Pages

4 October 2010

Wawasan Nusantara

Tiap bangsa memiliki cita-cita baik secara tersurat maupun secara tersirat. Cita-cita adalah pemberi semangat hidup, jiwa kehidupan dan tujuan nasional suatu bangsa.

Konsep Wawasan Nusantara

Konsepsi Wawasan Nusantara muncul sejak penandatanganan Deklarasi Djuanda. Di dalam deklarasi ini tercantum hal-hal sebagai berikut: a. Lebar laut wilayah Indonesia adalah 12 mil; b. Bentuk geografis Indonesia ialah negara kepulauan dengan sifat dan corak tersendiri.

Indonesia memerlukan sebuah doktrin yang menyatukan visi konsepsi dan kewilayahan. Maka dari itu dirumuskanlah Undang-Undang No. 4/PERPU tahun 1960. Penetapan Wawasan Nusantara sebagai visi nasional berperan untuk membimbing dan menciptakan rambu-rambu yang menyamakan pandangan bangsa serta perjuangan bangsa untuk mengisi kemerdekaan. Melalui usaha ini bangsa Indonesia berjuang untuk mempertahankan kelangsungan hidup, keutuhan wilayah dan jati diri bangsa.
Unsur Dasar Konsepsi Wawasan Nusantara dipengaruhi oleh. Terdapat tiga faktor penting yang mendasari konsepsi Wawasan Nusantara, yakni: geografi, geopolitik, dan geostrategi.

Ajaran Dasar Nusantara

Berdasarkan Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia tahun 1993 dan 1999 tentang Garis-garis Besar Haluan Negara wawasan nusantara diartikan sebagai "cara pandang Indonesia mengenai diri sendiri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta wilayah di dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Hakikat Wawasan Nusantara

Setiap warga negara harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh demi kepentingan bangsa.

Asas Wawasan Nusantara

Adanya persatuan, kesatuan dan kebhinekaan dalam kepentingan, keadilan, kejujuran, solidaritas, kerjasama dan kesetiaan pada kesepakatan bersama.

Arah Pandang

Arah pandang ke dalam (berusaha agar persatuan dan kesatuan negara tetap utuh) dan arah pandang ke luar (mengamankan kepentingan nasional demi tujuan nasional).

Kedudukan, fungsi dan tujuan

Kedudukan: ajaran yang diyakini kebenarannya untuk mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional. Kedudukan ini sekaligus menjadi paradigma nasional bangsa Indonesia.
Fungsi: pedoman, motivasi serta aturan dalam menentukan segala kebijakan bagi penyelenggaraan negara.
Tujuan: mewujudkan rasa nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pelaksanaan Wawasan Nusantara

a. Sebagai pancaran falsafah nusantara;
b. Sebagai pembangunan nasional (meliputi kesatuan politik, kesatuan ekonomi, kesatuan sosial-budaya dan kesatuan pertahanan keamanan;
c. Penerapan wawasan nusantara (jelas antara batas wilayah negara satu dengan lainnya, perluasan wilayah menambah kekayaan sumber daya alam, pemerataan pendidikan di seluruh wilayah nusantara dan kesiagaan seluruh rakyat untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan negara;
d. Hubungan Wawasan Nusantara dengan ketahanan nasional (Keberhasilan pembangunan akan meningkatkan kondisi kehidupan nasional dan akan tercipta ketahanan yang kuat. Ketahanan yang kuat akan mendukung adanya perwujudan cita-cita dan tujuan nasional).

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.