Pages

28 December 2009

Menggagas Temanggung MotoTours

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Kabupaten Temanggung terletak di dataran tinggi yang wilayahnya didominasi oleh jalan berliku, pepohonan, udara sejuk, dan pegunungan. Kondisi seperti ini sangat tepat untuk menjadi tempat berlelaksasi mengusir kepenatan dan mungkin juga stress karena kegiatan sehari-hari. Temanggung Moto Tours, demikian gagasan penulis dalam kesempatan ini. Konsep dari kegiatan ini tidak jauh berbeda dari sumber inspirasi dari brosur yang penulis terima. Tentu saja dalam prakteknya nanti disesuaikan dengan keadaan sosial-budaya negeri kita. Misi dari gagasan ini ialah untuk mencari alternatif tempat berlibur sambil berkendara sepeda motor namun terhindar dari kemacetan jalur utama. Adapun tujuan dari Temanggung Moto Tours ialah untuk memperkenalkan wilayah Kabupaten Temanggung lebih dekat lagi melalui penyelenggaraan tur bersepeda motor dengan menggunakan jalur selain jalur utama yang umum dilalui oleh kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat. Hal ini amatlah penting untuk mengetahui jalur mana saja yang dapat dilalui para pengendara untuk keperluan menuju suatu tempat dimana pengendara dapat menghindarkan diri dari kemacetan sekaligus memecah konsentrasi kemacetan lalu lintas yang senantiasa mewarnai dunia transportasi Indonesia. Apalagi, jumlah kendaraan yang beroperasi dari waktu ke waktu semakin bertambah banyak. Manfaat Terdapat sejumlah manfaat dari Temanggung Moto Tours, antara lain sebagai berikut: 1) memperkenalkan wilayah Kabupaten Temanggung lebih dekat lagi sehingga masyarakat, khususnya pengguna jalur lalu lintas, tidak hanya mengetahui jalur transportasi utama; 2) memperkenalkan daerah-daerah pelosok Kabupaten Temanggung yang tidak dilalui oleh jalur utama sehingga kedekatan dengan masyarakat pelosok semakin nyata; 3) menciptakan sebuah kegiatan wisata alam yang berguna untuk relaksasi karena pengendara dapat menikmati keindahan alam yang masih jarang dilalui oleh kendaraan bermotor; 4) menggugah ide penemuan tempat wisata baru yang dapat dikelola sedemikian rupa sehingga dapat menjadi salah satu sumber penghasilan daerah Kabupaten Temanggung; 5) memecah konsentrasi arus lalu lintas yang semakin hari semakin padat; 6) menggugah potensi daerah pelosok yang dilalui oleh kegiatan tur ini. Mekanisme Dewasa ini telah banyak sekali jenis tur yang kita kenal. Temanggung Moto Tours dengan prioritas ”jalur siluman” – demikian penulis memberikan istilah pada jalur ”asing” yang belum diketahui oleh banyak orang – merupakan kegiatan tur dengan mengendarai sepeda motor melalui daerah-daerah pelosok di wilayah Kabupaten Temanggung. Aspek pariwisata yang dapat diambil dari kegiatan tur ini ialah bahwa harapan bahwa inovasi wisata baru akan muncul, baik dari penyelenggara tur maupun peserta tur sendiri, sehingga memperkaya khasanah pariwisata daerah. Sedangkan manfaat bagi masyarakat setempat mengandung arti bahwa tur ini adalah sebuah rangkaian perjalanan yang memerlukan suatu tahapan. Temanggung Moto Tours bukanlah sekedar perjalanan tanpa henti melalui jalur pelosok, melainkan sebuah kegiatan yang di dalamnya memerlukan waktu untuk beristirahat dan berwisata. Waktu istirahat pada suatu titik lokasi yang dilalui dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat setempat dalam bentuk menyediakan fasilitas beristirahat dan makan serta minum antara rute perjalanan. Dari sinilah penggalian potensi daerah pelosok teraih. Hambatan Hambatan yang kemungkinan mengganggu antara lain: 1) masalah kesadaran lingkungan pelaku tur. Kesadaran ini penting sehingga misi Temanggung Moto Tours dapat tercapai. Berwisata mengandung tujuan untuk bersantai sambil melalui jalur pegunungan yang sejuk. Namun relaksasi semacam ini tidak boleh diganggu dengan tindakan-tindakan tercela seperti merusak lingkungan sekitar; 2) masalah kesadaran lalu lintas. Kesadaran berkendara masih terasa memprihatinkan. Dengan demikian, ketertiban lalu lintas harus menjadi prioritas demi keamanan dan keselamatan pengendara maupun pihak-pihak lain yang terkait dengan kegiatan tur; dan 3) masalah kedisiplinan. Kedisiplinan adalah hal yang tidak mudah untuk dilakukan. Baik penyelenggara maupun peserta Temanggung Moto Tours wajib memegang prinsip kedisiplinan sehingga tidak saling merugikan. Kelengkapan kegiatan tur Kelengkapan kegiatan tur, di luar sumber daya manusia meliputi koordinasi antarpanitia dan antara panitia dan peserta, koordinasi dengan warga sekitar, survei lokasi untuk memperkirakan waktu tempuh, jarak tempuh, tempat-tempat beristirahat dan sebagainya. Temanggung Moto Tours adalah sebuah gagasan yang memerlukan kerjasama yang mantap dari pihak-pihak yang kelak terlibat.

