Pages

6 February 2010

Sepakbola Afrika Bukan Lagi Kuda Hitam

Dari satu ke lain Piala Dunia banyak pengamat menilai sepakbola Afrika dipenuhi tim-tim kejutan; sepakbola selalu melahirkan tim kuda hitam. Jarang orang yang memandang bahwa mereka lebih dari itu. Padahal, jika kita menyimak perjalanan para wakil zona CAF, prestasinya memuaskan dan konsisten. Paling tidak sejak Piala Dunia 1986 di Meksiko, wakil Afrika membuktikan diri mampu lolos ke babak 16 besar. Empat tahun sebelum edisi Meksiko, pada tahun 1982 Aljazair telah memelopori tradisi kemenangan tim-tim Afrika dengan menaklukkan salah satu tim unggulan, Jerman Barat. Mereka hampir saja lolos ke fase berikutnya. Maroko pada Piala Dunia 1986 berbicara lebih banyak dengan membuka tradisi baru: Afrika selalu menempatkan tim ke babak 16 besar. Tradisi ini selanjutnya dipelihara dengan baik secara berturut-turut oleh Kamerun, Nigeria, Senegal, dan Ghana dalam empat Piala Dunia terakhir.

Fakta di atas menunjukkan bahwa sepakbola Afrika telah mencapai konsistensi. Hasil yang dicapai dalam lima Piala Dunia terakhir membuktikan bahwa Afrika bukan lagi kekuatan minoritas yang sekedar mengejutkan sepakbola Dunia. Maka dari itu, kawasan ini tidak tepat lagi dijuluki sebagai kuda hitam. Afrika telah mencapai tingkat perkembangan sepakbola yang luar biasa. Benua ini mengalami kemajuan yang lebih merata dibandingkan Asia, Oceania, Amerika Utara, bahkan Amerika Selatan. Jika kekuatan sepakbola Amerika Masih didominasi oleh Meksiko dan Amerika Serikat, Amerika Selatan oleh Brasil dan Argentina, dan Asia/Oseania masih seputar Korea Selatan, Arab Saudi (yang tidak lolos dalam turnamen tahun ini), Jepang, dan Australia, maka Afrika mengalami perkembangan yang lebih baik. Mereka mewakilkan Negara yang berbeda. Pada tiap Piala Dunia, muncul tim baru. Diam-diam persaingan di Zona CAF lebih ketat dibandingkan zona Concacaf, AFC, OFC, dan Conmebol.

Dari raihan prestasi selama dua dekade terakhir Afrika layak kita tempatkan sebagai salah satu unggulan, sejajar dengan Amerika Selatan dan Eropa. Sudah saatnya kita mengubah pandangan tentang sepakbola Afrika.

Lain daripada itu, benua ini sebenarnya menyumbang sumber daya bermutu tinggi bagi liga-liga Eropa sebagai kawasan paling maju industri sepakbola dunia. Liga-liga papan atas tidak terlepas dari kontribusi para bintang Afrika sejak zaman Rabah Madjer hingga Samuel Eto’o. Lebih jauh lagi, jika dirunut sampai ke akar sejarahnya, Afrika telah ikut mewarnai perkembangan sepakbola dunia. Ademir, Leonidas, Jairzinho, Pele, Eusebio, Fontaine sampai dengan Zidane, memiliki darah Afrika. Mereka semua adalah orang hebat dan menjadi ikon sepakbola dunia.

Penilaian tentang sepakbola Afrika selama ini tampaknya dihubungkan dengan kedudukan social-politik bangsa Afrika. Julukan sebagai kuda hitam atau tim kejutan semata berasal dari sudut pandang tim-tim yang telah memiliki tradisi bagus di Piala Dunia, atau kita kenal dengan sebutan the Big Boys. Oleh karena itu, sebutan kuda hitam memiliki cakupan yang sangat sempit. Ketika Aljazair mengalahkan Jerman Barat pada Piala Dunia 1982, orang boleh menganggapnya sebagai kejutan. Akan tetapi, jika kemudian wakil-wakil lain dari Afrika secara konstan lolos dari penyisihan grup, maka kita tidak dapat lagi memandang mereka dengan sebelah mata.

Kita harapkan bahwa kepercayaan FIFA menunjuk CAF dan Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010 bukan sekedar untuk memeratakan jatah tuan rumah berdasarkan letak geografis, akan tetapi sebagai bukti pengakuan dunia bahwa Afrika adalah salah satu kekuatan utama sepakbola dunia.

Gangguan Renal Akut

Acute Renal Failure (ARF) ditandai dengan penurunan secara mendadak kadar filtrasi glomerular (GRF) dan alternasi kemampuan ginjal untuk mengeluarkan racun harian (Bagan 39-2). Kejadian ARF dapat berhubungan dengan penurunan produksi urin (oliguria, dengan produksi kurang dari 500 ml dalam waktu 24 jam), ataupun dengan aliran urin yang normal. Gangguan ini biasanya menyerang ginjal yang sebelumnya sehat/tidak terkena gangguan apapun. Durasinya berbeda-beda dari beberapa hari hingga beberapa pekan. Penyebab ARF sangat bermacam-macam, dan sering ada beberapa yang terjadi secara bergantian (Boks 39-1). Secara garis besar, penyebab terjadinya ARF dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu: (1) kurangnya perfusi renal (prerenal), (2) penyakit yang terjadi pada parenkima renal (intrinsic), dan (3) obstruksi (postrenal). Biasanya, jika dilakukan pemeriksaan dengan diagnosis yang cermat saat terjadi prerenal dan obstruksi, ARF tidak akan berumur panjang dan tidak memerlukan intervensi nutrisi khusus.

ARF intrinsik dapat disebabkan oleh asupan obat-obatan yang mengandung racun, alergi sebagai reaksi terhadap obat-obatan, glomerunefritis yang sangat progresif, atau terlalu lamanya episode iskemia yang menyebabkan nekrosis tubular akut iskemik. Dari kesemua penyebab ini, pasien merasakan kesakitan karena adanya komplikasi infeksi yang berlebihan, trauma berat, kecelakaan saat dioperasi, atau shock karediogenik.
Penanganan klinis berikut hasilnya sangat bergantung pada penyebabnya. Pasien penderita ARF yang disebabkan oleh konsumsi obat yang mengandung racun biasanya akan benar-benar pulih sehat setelah berhenti mengkonsumsi obat dimaksud. Sementara itu, angka kematian pasien penderita nekrosis tubular akut iskemik yang disebabkan oleh shock mencapai sekitar 70%. Pada umumnya, pasien tersebut sangat katabolik, serta menderita kerusakan jaringan ekstensif pada tahap-tahap awal timbulnya penyakit. Untuk mengurangi terjadinya nekrosis, diperlukan hemodialisis. Hemodialisis ini berguna untuk mengurangi asidosis, memperbaiki uremia, dan mengontrol hiperkalemia.

Jika gejala pemulihan telah ditemukan, maka pemulihan ini akan memakan waktu 2-3 pekan. Tahap pemulihan (diuretik) pertama-tama ditandai oleh kenaikan output urin dan selanjutnya oleh kembalinya eliminasi racun dalam tubuh. Selama periode ini, dialisis masih diperlukan dan perhatian yang cermat harus diberikan terhadap keseimbangan cairan dan elektrolit.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.