Pages

18 December 2010

Cintai Bangsa dengan Bahasa Inggris

Judul yang sekilas tampak tidak relevan. Bagaimana mungkin mencintai bangsa memiliki hubungan dengan Bahasa Inggris? Bukankah kita memiliki bahasa sendiri, Bahasa Indonesia? Ya, tepat sekali bahwa Indonesia, Nusantara tercinta kita ini kaya akan bahasa yang terpadu dalam satu penghantar komunikasi antaretnis bernama Bahasa Indonesia. Bahkan bahasa kita telah dipelajari oleh bangsa lain, dijadikan salah satu mata pelajaran yang dipelajari oleh penduduk setempat, misalnya di Vietnam, Thailand, bahkan hingga sejauh kota Koeln di Jerman sana. 

Bahasa Inggris sebagai sarana untuk mencintai bangsa sendiri mengandung maksud bahwa dengan memiliki keahlian berbahasa Inggris, orang Indonesia dapat menjadi duta bangsa dalam arena internasional. Duta bangsa berarti memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk membawa nama baik bangsa ke hadapan bangsa lain. 

Menyenangkan sekali jika mempelajari Bahasa Inggris dilandasi oleh kecintaan terhadap tanah air. Dengan menyadari bahwa dominasi kehidupan masa kini berasal dari bangsa asing, terkhusus melalui Bahasa Inggris, maka tidaklah bijaksana bilamana seseorang belajar Bahasa Inggris hanya demi memenuhi keinginan pribadinya. Membahagiakan sekali jika kita mendengar seseorang yang mahir berbahasa Inggris, berkesempatan melancong ke luar negeri sambil membawa oleh-oleh pengalaman dari sana namun orang itu juga meninggalkan kesan yang manis tentang Indonesia bagi orang-orang yang berada di sana. 

Bagaimanakah kita dapat mencapai tahap ini? Tak lain caranya ialah dengan menjadikan Bahasa Inggris lebih menarik untuk dipelajari. Misalnya, dengan Bahasa Inggris kita akan mengetahui cara mengatasi pencemaran air, cara bercocok tanam yang lebih menguntungkan, menghemat konsumsi energi, dan sebagainya. Hal ini didasari oleh kenyataan bahwa teknologi-teknologi masa kini berasal dari luar negeri dan bahasa yang paling memungkinkan sebagai “jembatan penghubung” pengetahuan-pengetahuan di atas ialah Bahasa Inggris. Meskipun sekarang telah marak promosi bahasa lain di sekitar kita, namun kedudukan Bahasa Inggris belum tergoyahkan. 

Berbahasa Inggris demi cinta kita kepada bangsa berarti pula membawa serta Bahasa Inggris sebagai modal untuk memasyarakatkan budaya kita kepada bangsa lain. Budaya di sini bukan sebatas kesenian, melainkan tata cara, adat-istiadat, bahkan memberikan “umpan balik” kepada bangsa lain untuk mempelajari Bahasa Indonesia. Dari sini akan tercipta sebuah “diaspora”, sebuah “trade-off” (pertukaran) yang saling menguntungkan. 

Terakhir, Bahasa Inggris menjadi perekat cinta kita kepada bangsa mengandung arti bahwa kemahiran kita dalam berbahasa Inggris diharapkan membawa perubahan yang berarti bagi reputasi bangsa Indonesia di mata dunia.
Untuk mencapai target ini maka kita perlu mengubah pandangan kita tentang pentingnya belajar Bahasa Inggris: dari pandangan untuk memenuhi kebutuhan pribadi menuju pandangan untuk ikut mengangkat harkat dan martabat bangsa. Semboyan yang harus kita tanamkan ialah “Kuasai Bahasa Inggris – Taklukkan Dunia!” 

Artikel ini didukung oleh belajar hipnotis

1 comment:

Tiyo said...

Terima kasih kepada Belajar Inggris Net yang telah memilih tulisan ini sebagai salah satu pemenang LOMBA MENULIS BLOG BELAJARINGGRIS.NET 2010.

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.