-25 years ago, when what people say 'iron fist' held firmly the rights to speak under authoritarian conduct. Post-1998 reform, people of Indonesia have been granted more independence to speak and to act under more democratic environment, where no powerful parties dominate. However, freedom to speak and to choose, unfortunately, has been becoming a source of chaotic situation because everyone speaks, everyone demands, and everyone overlaps one to another. This is how today's Indonesia is looking like. Debates on important issues such as politics, economy, and socio-culture come back and forth to highlight the media, to make ordinary people confused to hold which one is true. More intellectuals are showing their skills of rhetoric talks off making the audience paranoid about the future of the nation. More external influences keep absorbing significant aspects of the nation's life as the result of openness and active participation at global stage. In short, the change obtained by Indonesia in the past twenty years has been only freedom to speak and to act; not free to decide. Whether they are considered by authorities is another story. Those who are powerful are not willing to surpass the assets for the prosperity of the whole people, corruption keeps growing, image-building keeps telling lies behind truths. 

Compared with new democracies Indonesia has had more experience to defend the capacity-building of the nation. But compared with old nations with 'mature' experience, Indonesia has been no more than a teenager looking for status and recognition. Sometimes the choice on decision-making is taken emotionally, only going for short-term targets. Unfortunately, this decision often ruins things that have been set up for long-term purpose. This is how freedom is still constrained, either by internal or by external factors. Self-determination of leaders rarely prove in their critical decisions and their contribution to the people as the major stakeholders of the nation-building are often swapped by political interest of particular groups. It is probably human nature, even developed economies still experience, such what recently occurred in the United Kingdom. However, for Indonesian people inherit the spirit of ancient great Nusantara, there should not have been a fear of being lagged by the dramatic development of other nations. Indonesia with its coexistent heterogeinty must not surrender a holistic dependence on the move the other nations display on the current global stage. Instead, character-building is a 'must do' task in order to give birth the true characteristic of Indonesia.

Mudik Sepi Kapan?

Mudik telah menjadi semacam ritual bagi masyarakat Indonesia, khususnya yang berada di Pulau Jawa. Bahkan mudik telah dapat kita sebut sebagai budaya orang Indonesia. Orang mudik untuk meluangkan waktu liburan di tempat tertentu yang dapat mereka gunakan untuk bersantai, berkumpul dengan sanak-saudara, mengenang masa lalu bersama teman-teman lama.

Istilah mudik sendiri kemungkinan berasal dari kata "udik" (desa/kampung). Istilah ini mengandung arti "pulang kampung", sebuah kegiatan yang biasanya dilakukan oleh orang-orang yang menetap di daerah perkotaan untuk mencari nafkah atau melanjutkan studi pada saat masa liburan tiba. Kita dapat mudik kapanpun, tetapi mudik dalam tulisan ini berhubungan dengan liburan yang berlangsung selama Hari Raya Islam Idul Fitri, atau Lebaran. Mudik Lebaran selalu membawa dampak bagi keadaan lalu-lintas Indonesia.

Mudik adalah sebuah momentum bagi orang yang melakukannya untuk meluangkan waktu liburan di daerah asal, berjumpa dengan keluarga, kerabat, dan teman yang masih berada di tempat tersebut. Waktu mudik sangat tepat untuk mempererat kembali tali persaudaraan setelah sekian lama tidak saling berjumpa karena kesibukan masing-masing. Pada saat Lebaran mudik menjadi salah satu keinginan bagi orang yang telah sekian lama merantau di tempat lain guna mencari nafkah atau belajar. Kesempatan mudik adalah sebuah kesempatan yang sangat ditunggu-tunggu. Orang seperti rela melakukan apa saja untuk dapat mudik pada waktu Lebaran.

Beberapa tahun belakangan ini peristiwa mudik telah menyebabkan timbulnya masalah serius dalam bidang transportasi, khususnya transportasi darat. Banyaknya kendaraan dan penumpang membuat jalan semakin padat dan macet. Jalan-jalan di Indonesia seperti tidak mampu menampung beban yang berlebihan ini, terutama di kota-kota besar. Keberadaan petugas lalu-lintas sepertinya tidak seimbang dengan jumlah kendaraan dan penumpang yang berada di jalan sehingga lalu lintas menjadi semrawut dan tak terkendalikan. Terlalu banyaknya kendaraan pribadi juga menyumbang kemacetan jalan raya.

