Pages

11 December 2010

WikiLeaks: 'Psy War" Arab Saudi terhadap Iran

WikiLeaks mengabarkan dari Timur Tengah adanya rencana penyerangan secara psikologis terhadap pihak Iran oleh pihak Amerika Seriat. Demikian diberitakan oleh seorang pejabat teras militer Iran berpangkat jenderal yang dilansir oleh FARS News Agency, sebuah kantor berita tidak resmi negara teluk Persia tersebut.

Mengutip pernyataan Jenderal Massoud Jazayeri, wakil komandan Islamic Revolution Guards Corps, FARS memberitakan bahwa WikiLeans adalah sebentuk gerakan politis dan perang psikologis yang asal-muasalnya dapat ditelusuri hingga pemerintahan Amerika Serikat. WikiLeaks menerbitkan 250.000 dokumen rahasia Amerika Serikat yang memuat pemberitaan bahwa Raja Abdullah dari Arab Saudi mendesak Amerika Serikat untuk menyerang Iran dengan target utama menghentikan program reaktor nuklir negara tersebut. Raja Abdullah mengancam bahwa jika Iran tetap membangun nuklirnya, maka negara-negara kawasan tersebut juga ingin bertindak serupa.

Sementara itu Iran menyatakan bahwa tidak ada satupun negara Arab yang merasa terganggu oleh program nuklir mereka. Seperti yang dikemukakan oleh Saeed Jalili, yang merupakan negosiator utama masalah nuklir, bahwa hubungan kekerabatan antarbangsa Arab sangatlah erat dan Iran telah menjalin hubungan yang harmonis dengan negara-negara tetangganya tersebut. Jalili menambahkan bahwa usaha-usaha untuk memutus hubungan yang baik ini tidak akan pernah berhasil. Jalili mengemukakan pendapatnya dalam perundingan bersama Amerika Serikat, Cina, Prancis, Rusia, Inggris dan Jerman, dan negara-negara tersebut sangat perhatian terhadap upaya pembangunan nuklir di negara Iran.

Pekan ini, kepala Atomic Energy Organization Iran melalui media pemerintah mengemukakan bahwa pemerintah Iran telah mulai kegiatan produksi uranium untuk mendukung program nuklir tersebut.

Terkait dengan bocoran pemberitaan WikiLeaks ini, Presiden Mahmoud Ahmadinejad mengklaim bahwa Amerika Serikat telah merilis sejumlah dokumen yang ditujukan untuk kepentingan mereka dan berdampak politis. Ahmadijenad menandaskan bahwa pemerintah Amerika Serikat menerbitkan dokumen tersebut dan membuat keputusan berdasarkan dokumen yang mereka keluarkan. "Dokumen-dokumen itu tidak memiliki nilai hukum dan tidak akan berdampak politis apapun. Mereka tidak akan memperoleh hasil apa-apa dari aksi mereka," tambah Ahmadinejad. Pekan sebelumnya, Menteri Luar Negeri Ramin Mehmanparast menganggap bocoran rahasia dari WikiLeaks sebagai akal-akalan belaka dan penuh kebohongan.

Sumber: CNN.com

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.