Pages

2 September 2010

Pengaruh Excellence Initiative bagi Universitas di Negara Jerman

Diterjemahkan oleh Tiyo Widodo dari jurnal yang ditulis oleh Dr. Tim H. Stuchtey, Senior Fellow in Residence, American Institute for Contemporary German Studies (AICGS)

Sekitar akhir tahun 2003, dua pemerintahan yang berpengaruh di negara Jerman saat itu, yakni red government dan green government, mengemukakan pendapat ke pada publik bahwa Jerman memerlukan sekurang-kurangnya satu “universitas elite” yang diakui oleh dunia internasional. Pendapat ini mengawali pembahasan di dalam pemerintahan federal Jerman dan antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian tentang usulan yang mereka namakan Excellence Initiative. Melalui program Excellence Initiative ini, universitas-universitas unggulan Jerman berlomba untuk menjadi yang terbaik dan berhak untuk mendapatkan penghargaan atas inovasi dan inisiatif yang mereka hasilkan. Usulan tersebut disampaikan pada bulan Juni 2005. Setelah program Excellence Initiative berlangsung selama dua tahun, muncul ide untuk menganilisis dan mempertanyakan layout dari kompetisi Excellence Initiative tersebut berikut pengaruhnya bagi sistem pendidikan tinggi. Selanjutnya, para ahli juga memandang perlu untuk menguji konsekuensi yang kemungkinan akan terjadi jika Excellence Initiative dipertahankan keberadaannya.

Sasaran politis dari Excellence Initiative adalah untuk mengorbitkan sekurang-kurangnya satu universitas dari Jerman ke jajaran peringkat internasional, seperti “Times Higher Education Supplement (THES).” Hasil awal dari buah pemikiran Excellence Initiative adalah terbentuknya sebuah konsensus di negara Jerman bahwa riset papan atas, termasuk keberadaan institusi dan pendidikan, harus diperjuangkan oleh negara tersebut. Singkatnya, dengan pencantuman istilah “elite” atau “universitas elite” menjadi sesuatu yang bebas untuk diperjuangkan di dalam dinamika politik negara Jerman. Perkembangan ini adalah yang pertama kali sejak tahun 1968. Akan tetapi, kesesuaian antara harapan dan realisasi Excellence Initiative pada awal berjalannya program tersebut masih dipertanyakan.

After one and a half years of troublesome discussions, a compromise was reached between federal and state governments in June 2005 and the Excellence Initiative was started.1  The official goal was set as strengthening the sciences and research in the long-run and improving its international visibility.2 For this the federal government and the states will provide a total of 1.9 billion Euros3 over six years divided into three funding lines:

Setelah melalui perdebatan dan perundingan alot selama satu setengah tahun, akhirnya tercapailah kompromi antara pemerintah federal dan pemerintah negara bagian pada bulan Juni tahun 2005 dan dari situlah Excellence Initiative dimulai.[1] Para penggagas Excellence Initiative menetapkan sasaran resmi, yakni memperkuat bidang sains dan riset dalam jangka panjang dengan memperbaiki reputasi internasional.[2] Untuk mencapai cita-cita yang diidam-idamkan, maka pemerintah federal dan pemerintah negara bagian mengalokasikan dana senilai 1,9 miliar Euro dalam kurun waktu enam tahun.[3] Dana ini dialokasikan untuk tiga lini pendanaan, yakni: Graduate School, untuk mempromosikan para periset muda; Clusters of Excellence untuk mendukung riset skala internasional pada sebuah universitas, dan Institutional Strategis untuk mempromosikan riset universitas papan atas.

Graduate Schools

Pendirian graduate school khususnya penting bagi pembangunan jangka panjang sistem pendidikan tinggi negara Jerman dan usaha untuk menarik perhatian internasional.

