Pages

18 July 2009

Perkembangan Politik Negara Cina

Judul Asli: Politics in China Penulis: Melanie Manion Pembuat kebijakan di Cina telah sangat didominasi oleh proyek pembangunan rakyat berdasarkan ideologi komunis. Tuntutan rakyat Cina akan kesejahteraan rakyat bersama sebagian besar terletak pada nasionalisme Cina dengan akar historis yang kuat. Perpindahan kekuasaan pada tahun 1997, yakni dengan masuknya Hong Kong dari Kerajaan Inggris ke Pemerintah Cina merupakan momentum yang bersejarah. Di dalamnya menawarkan peluang tersendiri bagi terbentuknya kebanggaan nasionalis. Rencana serta janji penyatuan wilayah dengan Taiwan (dan respon-respon ancaman terhadap kedekatan dari Taiwan yang ingin memisahkan diri dari Cina) biasanya terangkum dalam wacana sejarah dan budaya Cina yang turun-temurun hingga friksi politik saat ini. Pembangunan rakyat (building community) melalui media nasionalisme Cina juga meminimalkan tatanan politik, misalnya dengan meningkatkan prestasi Cina di kancah internasional melalui bidang olahraga. Salah satu langkah nyatanya ialah dengan keberhasilan Cina di dalam kampanye tuan rumah Olimpiade musim panas 2008. Langkah ini tak lain ialah untuk mempertajam misi Cina untuk menggalang persatuan dan kebanggaan nasional melalui raihan medali di Olimpiade. Pendekatan nasionalis terhadap pembangunan rakyat membawa dampak lain pula. Protes di depan kedutaan besar AS di Beijing setelah AS secara tidak sengaja membom kedutaan besar Cina di Beograd selama perang saudara 1999 di kawasan bekas Yugoslavia adalah salah satu contoh dampak destruktif fanatisme Cina. Contoh lainnya ialah perang cyber yang dipelopori oleh hacker pro-Cina yang mengadakan pembajakan pesawat terbang AS dan pesawat tempur Cina sendiri pada 2001. Pendeknya, saat pembuat kebijakan Cina berkeinginan untuk mempromosikan nasionalisme Cina untuk memperkuat dukungan terhadap rezim penguasa, sentimen nasional pribumi Cina menjadi warna tersendiri yang menjurus ke arah negatif atau merugikan pihak lain. Di samping itu ketegangan antara usaha memperkuat persatuan dan hegemoni bangsa dan pengendalian diri nasionalisme tidak selalu menghasilkan kata sepakat. Terlebih lagi, banyak pihak yang menamakan diri mereka nasionalis Cina seperti Tibet dan Muslim Cina memandang nasionalisme dengan cara pandang yang dianggap tidak pada tempatnya. Download artikel selengkapnya

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.