Satu hal lagi yang menyebabkan kemacetan pada saat Mudik Lebaran ialah paham sentralistik dari sebagian masyarakat Indonesia. Sebagian orang masih menganggap Jakarta sebagai tempat paling ideal untuk mencari nafkah atau mengembangkan karir. Akibatnya, banyak orang menuju ke Jakarta sehingga kota ini terpadati oleh penduduk. Masalah timbul ketika terjadi mudik. Tanpa penjelasan yang lebih lanjut, pembaca pasti telah mengetahui bagaimana skenarionya.

17 August 2011

Bundesliga, Week 2

Klaas, hattrick hero (Bongartz)
HOFFENHEIM v BORUSSIA DORTMUND 1-0
Venue:
Goal: Salihovic 9"
Yellow cards: Salihovic, Goetze, Beck, Mlapa, Obasi
HOFFENHEIM Tom Starke, Fabian Johnson (Dominik Kaiser), Andreas Beck, Isaac Vorsah, Marvin Compper, Edson Braafheid, Sebastian Rudy, Roberto Firmino (Sven Schipplock), Sejad Salihovic (Peniel Mlapa), Chinedu Obasi, Ryan Babel.
DORTMUND Roman Weidenfeller, Lukasz Piszczek, Chris Loewe, Felipe Santana, Mats Hummels, Mario Goetze (Jakub Blaszczykowski), Sven Bender, Ilkay Guendogan (Ivan Perisic), Shinji Kagawa (Mohamed Zidan), Robert Lewandowski.

VfL WOLFSBURG v BAYERN MUENCHEN 0-1
Venue: Volkswagen Arena
Goal: Gustavo
Yellow cards: Kroos, Lahm, Rafinha
WOLFSBURG Diego Benaglio, Marco Russ, Simon Kjaer, Marcel Schaefer, Josue, Christian Traesch, Makoto Hasebe, Patrick Ochs (Ashkan Dejagah), Hasan Salihamidzic (Koo Jae-Cheol), Patrick Helmes (Srdjan Lakic), Mario Mandzukic.
BAYERN Manuel Neuer, Philipp Lahm, Jerome Boateng, Holger Badstuber, Rafinha, Toni Kroos (Ivica Olic), Bastian Schweinsteiger, Luiz Gustavo, Thomas Mueller (Takashi Usami (Daniel van Buyten)), Franck Ribery, Mario Gomez.

SCHALKE 04 v FC KOELN 5-1
Venue: Veltins Arena
Goals: Podolski 12", Huntelaar 42", Huntelaar 47", Holtby 48", Raul 59", Huntelaar 84"
Yellow cards: Lanig, McKenna, Roshi
SCHALKE Ralf Faehrmann, Christoph Metzelder (Kyriakos Papadopoulos), Marco Hoeger, Christian Fuchs, Benedikt Hoewedes, Lewis Holtby, Joel Matip, Julian Draxler, Jan Moravek (Jose Manuel Jurado), Klaas-Jan Huntelaar, Raul (Ciprian Marica).
KOELN Michael Rensing, Pedro Geromel, Christian Eichner, Kevin McKenna, Miso Brecko, Adil Chihi (Christian Clemens), Mato Jajalo (Adam Matuschyk), Slawomir Peszko (Odise Roshi), Martin Lanig, Sascha Riether, Lukas Podolski.

SC FREIBURG v MAINZ 05 1-2
Venue: badenova-Stadion
Goals: Risse, Choupo-Moting, Cisse
Yellow cards: Choupo-Moting, Risse
FREIBURG Oliver Baumann, Oliver Barth, Heiko Butscher, Mensur Mujdza, Pavel Krmas, Julian Schuster, Johannes Flum (Garra Dembele), Anton Putsila (Daniel Caligiuri), Cedrick Makiadi (Stefan Reisinger), Yacine Abdessadki, Papis Cisse.
MAINZ Heinz Mueller, Malik Fathi, Niko Bungert, Nikolce Noveski, Eugen Polanski, Andreas Ivanschitz (Julian Baumgartlinger), Marcel Risse, Marco Caligiuri, Elkin Soto (Anthony Ujah), Maxim Choupo-Moting, Sami Allagui (Jan Kirchhoff).

