Pages

31 August 2010

Mengubah Cara Penyaluran Dana Bantuan

Penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat melalui penggalangan massa tampaknya perlu dihentikan karena hampir selalu memakan korban. Berkali-kali acara penyaluran bantuan dengan cara mengumpulkan massa pada suatu tempat diwarnai dengan kericuhan karena massa berdasarkan dan berebutan. Keadaan yang tidak terkendali ini merupakan cermin dari ketidakmampuan pelaksana peduli sosial di dalam mengatur jalannya acara. Sementara itu, masyarakat juga kesulitan untuk menerapkan prinsip tertib dan teratur.

Fakta yang sering kita jumpai hendaknya menyadarkan pihak pemberi bantuan untuk mengubah cara. Niat yang sedianya mulia justru sering berujung kericuhan. Hal ini karena kemampuan pengendalian kedua pihak (pemberi dan penerima bantuan) masih sangat rendah.

Penyaluran bantuan dengan cara mengunjungi tiap rumah warga akan lebih efektif dan tepat sasaran. Untuk menghindari kesenjangan maka pelaksana wajib melakukan pendataan yang cermat siapa saja yang layak dibantu. Selain itu, pelaksana sebaiknya tidak mengumumkannya sehingga masyarakat lebih tenang. Penyaluran bantuan lebih baik dilakukan secara mendadak dan jangan gembar-gembor kepada target penerima bantuan.

Silence is golden; penyaluran secara diam-diam akan lebih tertib sehingga korban dapat dihindarkan.  Di atas itu semua, pihak yang menerima bantuan harus memahami apakah aksi peduli sosial itu murni untuk  untuk membantu atau memuat tujuan lain, misalnya, ingin meraih simpati publik bahwa mereka peduli dengan cara menghimpun massa sebanyak-banyaknya. Terbukti cara ini tidak efektif, membuat malu warga, dan bahkan mempermalukan bangsa.


Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.