Pages

11 May 2009

Birahi yang Tertahan

Nafsu berbagai ragam mewarnai manusia. Di antara nafsu yang paling sakti, ibarat seorang pendekar sedang menghadapi dahsyatnya Ajian Serat Jiwa Tingkat X (ingat sandiwara radio "Saur Sepuh"?), nafsu birahi adalah yang paling berat dilawan. Ketika birahi menggelegak, mengamati lenggak-lenggok yang berseliweran di depan warung langganan itu bagaikan melirik mangsa untuk ditelan bulat-bulat. Malam terang namun semilir angin berhembus, gelegakkan gairah inti dari sanubari, meracaulah pikiran untuk kemudian merasa gelisah. Pesona itu semakin menggoda. Ingin menyentuhnya, ingin menjamahnya, ingin ... Menikmatinya secara lahap. Di hamparan hijau di lembah asmara birahi meraja. Bentuk sempurna calon mangsa makin menggoda, tabirkan sukma yang harusnya bersahaja. Tak pedulikan riuh sekitar bergelora. Hasrat telah mematri di ubun-ubun kepala. Segera ingin melampiaskan semua. Birahi adalah pesona dalam balutan sensualitas. Ia meraja sebagai titian menuju puncak kepuasan yang tiada tara. Ingin segera mencium, membelai, mengusap, dan mencumbunya. Namun, adalah manusia yang kala terlena oleh pesona. Tatkala gejolak makin berjaya, lepaslah kendali demi puncak nikmatnya. Birahi adalah obsesi setiap pasang mata di Gottlieb Daimler, Nou Camp, dan Giuseppe Meazza. Ada masa yang tak mau disela. Klimaks itu harus binasa, karena manusia takkan sempurna. Birahi adalah ibarat mimpi tertinggi. Ia penuh halang & rintang. Kepuasan mutlak tak mudah didapat, ia butuh percumbuan panjang. Pesona itu masih menggoda, menari-nari sebelum jatuh dalam istana raja yang ia dambakan. Sensualitasnya memang perlu lawan bercinta yang setara.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.