Pages

19 December 2008

Kurangi Sampah Plastik Bungkus Nasi

Sebagai warga kos dan kontrakan di lingkungan kampus, membeli nasi dibungkus dan dibawa pulang bukanlah hal yang langka. Setiap hari kegiatan itu berlangsung, antara dua dan tiga kali frekuensinya. Dengan berbagai alasan, warga kos ada yang lebih suka membungkus nasi dengan kantong plastik (istilahnya "tas kresek") dibandingkan dimakan (istilahnya "ngirasi") langsung di warung makan. Pokoknya banyak alasannya dan alasan-alasan itu memang masuk akal sih.
Contoh kasus di kawasan kos Jalan Pleburan Barat Semarang Jawa Tengah, lokasi berdirinya Universitas Diponegoro Semarang. Anggaplah terdapat 40 rumah kos yang menghadap jalan (seberang Barat dan Timur jalan). Setiap rumah dihuni 10 orang anak kos. Misalkan dari kesepuluh orang tadi terdapat 6 orang yang lebih suka membungkus nasi, berarti total terdapat 240 orang yang membawa kantong plastik pulang ke kos dalam satu kesempatan membeli nasi. Sebagai seorang warga kos, biasanya makan besar cukup dua kali saja. Dengan demikian jumlah kantong plastik dalam sehari adalah 480 buah. Dalam sepekan jumlahnya akan mencapai 3.360 buah. Seterusnya dalam sebulan -- dengan waktu efektif menghuni kos 20 hari, dipotong mudik dan kegiatan di luar lokasi kos -- jumlahnya akan menjadi 67.200 buah. Terakhir, hitungan dalam satu tahun dengan waktu efektif kuliah 8 bulan akan mencapai 537.600 buah kantong plastik bekas bungkus nasi.
Maksudnya apa angka-angka di atas? Angka-angka tersebut adalah hitungan kasar jumlah kantong plastik yang dikonsumsi warga kos untuk membungkus nasi. Lalu masalahnya? Masalahnya kantong plastik adalah sumber pencemaran lingkungan. Kata para ahli, bahan plastik sulit untuk dicerna dalam tanah dan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menghancurkannya. Jadi masalahnya ialah Pencemaran.
Keberadaan bahan yang terbuat dari plastik sangat mendominasi. Apa mungkin kita hidup sekarang ini tanpa plastik? Kalau tanpa plastik mungkin akan sulit. Maka dari itu ikhtiar kita hanya membatasinya. Caranya yaitu dengan mengurangi jumlah kantong plastik yang digunakan. Salah satunya untuk membungkus nasi itu. Kantong plastik biasanya dibuang setelah selesai untuk membungkus. Plastik yang berserakan di tanah menghambat aliran air pada got, merusak pandangan mata, menjadi sarang tikus, dan sejenisnya. Hemat saya, karena jumlah plastik semakin banyak dari waktu ke waktu maka pada suatu masa akan muncul "gunung plastik". Jika plastik telah menggunung berarti daerah kos akan menjadi tempat penimbunan sampah. Ah, banyangan ini mungkin terlalu jauh ya...???
Warga kos pasti punya peralatan makan seperti piring, tempat nasi, rantang, tempat sayur, sendok, garpu dan sebagainya. Jika tidak punya dapat meminjam bapak/ibu kos atau warung sendiri. Dengan peralatan itu peran plastik dapat diganti. Bahkan peralatan-peralatan itu dapat dipakai ulang; tinggal dicuci bersih. Yee... pasti malu ya pergi ke warung makan sambil membawa rantang? Pasti deh, hehe. Ada alasan tidak praktis, ribet, repot, keki, gengsi, dan sejenisnya. Akibatnya lingkungan yang menjadi korban. Padahal lingkungan adalah tempat tinggal kita. Lingkungan telah bersikap baik sekali memberi ruang bagi kita untuk hidup, bergerak, berkarya, bernafas, bergaul, belajar, bekerja. Apa tidak ada ras, pun itu sedikit saja, memberi balas jasa kepada lingkungan? Apa gunanya menyerukan "stop global warming" kalau semboyan itu tak lebih dari sekadar "gombal warning"? Lho, opo gunane mikir jauh-jauh tentang lubang o-zone di atas sana, kalau got-got saluran air di sebelah rumah kita justru mampet oleh sampah plastik. Lubang o-zone itu kan menurut foto satelit yang senyatanya kita tidak tahu bagaimana. Lha, lubang got lebih nyata kita saksikan. Itu lho, banyak yang mampet gara-gara plastik. Ayoo, kita bersihkan dulu. Lakukanlah hal yang sederhana dulu. Jika plastik dapat dikurangi maka mutu tanah pun akan terjaga. Jika tanah tetap sehat maka akan baik bagi pertumbuhan tanaman. Jika lingkungan menjadi hijau oleh tanaman, maka kita dapat memulai langkah menuju pencegahan "pemanasan global".
Ora usah sok-sokan nggaya peduli lingkungan yen masalah-masalah sepele koyo plastik wae ora biso ditanggulangi.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.