High Burden Malaria Countries

There were estimated 247 million malaria case among 3.3 billion people at risk in 2006, causing nearly a million deaths, mostly of children under 5 years. 109 countries were endemic for malaria in 2008, 45 within the WHO African region. An estimated 3.3 billion people were at risk of malaria in 2006. Of this total, 2.1 billion were at low risk (< 1 reported case per 1000 population), 97% of whom were living in regions other than Africa. The 1.2 billion at high risk (more than or equal to 1 case per 1000 population) were living mostly in the WHO African (49%) and South-East Asia regions (37%).

There were estiamted 247 million episodes of malaria in 2006, with a wide uncertainty interval (5th-95th centiles) from 189 million to 327 million cases. Eighty-six percent, or 212 million (152-287 million) cases, were in the African region. Eighty percent of the case in Africa were in 13 countries, and over half were in Nigeria, Democratic Republic of the Congo, Ethiopia, United Republic of Tanzania and Kenya. Among the cases that ocurred outside the African Region, 80% were in India, Sudan, Myanmar, Bangladesh, Indonesia, Papua New Guinea and Pakistan. There were an estimated 881,000 (610,000-1,212,000) malaria deaths in 2006, of which 91% (801,000, range 520,000-1,126,000) were in Africa and 85% were of children under 5 years of age.

Estimates of malaria are based, in part, on the numbers of cases reported by national malaria control programmes (NMCPs). These case reports are far from complete in most countries. A total of 94 million malaria cases was reported by national malaria control programmes in 2006, or 38% of the estimated global case incidence. The true proportion of malaria episodes detected by NMCPs would have been lower than 38% because, in some countries, reported cases include patients that are diagnosed clinically but do not have malaria. NMCPs reported 301,000 malaria deaths, or 34% of estimated deaths worldwide in 2006.

Epidemiological profile Population.

The total population for each country is taken from the World population prospects, 2006 revision. The population size of children under 5 years of age is also given since this age group is particularly susceptible to malaria infection and disease. Population by malaria endemicity. The country population is subdivided among three levels of malaria endemicity as reported by the national malaria control programme (NMCP): -Areas of high transmission, where the reported malaria case incidence from all species is 1 or more per 1000 population per year in 2006. -Areas of low transmission, where the reported malaria case incidence from all species is less than 1 per 1000 population per year in 2006, but greater than zero. Transmission in these areas is generally highly seasonal with our without epidemic peaks. -Malaria-free areas, where there is no continuing, local mosquito-borne malaria transmission, and all malaria cases are introduced. An area is designated malaria-free when no cases have occurred for several years. Areas may be malaria-free due to environmental factors or as a result of effective control efforts. In practice, malaria-free areas can only be accurately designated by national programmes taking into account the local epidemiological situation and entomological and biomarker investigations. Population at risk. The total population living in areas where malaria is endemic (low and high transmission). The population living in malaria-free areas is excluded. The population at risk is used as the denominator when calculating the operational coverage of ITN and IRS, and hence to assess current and future needs, taking into account the population already covered. Stratification of burden.

Epidemiological maps for each country are based on the malaria cases reported in 2006 at the first administrative level (province, region, state, etc.). Four levels of endemicity are depicted: -100 or more cases per 1000 population per year -1 or more cases per 1000 population per year, and less than 100 cases -less than 1 case per 1000 population per year but more than zero -zero recorded cases. The first two categories correspond to the high-transmission category described above. Vector and parasite profile. The species of mosquito responsible for malaria transmission in a country, and the species of Plasmodium involved, are listed according to information provided by WHO regional offices. Estimated burden of malaria. Estimates of the number of malaria cases and deaths for 2006 are given, together with lower and upper limits.

