Pages

30 March 2010

The Sides of Adolf Hitler

Adolf Hitler termasuk siswa paling cerdas saat duduk di bangku sekolah dasar. Ia cepat tanggap dengan pelajaran. Guru pertamanya, Karl Mittermaier, memberikan "nilai baik untuk semua pelajaran". Kelak pada saat Hitler menjadi Kanselir tahun 1939, sekolah ini dikunjunginya. Hitler menyempatkan diri untuk duduk di bangku tempat ia dulu duduk, tempat dulu ia belajar menulis dan membaca. Sekolah itu akhirnya ia pugar sehingga berubah menjadi sebuah bangunan yang anggun dan indah.

Hitler keluar dari sekolahnya di Steyr pada bulan September 1905 karena harus ikut ibunya pindah rumah ke Linz. Kala itu Hitler berusia 16 tahun. Bulan Mei 1906 adalah pertama kali Hitler berkunjung ke Kota Wina dan tinggal di sana bersama saudara perempuannya selama 2 bulan, kemudian kembali lagi ke kota Linz. Pada musim gugur tahun 1907 ia pergi lagi ke Wina dan tinggal di sana, tepatnya di sebuah rumah yang beralamat di No.27 Meidemannstrasse dan mendaftarkan sekolah di Vienna Academy of Fine Arts jurusan arsitektur. Namun, nasib tidak berpihak padanya karena ia tidak diterima di Akademi tersebut. Hitler kemudian pulang ke Linz; saat ia pulang ibunya sedang jatuh sakit. Pada tanggal 21 Desember 1907 ibu Hitler meninggal dunia. Bulan Pebruari 1908 Hitler kembali lagi ke Wina untuk kesekian kali dan tinggal bersama seorang teman, beralamat di No.29 Stumpergasse. Bulan Nopember 1908, Hitler tidak lagi mampu membayar sewa rumah, sehingga meninggalkan rumah tersebut, sampai ketika musim semi 1909 ia pulang ke alamat lama, Meidemannstrasse. Hitler menjadi orang yang memiliki banyak alamat rumah, namun Meidemannstrasse menjadi rumah yang paling lama ia tempati, yakni sampai dengan tahun 1913. Pada tahun ini Hitler pindah ke Munich untuk menghindar dari wajib militer yang diselenggarakan oleh angkatan bersenjata Austro-Hungaria.

Adolf memiliki perawakan sedang. Fisiknya jauh dari gagah dan kuat. Kesehatannya juga agak menghawatirkan. Ia harus menjalani pemeriksaan kesehatan selama musim semi pada saat tinggal di Linz. Hitler sering menderita sakit batuk. Dengan kata lain, Hitler memiliki paru-paru yang lemah.

Bakat orator Adolf Hitler ternyata telah dibina sejak usia belia. Ia suka berbicara, bahkan tanpa jeda. Kadang-kadang ia berfantasi secara berlebihan. Hitler memiliki kebiasaan menegaskan kata-katanya dengan bahasa tubuh. Saat membicarakan tentang hal-hal kesukaannya, seperti jembatan yang melintasi Sungai Danube, pemugaran Museum atau stasiun kereta api bawah tanah yang ia idam-idamkan untuk kota Linz, Hitler begitu bersemangat.

Perilaku Hitler muda tergolong menyenangkan. Ia jarang melakukan tindakan yang melanggar. Ia juga seorang yang menyukai kerapian, seperti menata sprei dan melipat pakaian sebaik mungkin. Ia sangat menghargai penampilan diri; setidaknya sebaik mungkin membawa diri di hadapan orang lain. Satu hal yang kurang ialah bahwa Hitler bukan berasal dari keluarga borjuis, sehingga penampilannya tidak mencolok dan minim perhatian.

Adolf sangat menyukai seni. Bahkan ia rela untuk tidak makan ketimbang absen menonton teater dan pertunjukan seni. Selama tinggal di Wina, ia tidak memiliki banyak uang, bahkan kekurangan. Namun, kekurangan finansial itu tidak ia risaukan. Hitler bukan peminum dan bukan pula perokok. Ia suka minum susu dan makan roti.

Hitler suka berjalan kaki ke mana pun ia pergi. Ia betah berjalan selama berjam-jam tanpa merasa capek. Hampir semua tempat di kota Linz pernah ia jelajahi. Cintanya kepada alam sekitar sangat terlihat, namun hal itu tidak terlalu ia tonjolkan kepada orang lain.

Referensi: The Young Hitler I Know (August Kubycek)

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.