FC NUREMBERG v HANNOVER 96 1-2
Venue: easyCredit-Stadion
Goals: Abdellaoue 16", Rausch 27", Pekhart 56"
Yellow cards: Chandler, Schaefer, Stindl, Pinto, Zieler
NUREMBERG Raphael Schaefer, Timothy Chandler, Javier Pinola, Philipp Wollscheid, Timm Klose, Markus Feulner, Timmy Simons, Almog Cohen (Jens Hegeler), Robert Mak (Christian Eigler), Alexander Esswein (Markus Mendler), Tomas Pekhart.
HANNOVER Ron-Robert Zieler, Christian Schulz, Emanuel Pogatetz, Sofian Chahed, Karim Haggui, Sergio Pinto, Konstantin Rausch (Christian Pander), Manuel Schmiedebach, Lars Stindl, Mohammed Abdoullaoue (Didier Ya Konan), Jan Schlaudraff (Moritz Stoppelkamp).

HAMBURG SV v HERTHA BERLIN SC 2-2
Venue: HSH Nordbank Arena
Goals: Petric 25", Torun 43", Heung 61", Mijatovic 88"
Yellow cards: Mijatovic, Ebert, Westermann, Aogo, Toere, Ramos
HAMBURG Jaroslav Drobny, Heiko Westermann, Dennis Diekmeier, Jeffrey Bruma, Michael Mancienne, Dennis Aogo, Eljero Elia (Marcell Jansen), Goekhan Toere, Per Skjelbred (Robert Tesche), Mladen Petric (David Jarolim), Heng Min Son.
HERTHA Thomas Kraft, Andre Mijatovic, Levan Kobiashvili, Maik Franz, Christian Lell, Peter Niemeyer (Nikita Rukavytsya), Tunay Torun (Pierre-Micel Lasogga), Raffael, Adrian Ramos.

BORUSSIA MOENCHENGLADBACH v VfB STUTTGART 1-1
Venue: Stadion im Borussia-Park
Goals: Daems 67", Cacau 71"
Yellow cards: Molinaro, Bobadilla, Brouwers, Kvist, Jantschke
Red card: Brouwers (2nd yellow)
M'GLADBACH Marc-Andre ter Stegen, Tony Jantschke, Roel Brouwers, Dante, Filip Daems, Marco Reus, Juan Arango, Havard Nordtveit, Roman Neustaedter, Mike Hanke (Mathew Leckie), Raul Bobadilla (Lukas Rupp).
STUTTGART Sven Ulreich, Serdar Tasci, Cristian Molinaro, Maza, Khalid Boulahrouz, Christian Gentner (Pavel Pogrebnyak), Tamas Hajnal (Ibrahima Traore), Zdravko Kuzmanovic, William Kvist, Cacau, Martin Harnik.

KAISERSLAUTERN v AUGSBURG 1-1
Venue: Fritz-Walter-Stadion
Goals: Moelders 9", Shechter 80"
Yellow cards: Sahan, Rodnei, Abel, Jessen, Langkamp
KAISERSLAUTERN Kevin Trapp, Rodnei, Mathias Abel, Florian Dick, Leon Jessen, Christian Tiffert, Ivo Ilicevic, Thanos Petsos, Olcay Sahan (Dorge Kouemaha), Richard Sukuta-Pasu, Itay Shechter.
AUGSBURG Simon Jentzsch, Jonas de Roeck, Paul Verhaegh, Axel Bellinghausen, Uwe Moehrle, Marcel De Jong, Lorenzo Davids (Hajime Hosogai), Jan-Ingwer Callsen-Bracker, Marcel Ndjeng (Sebastian Langkamp), Daniel Baier (Akaki Gogia), Sascha Moelders.

BAYER LEVERKUSEN v WERDER BREMEN 1-0
Venue: BayArena
Goal: Kadlec 86"
Yellow cards: Kiessling, Sokratis, Schmitz
LEVERKUSEN Bernd Leno, Michal Kadlec, Oemer Torak, Gonzalo Castro, Stefan Reinartz, Lars Bender, Sidney Sam, Michael Ballack (Simon Rolfes), Renato Augusto (Hanno Balitsch), Stefan Kiessling (Eren Derdiyok), Andre Schuerrle.
BREMEN Tim Wiese, Clemens Fritz, Sokratis, Lukas Schmitz, Per Mertesacker, Sebastian Proedl, Wesley, Aaron Hunt, Mehmet Ekici (Marko Marin), Markus Rosenberg (Marko Arnautovic), Lennart Thy (Claudio Pizarro).

16 August 2011

Determining 'Fixed' Colors for Indonesian Flag


A unique thing has been lingering in minds about an idea of determining  RGB (red-green-blue) and CMYK (cyan-magenta-yellow-black) models for Indonesian flag colors. So far most Indonesian people only know that the country has national colors of RED and WHITE, illustrated in the national RED and WHITE, with the former is placed above the latter.