The estimates for numbers of cases are for confirmed cases, i.e. fever with parasites. Each estimate was derived by one of two methods: a) by adjusting the malaria cases reported by countries for reporting completeness, health-facility utilization and case-confirmation rates; or b) if the quality of case reporting was not considered sufficiently high, from an empirical relationship between measures of malaria transmission risk and case incidence.

Malaria High-burden Countries 

This report is according to 2006 World Malaria Report from the World Health Organization.

  1. ANGOLA. High transmission 16,557,000 | Major Anopheles species arabiensis, coustani, flavicosta, funetus, gambiae, melas, nili, paludis, pharoensis | Plasmodium species falciparum, vivax | Fever suspected being malaria 10,062,000 | Malaria cases 3,555,000 | Malaria deaths 21,000,000 | Malaria case-fatality rate 0.59% 
  2. BANGLADESH, High transmission 17,868,000 | Low transmission 95,403,000 | Major Anopheles species dirus, minimus, philippinensis, sundaicus | Plasmodium species falciparum, vivax | Fever suspected being malaria 18,910,000 | Malaria cases 2,975,000 | Malaria deaths 6,600 | Malaria case-fatality rate 0.22% 
  3. BRAZIL. High transmission 23,928,000 | Major Anopheles species albitarsis, albimanus, darlingi, nuneztovari | Plasmodium species falciparum, vivax | Fever suspected being malaria 11,195,000 | Malaria cases 1,379,000 | Malaria deaths 1,000 | Malaria case-fatality rate 0.07% 
  4. BURKINA FASO High transmission 14,359,000 Major Anopheles species brochieri, arabiensis, coustani, flavicosta, funestus, gambiae, hancocki, nili, paludis, pharoensis Plasmodium species falciparum, vivax Fever suspected being malaria 23,015,000 Malaria cases 6,227,000 Malaria deaths 26,000 Malaria case-fatality rate 0.42% 
  5. CAMBODIA High transmission 6,232,000 Low transmission 1,334,000 Major Anopheles species dirus, minimus, sundaicus Plasmodium species falciparum, vivax Fever suspected being malaria 820,000 Malaria cases 262,000 Malaria deaths 580 Malaria case-fatality rate 0.22% 
  6. CAMEROON High transmission 12,889,000 Low transmission 5,286,000 Major Anopheles species arabiensis, brochieri, coustani, flavicosta, funestus, gambiae, hancocki, hargreavesi, melas, mucheti, nili, paludis, pharoensis Plasmodium species falciparum, vivax Fever suspected being malaria 14,705,000 Malaria cases 5,091,000 Malaria deaths 21,000 Malaria case-fatality rate 0.41% 
  7. CHAD High transmission 4,862,000 Low transmission 5,485,000 Major Anopheles species arabiensis, coustani, funestus, nili, pharoensis Plasmodium species falciparum, vivax Fever suspected being malaria 7,095,000 Malaria cases 4,179,000 Malaria deaths 18,000 Malaria case-fatality rate 0.43% 
  8. COLOMBIA High transmission 5,772,000 Low transmission 9,675,000 Major Anopheles species albitarsis, albimanus, darlingi, nuneztovari Plasmodium species falciparum, vivax Fever suspected being malaria 1,892,000 Malaria cases 408,000 Malaria deaths 440 Malaria case-fatality rate 0.11% 
  9. COTE D'VOIRE High transmission 18,914,000 Major Anopheles species brochieri, coustani, funestus, gambiae, hancocki, hargreavesi, melas, moucheti, nili, paludis, pharoensis Plasmodium species falciparum, vivax Fever suspected being malaria 21,572,000 Malaria cases 7,029,000 Malaria deaths 20,000 Malaria case-fatality rate 0.28% 
  10. DEMOCRATIC REPUBLIC OF CONGO. High transmission 60,644,000 | Major Anopheles species arabiensis, brochieri, coustani, funestus, gambiae, hancocki, hargreavesi, melas, moucheti, paludis, pharoensis | Plasmodium species falciparum, vivax | Fever suspected being malaria 75,987,000 | Malaria cases 23,620,000 | Malaria deaths 96,000 | Malaria case-fatality rate 0.41%.  
Source: World Health Organization. World Malaria Report 2006. 
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.