Clusters of Excellence

DFG (Deutsche Forschungsgemeinschaft) atau German Science Foundation, mendefinisikan clusters of excellence sebagai lokasi-lokasi universitas yang dilengkapi oleh fasilitas riset dan pelatihan yang memiliki daya saing internasional. Cara untuk dapat bersaing secara internasional ialah dengan membangun jaringan dan kerjasama ilmiah antarinstitusi yang ikut serta di dalam kegiatan riset.

Clusters of Excellence harus dimasukkan ke dalam rencana pembangunan strategis universitas dan membentuk profil universitas itu sendiri pada waktunya nanti. Clusters of Excellence juga akan menyelenggarakan kegiatan belajar dan memberikan peluang karir yang menjanjikan bagi akademisi muda. Gabungan antara clusters of excellence dan graduate schools serta strategi institusional merupakan trisula maut sasaran politis yang berfungsi untuk memperkuat status Jerman sebagai pusat sains dan teknologi serta memperbaiki reputasi negara tersebut di arena internasional.[6]


Institutional Strategies to Promote Top-level University Research

Lini pendanaan institutional strategis ialah untuk mempromosikan riset universitas papan atas. Dengan lini ini, pembiayaan menjadi lebih mudah untuk keperluan strategi pengembangan universitas yang berusaha untuk menjadi pusat riset terbaik di negara Jerman.  Saat ini terdapat sembilan universitas yang telah mampu merumuskan strategi-strategi yang rapi dan meyakinkan untuk bersaing dengan universitas-universitas riset dari negara lain dalam mempertahankan reputasi tersebut dalam jangka panjang.[7]

Pengaruh jangka pendek

Tak lama setelah Excellence Initiative dicetuskan, muncul semangat yang kuat dari dalam universitas dan pemerintah negara bagian untuk membangun pendidikan tinggi. Hal ini diperkuat dengan rencana pemerintah untuk mengalokasikan dana untuk pelaksanaan program tersebut. Para ilmuwan dan pimpinan sejumlah universitas dalam dua tahun terakhir telah berusaha ekstra keras untuk mempertajam profil institusi mereka masing-masing. Mereka berusaha menjalin kerjasama di dalam maupun di luar universitas, khususnya dengan institusi-institusi riset non-universitas, untuk menggabungkan kekuatan dan kepentingan terhadap usulan diadakannya graduate schools dan clusters of excellence. Bahkan pada lini pendanaan ketiga ini banyak usulan tentang bagaimana membongkar penghalang yang selama ini memisahkan riset universitas dari riset non-universitas.

Long-term External Effects of the Excellence Initiative

Pengaruh dari semakin kuatnya pendanaan riset dan pengembangan universitas yang membuahkan pusat-pusat riset terbaik, daya saing internasional sejumlah universitas Jerman menjadi semakin kuat.  Salah satu hasil positif dari Excellence Initiative ini ialah keberhasilan Ludwig-Maximilians-Universitaet, salah satu universitas terbesar Jerman yang berada di kota Munich, yang memiliki anggaran tahunan senilai 380 juta Euro (2004), akan mendapatkan tambahan dana senilai 38 juta Euro per tahun selama lima tahun ke depan. [8]

1 General Information on the Excellence Initiative can be found on the web pages of the Deutsche Forschungsgemeinschaft (DFG): http://www.dfg.de/en/index.html.
2http://www.dfg.de/en/research_funding/coordinated_programmes/excellence_initiative/index.htm
3 The federal government comes up with 75 percent and the states with 25percent of the amount.
4 The DFG (German Science Foundation) is somewhat the equivalent to the U.S. National Science Foundation.
5 The Science Council is an advisory body to the Federal Government and the state
governments.
6 http://www.dfg.de/en/research_funding/coordinated_programmes/excellence_initiative/graduate_schools/index.html.
7 Originally it was planned to support up to ten universities’ institutional strategies but the peers were convinced only by the proposals of the two universities in Munich and the one in Karlsruhe in the first round and of the universities of Aachen, Heidelberg, Freiburg, Konstanz, Göttingen and the Freie Universität Berlin in the second.
8 Annual budget without the Medical School.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.