Pages

25 October 2009

Pengaruh Desentralisasi Fiskal Terhadap Belanja Negara

Ringkasan Jurnal Penulis: Osung Kwon Latar Belakang
  1. Dalam beberapa tahun terakhir ini, desentralisasi fiskal telah menjadi tema pembicaraan di seluruh dunia. Contoh-contoh dapat kita lihat di pemerintahan Presiden Reagan di Amerika Serikat, desentralisasi fiskal pembuatan keputusan fiskal dan administrasi pemerintahan di negara-negara Amerika Latin, dan reformasi ekonomi (dari sentralisasi menuju desentralisasi) di negara kawasan Asia.
  2. Teori tentang federalisme fiskal menyatakan bahwa untuk barang atau jasa publik tertentu seperti barang publik daerah, desentralisasi dapat meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas alokasi sumber daya karena (1) pemerintah daerah dapat lebih baik dikelola menurut daerah dan letak geografisnya, (2) pemerintah daerah memiliki posisi yang lebih baik untuk mengenali preferensi dan kebutuhan daerah, dan (3) tekanan dari persaingan jurisdiksi yang mendorong pemerintah daerah untuk menjadi inovatif dan memiliki akuntabilitas bagi warga dan penduduknya (Oates, 1972).
  3. Hasil penelitian terakhir menyebutkan bahwa kebijaksanaan konvensional seperti ini dapat berlaku di negara-negara maju, namun belum tentu berlaku di negara-negara yang sedang berkembang.
  4. Sebagian besar negara berkembang belum memenuhi asumsi eksplisit maupun implisit yang diungkapkan dalam teori federalisme fiskal. Di negara berkembang, preferensi pemilih daerah belum tentu dapat direfleksikan secara langsung di dalam laporan hasil anggaran daerah seperti halnya di negara berkembang. Pemerintah daerah tidak memiliki kemampuan administrasi yang kuat untuk membuat keputusan-keputusan fiskalnya sendiri.
  5. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan bahwa kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mempromosikan desentralisasi fiskal akan efektif bagi negara maju (Bahl dan Linn, 1992).
  6. Sebagian besar studi empiristentang desentralisasi fiskal terbatas bagi penggunaan di negara-negara maju. Namun demikian, desentralisasi fiskal bukan hanya terjadi di negara maju, tetapi juga di negara berkembang.
Metodologi
Penelitian ini menggunakan analisis korelasi sederhana antara variabel terikat dan tiga ukuran variabel bebas. Selanjutnya dilakukan analisis regresi terhadap variabel terikat dan masing-masing ukuran variabel bebas dengan maupun tanpa variabel kontrol. Hasil
Hubungan antara ukuran sektor publik dan state revenue share dan state expenditure share diharapkan positif dan hubungan antara variabel terikat dan jumlah pemerintah daerah yang terlibat diharapkan negatif jika hasil ini sesuai dengan hipotesis desentralisasi. Sektor pemerintahan daerah yang lebih tersentralisasi cenderung berhubungan dengan sektor pemerintahan daerah yang lebih kecil yang tidak sesuai dengan hipotesis desentralisasi. Kesimpulan
Desentralisasi fiskal dianggap memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kinerja sektor pemerintah. Teori federalisme fiskal menyatakan bahwa regulasi terdesentralisasi atas barang publik dapat meningkatkan efisiensi dalam alokasi sumber daya karena pemerintah lokal dapat dikelola secara lebih baik menurut letak geografis tempat beradanya barang publik tersebut. Perkembangan terakhir desentralisasi fiskal dan otonomi daerah di Korea menunjukkan efisiensi sektor publik dengan adanya modifikasi bentuk desentralisasi fiskal.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.