Pages

16 July 2009

Konsep Paradigma Ekonomi

Paradigma sebagai contoh yang terpadu merupakan unsur inti dari apa yang menurut pembahasan di sini disebut sebagai aspek yang paling lengkap dan paling sulit dipahami. (Kuhn, 1970a, h 187).
Kuhn mendefinisikan paradigma, yang ia yakini sebagai konsep filosofi sentral dari kajiannya (1970an h. 234) sebagai berikut: "secara universal paradigma merupakan pencapaian ilmiah yang dapat dipahami yang dapat membantu kalangan praktisi untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi (1970a, h.iii). Sementara itu Masterman berpendapat bahwa paradigma adalah sebuah 'gambaran' konkret dari sesuatu, katakanlah A, yang digunakan secara analogis untuk menjelaskan sesuatu yang lain yang juga konkret, katakanlah B. Paradigma adalah sebuah konstruksi yang dapat diketahui; sebuah artifak" (1970,h.78). Berdasarkan pengertian ini, kalangan ilmuwan biasanya menghasilkan kesepakatan mengenai prinsip dan aturan bersama didalam mendefinisikan suatu teori, aplikasi, dan instrumentasi saat mereka berusaha membentuk contoh klasik atau gambaran standar tertentu yang menjadi pedoman bagi perilaku ilmiah: agar dapat diuraikan melalui pendekatan lain, maka kalangan ilmuwan tersebut harus diberi petunjuk mengenai cara kerja yang harus mereka lakukan. Karakteristik strategis dari paradigma sebagai sebuah contoh adalah kekonretannya (sifat konkret dari paradigma), yang mampu menjawab teka-teki yang dihadapi oleh para ilmuwan.
Seperti sebagian besar bentuk teka-teki yang baik, teka-teki dalam kegiatan menabung memiliki potongan-potongan yang banyak ...(Kontlikoff, 1988:55).
Keynes, dalam bukunya The General Theory mengeluarkan hipotesis hubungan antara disposable income dan konsumsi dimana konsumsi menjadi fungsi dari disposable income. Data crosss-section menunjukkan bahwa rasio tabungan sangat berbeda diantara kelompok pendapatan. Untuk melengkapi fakta yang terjadi setelah terjadinya perang, konsumsi terbukti sangat kuat, terlepas dari terjadinya penurunan disposable income. Hasil ini menunjukkan bahwa fungsi konsumsi berperilaku secara berbeda diluar siklus yang dijalaninya selama periode waktu yang lama. Usaha untuk mencocokkan teori dengan fenomena sekuler, cross-sectional, dan siklik ini, dan untuk menghubungkannya satu sama lain dalam cara yang konsisten, menjadi perhatian utama bagi pihak-pihak yang berusaha untuk mengembangkan teori makroekonomi. Sumber: Concepts of Economic Paradigm Download artikel selengkapnya

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.