Pages

21 October 2008

Mengulur Waktu apa Membuang Waktu, Bung?

Istilah "mengulur waktu" atau "mengulur-ulur waktu" sering muncul dalam komentar pertandingan sepakbola. Jika diurut dari maknanya, "mengulur" berarti melakukan pekerjaan yang bertujuan untuk memperpanjang sesuatu. Dalam hal ini yang diulur atau diperpanjang adalah waktu. Ironis sekali bahwa reporter/presenter sepakbola di televisi memilih menggunakan istilah ini untuk menjelaskan seorang pemain atau sebuah tim yang memperlambat tempo permainan (biasanya dalam posisi unggul atau menguntungkan dalam suatu pertandingan) agar kesempatan bagi lawan menjadi berkurang. Tujuan akhir dari "mengulur waktu" tersebut adalah untuk menghabiskan waktu dan/atau kesempatan pihak lawan agar lawan tersebut tidak mampu mengunggulinya.

Istilah "mengulur waktu" telah sekian lama dipakai dan menjadi bahasa umum tanpa dipermasalahkan maknanya. Padahal, jika mengulur itu berarti memperpanjang maka artinya tidak akan sinkron dengan tujuan sebenarnya yakni menghabiskan waktu permainan. Mengapa para presenter/reporter sepakbola tidak memilih istilah "membuang waktu" saja yang maknanya lebih tepat?

Sebenarnya tidak menjadi masalah karena kitapun telah mengetahui maksudnya. Jika presenter/reporter mengatakan demikian (khususnya Indonesian commentary) maka kita akan paham bahwa seorang pemain atau sebuah tim sedang berusaha untuk mempersempit waktu untuk lawannya. Biasanya jika pemain atau tim tersebut dalam posisi menang, unggul, di atas angin, dan menguntungkan.

Namun demikian jika kita sering menyimak komentator dalam bahasa Inggris, mereka lebih sering memakai istilah "wasting times" yang berarti membuang-buang waktu. Jadi manakah yang benar: "mengulur waktu" atau "membuang waktu" kah?

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.