Pages

29 May 2009

True Fans Don't Bet

Taruhan merupakan salah satu fenomena yang terjadi di dalam sepakbola. Bidang ini bahkan menjadi profesi bagi kalangan tertentu. Beberapa klub terkenal sendiri juga disponsori oleh Rumah Taruhan/Rumah Judi. Ketika dulu pertama mengenal sepakbola, saya merasa bahwa sepakbola tidak akan ramai ditonton kalau tidak disertai taruhan. Setelah menyadari, saya berpendapat bahwa orang yang taruhan dalam pertandingan sepakbola itu bukanlah orang yang mencintai olahraga ini. Setuju atau tidak, silakan dan harap maklum. Seorang pencinta sepakbola tidak akan sepenuh hati bertaruh. Seyogianya demikian. Petaruh itu ibaratnya "massa mengambang" yang membidik keuntungan di atas penderitaan orang lain.
Beruntung sekali saya senantiasa diingatkan. Ada suara dari atas sana yang menggema, "kamu PASTI tidak akan menang kalau kamu taruhan sepakbola." Pas Piala Dunia Prancis 1998 pun saya kalah terus dalam taruhan. Contohnya paling segar yaitu final Liga Champions kemarin. Untuk sekedar hiburan sambil mengulas dan memprediksi jelang pertandingan (istilahnya "hora-hore" begitu lah), kami bertiga iseng bertaruh. Halah, taruhannya saja "ora mbejaji", yaitu Rp.1000,-/orang. Taruhannya "Siapakah pencetak gol pertama?". Diantara kami bertiga Tidak ada yang menyebut nama Samuel Eto'o. Saya menjagokan Xavi Hernandez, Bung "AS" menjagokan Thierry Henry, dan Bung "SAW" menjagokan Wayne Rooney. Setelah tahu Eto'o yang mencetak gol, dalam hati saya "ngekek" (dan "malu" juga hihi). Kebetulan yang "Tonreng" satu tempat dengan saya adalah Bung SAW. "Berarti ora ono sing menang. Wis duwite gawe tuku rokok wae, mathuk...". Wah, ternyata SWW tidak boleh taruhan memang. Hebat sekali petunjuk yang mengingatkan saya itu. Ha mbok situ kawan-kawan, mau taruhan dan sebagainya, mau menang berapa juta dari taruhan sepakbola, saya tidak akan mengakuinya sebagai "seorang pencinta sepakbola". Lantas bagaimana dengan AC Milan (dan pernah pula Werder Bremen) yang disponsori oleh sebuah rumah taruhan? Sebuah fakta yang boleh jadi dapat menjadi "counter attack" untuk saya. Jadi bumerang pula mungkin? Hmm, tapi saya akan jawab, "Lha emange aku Michel Platini ?!" Hahaha .... Semoga kawan-kawan mengerti maksudnya (ya, mengerti lah, pasti...) Pokonya No!, Nyet!, Nei!, Nicht!, Non!, dan Wegah! Kalo jadi petaruh sepakbola.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.