Although RGB and CMYK color models are probably simply determinants of a color in numbers, fixed colors may be important to show national uniqueness. It would be an interesting idea to seize debates on RED and WHITE used by Indonesia and those used by other countries whose the flag contains these colors.

An interesting fact occurred in the European Football Championships (Euro) 2004, when Latvian team protested against the mistaken RED color for their home team jersey. For a flag becomes part of nation's pride and symbol, it should be aware of putting the color models into the national agenda.

Happy Independence Republic of Indonesia.... Dirgahayu!

14 August 2011

BUNDESLIGA 2011/2012 Results, Week 1

BORUSSIA DORTMUND V HAMBURG SV 3-1
Venue: Signal Iduna
Goals: Grosskreutz 17", Goetze 29", Grosskreutz 48", Tesche 79"
Yellow cards: Mancienne, Kacar, Rincon, Lewandowski
DORTMUND Roman Weidenfeller, Felipe Santana, Chris Loewe (Ivan Perisic), Likasz Piszczek, Mats Hummels, Sven Bender, Kevin Grosskreutz, Ilkay Guendogan, Mario Goetze (Jakub Blaszczykowski), Robert Lewandowski, Shinji Kagawa (sebastian Kehl).
HAMBURG Jaroslav Drobny, Heiko Westermann, Michael Mancienne, Dennis Aogo, Dennis Diekmeier, Tomas Rincon, Gojko Kacar (Gojko Kacar), Goekhan Toere, Eljero Elia (Marcell Jansen), Mladen Petric, Paolo Guerrero (Anis Ben-Hatira).

FC KOELN v WOLFSBURG 0-3
Venue: RheinEnergieStadion
Goals: Helmes 17", Schaefer 86", Helmes 90"+3
Yellow cards: Hasebe, Novakovic, Ochs, Russ, Schaefer, Mandzukic
Red cards: Novakovic (2 yellows)
KOELN Michael Rensing, Christian Elchner (Slawomir Peszko), Miso Brecko, Kevin Pezzoni (Odise Roshi), Adil Chihi (Andrezinho), Mato Jajalo, Sascha Riether, Milivoje Novakovic, Lukas Podolski.
WOLFSBURG Diego Benaglio, Marco Russ, Simon Kjaer, Marcel Schaefer, Josue, Christian Traesch, Makoto Hasebe (Michael Schulze), Patrick Ochs (Alexander Madlung), Hasan Salihamidzic (Sebastian Schindzielorz), Patrick Helmes, Mario Mandzukic.

AUGSBURG v FREIBURG 2-2
Venue: impuls areana
Goals: Cisse 48", Moelders 54", Makiadi 55", Moelders 81"
Yellow cards: De Jong, Werner, Barth, Caligiuri, Mujdza, Flum
AUGSBURG Simon Jentzsch, Jonas De Roeck, Uwe Moehrle, Marcel De Jong, Paul Verhaegh, Lorenzo Davids (Stephan Hain), Marcel Ndjeng (Akaki Gogia), Jan-Ingwer Callsen-Bracker, Tobias Werner (Axel Bellinghausen), Daniel Baier, Sascha Moelders.
FREIBURG Oliver Barth, Heiko Butscher, Mensur Mujdza, Felix Bastians, Daniel Caligiuri (Garra Dembele), Julian Schuster, Johannes Flum, Cedrick Makiadi (Anton Putsila), Yacine Abdessadki, Papiss Cisse.

VfB STUTTGART v SCHALKE 04 3-0
Venue: Mercedes-Benz-Arena
Goals: Cacau 37", Harnik 56", Shinji Okazaki 89"
Yellow cards: Gentner, Papadopoulos
STUTTGART Svein Ulreich, Maza, Serdar Tasci, Khalid Boulahrouz, Cristian Molinaro, William Kvist, Tamas Hajnal (Shinji Okazaki), Christian Gentner, Zdravko Kuzmanovic, Cacau (Pavel Pogrebnjak), Martin Harnik (Ibrahima Traore).
SCHALKE Ralf Fahrmann, Kyriakos Papadopoulos, Marco Hoeger, Christian Fuechs, Benedikt Hoewedes, Lewis Holtby (Edu), Joel Matip (Julian Draxler), Jermaine Jones, Alexander Baumjohann (Jan Moravek), Klaas-Jan Huntelaar, Raul.

