Pages

13 March 2009

Membuat Keputusan

Keputusan. Banyak orang yang dibuat bimbang karenanya (LA Galaxy terhadap David Beckham, Roberto Baggio thd Arrigo Sacchi, etc.). Banyak pula yang dibuat gentar karenanya (Hitler thd Raja George dlm Battle of Britain). Setiap keputusan membawa akibat: positif atau negatif, bagi pelaku maupun bagi pihak yang terkena dampak. Seperti Russian Roulette saja :) Saat anda memutuskan sesuatu pasti telah siap dengan akibatnya. Ini seperti pilihan. Jadi, karena telah memilih anda sebaiknya memperjuangkannya, suka atau tidak.
Keputusan tak jarang berujung pada penyesalan. Yah, menyesal sekali apalagi anda membuat keputusan itu secara emosional, atas dasar sakit hati, terlalu gembira, atau karena "hasutan" pihak-pihak berpengaruh dalam keseharian anda. Ketika telah diputuskan, yang berarti menunjuk pilihan, semuanya seperti selesai.
Baru-baru ini saya memutuskan keluar dari sebuah perkumpulan. Mau tau alasannya? Karena saya sakit hati :p Keputusan tadi saya buat secara emosional dan saya menyesal sekali. Sangat picik dan bodoh diri saya hingga meninggalkan hal yang mungkin akan memberikan manfaat kelak, hanya karena secuil masalah personal. Saya merasa bersalah dengan pilihan ini. Banyak juga yang menyesalkan. Well, trimakasih atas atensinya. Tapi, semua telah berakhir. Saya tak boleh menjilat ludah (ihh jijik kan? Wakakak)
Okey saya nyesal. Terlalu diliputi amarah waktu itu. Konsekuensinya saya bisa kehilangan segala hal dari perkumpulan itu. Hmm... Trus bagaimana coba mengatasi penyesalan ini ya? Saya sendiri tak tau pasti. Kecuali berprinsip "apa yang saya lakukan pada suatu masa adalah pilihan terbaik yang mampu saya ambil pada masa itu." Bagi orang lain pasti ada solusi lebih baik & afdhal ketimbang keluar dari perkumpulan. Sayangnya bagi saya waktu itu tidak ada. Saya hanya "menuruti kata hati."

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.