Pages

25 January 2010

Rencana Bisnis Perusahaan

Mengetahui siapa yang menuliskan rencana bisnis Untuk mengantisipasi proses penyusunan rencana bisnis kita akan bergantung pada struktur yang menjadi ciri khas perusahaan yang kita tempati. Jika perusahaan kita adalah kita sendiri, maka kitalah yang menuliskan rencana bisnis perusahaan tersebut. (Meskipun terkadang kita perlu seorang konsultan guna membantu dalam sejumlah hal.) Jika perusahaan kita kecil dan lapisan manajemennya sedikit, maka barangkali kita masih sanggup menangani sebagian besar urusan yang terkait dengan penyusunan rencana bisnis. Akan tetapi, kita mungkin akan terlalu membebani anggota tim manajemen perusahaan dengan banyak hal -- dan kadangkala ide-ide dari manajer bagian lain yang sekiranya dapat membantu kelancaran proses akan menjadi alternatif yang menguntungkan. (Dalam situasi seperti ini, keberadaan seorang konsultan tetaplah penting karena ia akan berperan sebagai orang yang memiliki keahlian khusus dalam menyusun rencana kerja, yakni dengan membantu pekerjaan secara garis besar.) Jika perusahaan kita besar dan sumber dayanya banyak, maka kita dapat menugaskan anggota staf atau departemen yang khusus menangani perencanaan strategis atau pengembangan bisnis strategis. Manfaatkanlah sumberdaya ini namun tetaplah berperan sebagai pihak yang paling menentukan dalam organisasi. Inilah yang kita sebut sebagai rencana perusahaan kita. Meskipun kita menyerahkan tanggung jawab perencanaan kepada orang lain, namun tidak berarti bahwa kita harus lepas tangan dari proses yang sedang berlangsung. Dalam "Marshal Your Resources," kita dapat mempelajari kiat-kiat terbaik untuk merencanakan dan menjalankan rencana bisnis. Cara mengubah ide menjadi realita Apapun yang kita putuskan untuk dijalankan, kita akan memerlukan langkah-langkah berikut ini untuk mengubah rencana bisnis dari sekedar ide menjadi sesuatu yang nyata: -Kembangkan strategi. Kita tidak dapat menuliskan rencana strategis tanpa memiliki strategi bisnis. Gunakan kesempatan ini untuk mengembangkan, memantapkan, atau mengartikulasikan strategi jangka-panjang perusahaan. -Menghimpun fakta-fakta. Sebuah rencana bisnis harus disusun berdasarkan informasi yang jelas. Sebelum menuliskan rencana, kita perlu menghimpun fakta-fakta dan angka-angka pasar, termasuk diantaranya, bilamana mungkin, informasi tentang para pesaing kita nanti. Mempelajari audiens Kesalahan paling fatal sebagian besar perusahaan pada saat menyusun sebuah rencana bisnis ialah menuliskan rencana tersebut tanpa disertai dengan penentuan target audiens yang jelas. Perusahaan-perusahaan yang bersikap seperti ini memang dapat mengikuti semua aturan dan semua tahapan, namun apa yang mereka rancang masih bersifat generik atau terlalu luas sehingga tidak memahami sasaran apa yang sesungguhnya mereka proyeksikan. Akan lebih baik jika sebuah perusahaan mengetahui terlebih dulu siapa atau untuk pihak mana rencana bisnis dibuat (dan sekaligus mengapa) sehingga perusahaan tersebut dapat menyusun rencana demi menarik audiens tertentu. Jika perusahaan telah mengetahui target audiens yang pasti, maka perusahaan tersebut akan dapat mengetahui pula audiens mana saja yang tidak perlu dijadikan target (karena audiens yang tidak masuk dalam target tersebut telah tahu, atau bahkan tidak akan peduli dengan rencana perusahaan) dan apa yang sebaiknya mempersiapkan segala sesuatu yang sekiranya diburu oleh target audiens (sesuai harapan atau minat audiens). Jika perusahaan telah mengetahui audiensnya, maka perusahaan tersebut akan mengetahui apakah rencana yang disusunnya harus bersifat jangka panjang, sederhana atau terperinci, konservatif atau fleksibel, dsb. Singkatnya, jika perusahaan mengetahui siapa audiens dari rencana tersebut dan apa yang diinginkan oleh audiens, maka perusahaan tersebut akan dapat menyusun rencana yang tepat. Uraian di atas adalah kiat keberhasilan bisnis yang telah sering diterapkan oleh para pebisnis hebat. Mereka mengetahui konsumennya dan menyediakan produk yang benar-benar memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Dalam kasus ini, konsumen kita adalah pembaca, dan produk kita adalah rencana bisnis. Menyediakan sebuah produk yang tidak sesuai dengan konsumen sama artinya dengan menyusun suatu rencana bisnis yang kurang tepat bagi target audiens. Terkait dengan keberadaan audies yang akan menggunakan rencana bisnis, maka perusahaan harus mengambil langkah-langkah berikut ini: -Menentukan audiens. -Mengadakan pengamatan tentang rencana pesaing. -Mengetahui berbagai jenis investor dan kreditor. -Mengetahui harapan audiens.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.