HANNOVER 96 v HOFFENHEIM 2-1
Venue: AWD Arena
Goals: Schlaudraff 15", Salihovic 18", Abdellaoue 30"
Yellow cards: Sebastian Rudy, Emanuel Pogatetz, Christian Schulz, Chinedu Obasi
HANNOVER Ron-Robert Zieler, Christian Schulz, Emanuel Pogatetz, Sofian Chahed, Karim Haggui, Sergio Pinto (Henning Hauger), Konstantin Rausch (Christian Pander), Manuel Schmiedebach, Lars Stindi, Mohammed Abdellaoue (Moritz Stoppelkamp), Jan Schlaudraff.
HOFFENHEIM Tom Starke, Fabian Johnson (Prince Tagoe), Andreas Beck, Isaac Vorsah, Marvin Compper, Edson Braafheid, Sebastian Rudy, Sejad Salihovic (Roberto Firmino), Ryan Babel (Sven Schipplock), Peniel Mlapa, Chinedu Obasi.

WERDER BREMEN v KAISERSLAUTERN 2-0
Venue: Wesserstadion
Goals: Markus Rosenberg 60", Markus Rosenberg 81"
Yellow cards: Sukuta-Pasu, Wesley, Dick
BREMEN Tim Wiese, Sokratis, Clemens Fritz, Andreas Wolf, Lukas Schmidt, Per Mertesacker, Aaron Hunt, Philipp Bargfrede (Mehmet Ekici), Marko Marin (Wesley), Markus Rosenberg, Lennart Thy.
KAISERLAUTERN Kevin Trapp, Florian Dick, Mathias Abel, Rodnei, Christian Tiffert, Leon Jessen, Olcay Sahan, Ivo Ilicevic, Richard Sukuta-Pasu (Itay Schechter), Pierre De Wit (Konstantinos Fortounis), Thanos Petsos (Martin Amedick).

HERTHA BERLIN v FC NUREMBERG 0-1

Venue: Olympiastadion
Goal: Tomas Pekhart
Yellow cards: Feulner, Niemeyer, Kobiashvili, Cohen, Esswein
HERTHA Thomas Kraft, Andre Mijatovic, Levan Kobiashvili, Malk Franz, Christian Lell, Peter Niemeyer, Andreas Ottl, Patrick Ebert (Nikita Rukavytsya), Pierre-Michel Lasogga, Tunay Torun (Raffael), Adrian Ramos.
NUREMBERG Raphael Schaefer, Timothy Chandler, Javier Pinola, Philipp Wollscheid, Timm Klose, Markus Feulner (Daniel Didavi), Timmy Simons, Almog Cohen, Markus Mendler (Jens Hegeler), Tomas Pekhart, Christian Eigler (Alexander Esswein).

FSV MAINZ 05 v BAYER LEVERKUSEN 2-0
Venue: Coface Arena
Goals: Sami Allagui 32", Oemer Toprak (own goal) 86"
Yellow cards: Svensson, Augusto, Polanski
MAINZ Heinz Mueller,Zdenek Pospech, Nikolce Noveski, Bo Svensson (Niko Bungert), Andreas Invanschitz (Jan Kirchhoff), Marcel Risse, Marco Caligiuiri, Elkin Soto, Zoltan Stieber (Maxim Choupo-Moting), Eugen Polanski, Sami Allagui.
LEVERKUSEN Fabian Giefer, Oemer Toprak, Stefan Reinartz, Michal Kadlec, Daniel Schwaab, Simon Rolfes (Nicolai Joergensen), Sidney Sam, Renato Augusto (Stefan Kiessling), Lars Bender, Eren Derdiyok, Andre Schuerrle.

BAYERN MUENCHEN v BORUSSIA MOENCHENGLADBACH 0-1
Venue: Allianz Arena
Goal: de Camargo 62"
Yellow card: de Camargo
BAYERN Manuel Neuer, Philipp Lahm, Jerome Boateng (Nils Petersen), Holger Badstuber, Rafinha, Bastian Schweinsteiger, Luiz Gustavo, Toni Kroos (Franck Ribery), Thomas Mueller, Arjen Robben, Mario Gomez.
M'GLADBACH Marc-Andre ter Stegen, Tony Jantschke (Torben Marx), Roel Brouwers, Dante, Filip Daems, Marco Reus (Lukas Rupp), Juan Arango, Havard Nordtveit, Roman Neustaedter, Mike Hanke (Patrick Hermann), Igor de Camargo.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.