Pages

21 October 2008

Farewell Gran Campione

Pekan ke-34 Serie A 2007/2008 bagi AC Milan menyisakan cerita. I Rossoneri memang telah gagal satu pekan sebelumnya untuk mengamankan tiket Liga Champions 2008/2009. Tiket tersebut harus relah direbut oleh Fiorentina. Tetapi laga penutup di San Siro tersebut masih memberi arti yang khusus bagi Marcos Morais de Evangelista, atau orang lebih mengenalnya sebagai Cafu. Seakan deja-vu terjadi ketika musim lalu laga terakhir juga mempertemukan AC Milan dengan Udinese. Tempatnya pun sama, Estadio Communale Giuseppe Meazza de la San Siro. Tahun lalu adalah saat perpisahan Alessandro “Billy” Costacurta (sekarang menjadi anggota jajaran pelatih Milan). Deja-vu lagi, karena seperti Billy, Cafu pun mencetak gol perpisahan. Kini giliran Cafu menyampaikan “arivederci” kepada publik San Siro. Wing back asal Brasil ini bukan sembarang pemain. Ia adalah seorang juara. Setelah era Jorginho berlalu, posisi bek kanan tim nasional menjadi miliknya seorang. Dua trofi Piala Dunia ia rengkuh (1994 dan 2002). Kejuaraan di Korea-Jepang 2002 bahkan terasa spesial baginya karena ia bertindak sebagai kapten. Hingga saat ini Brasil masih kesulitan mencari pengganti yang sekualitas dengan Cafu. Pemain ini unik karena selalu mengumbar senyum di lapangan (mungkin hanya Dwight Yorke yang dapat menyamainya). Semakin uzurnya usia membuat Cafu harus rela menyerah pada kenyataan. Bersama kompatriotnya, Serginho, Cafu memutuskan untuk mengucapkan “selamat tinggal” kepada sepakbola, dunia yang membesarkan namanya ke penjuru dunia. Setiap perpisahan legenda pastilah emosional, menyesakkan. Saat Cafu melambaikan kedua tangannya ke hadapan Milanisti di salah satu sudut stadion San Siro, terlihat raut wajah yang terharu, seakan tidak terima dengan kenyataan. Tetapi, it’s enough for a wild-eyed wanderer. He must leave the fairy tale. Cafu tetaplah salah satu dari 17 orang hebat yang mengangkat trofi Piala Dunia dalam sepanjang sejarah sepakbola. Cafu sejajar dengan Nasazzi, Meazza, Walter, Beckenbauer, Carlos Alberto, Passarella, Zoff, Maradona, Matthaeus, Deschamps, Dunga, Moore, dan Cannavaro. (Tulisan ini dibuat pada bulan Mei 2008)

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.