Pages

3 October 2006

PNS: BOYCOTT?

Maaf. Dinilai provokasi ya monggo kerso. Saya bukan salah satu dari sekian ratus teroris pengacau di negeri tercinta ini. Mengapa harus boikot PNS? Coba deh, kalau sampai Praktek KKN (baik yang nyata maupun terselubung) masih tetap dijalankan, dalam bentuk apapun, maka tiada kata lain kecuali BOIKOT. Boikot, aksi mogok dan mosi tidak percaya akan berhasil jika kita melaksanakan 'Mogok Nasional'. Biarkan saja pemerintah (pusat, daerah, maupun departemen) mengumumkan selebaran seleksi CPNS, tapi kita tidak usah mendaftar. Tidak satupun dari kita yang mencoba mendaftar. Maka dengan sendirinya negara ini akan runtuh, hancur !! Biarkan mereka petinggi dan penguasa yang koruptor, kolutor, nepotor (wuhaahahaha....ngawur banget ya istilahnya!) kebingungan sendiri. Pertanyaannya, "Berani?" Berani gaa? Lho ini pandangan saya saja koq. Soalnya, setiap orang itu punya KEPENTINGAN atau INTEREST, lalu punya KEBUTUHAN atau NEED, lalu ada yang punya KEKUASAAN atau POWER. "Berani Gak?" Soal uang, ehmm, apa yang gratis sekarang ini? Gimana kalau setiap penganggur di Indonesia (khususnya 'pengangguran intelektual' hikz...sarjana maksudnya) bergabung menjadi satu trus membentuk sebuah komunitas yang didalamnya berkarya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mungkin si A punya uang 1000, dan si B punya uang 1 juta. Kalau digabung menjadi satu kan punya modal banyak tuh! Jadikan perusahaan 'super atau ultra gedhe' aja. Trus digunakan untuk melayani masyarakat. Waduh! Ide koq jelimet ya? KOMPAK ENGGAK??? Lha trus mangan opo, Mas yen ora duwe kerjaan? Wah, ya emang sulit ya? Tapi menurut saya bisa koq uang itu dicari. Contohnya, dengan saya ngetik saja satu lembar dapat 300. Dalam satu jam saya dapat ngetik rata-rata 18 lembar, berarti 18 x 300 = 5400. Trus jam ngetik saya rata-rata 13 jam sehari, ya udah wis, dibuat efektif 10 jam. Jadi sehari dapetin 5400 x 10 jam = 54.000. Mau makan apa ya uang segitu? Menurut saya dalam skup kehidupan di Semarang sekali makan 10.000 sudah lumayan. Hayo! jangan trus berkomentar, "lho itu kan di Semarang. Kalo di tempat lain yang biaya hidupnya lebih tinggi?" Ya, disesuaikan to ya, kita kan punya akal dan logika... Lha trus yen ora biso ngetik? Aduuh, sampeyan ki piye to, pren? Leh sinau ning kampus ki nggo opo ngono? Susah-susah, repot datang ke kampus untuk apa? Mejeng? Pacaran? Cari Jodoh? Ngomongin temen? Cari Mangsa? Pamer Pantat? Dada? Hidung? Tubuh? Kaki? Mobi? Motor? Bibir? Huexx!!! Merdeka!

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.