Pages

3 October 2006

Mimpi 1

Setiap orang pasti bermimpi, namun hanya sedikit saja yang memikirkan makna dari fenomena yang terjadi pada saat tidur ini. Sebelum memulai pembicaraan atau bahkan pembahasan tentang mimpi, baik itu secara simbolis maupun bukan, pertama-tama kita harus melepaskan konsepsi materialistik mengenai apa yang setiap orang dianggap nyata dari fikiran kita. Manusia eksternal atau fisik adalah tidak lebih dari manusia beserta pakaian yang dikenakannya. Manusia secara fisik hanyalah sebuah sarana yang digunakan oleh manusia dalam tataran non-fisik di dalam alam fisik. Berbagai teori materialistik telah dikemukakan pada masa lalu, dengan berusaha untuk menjelaskan betapa dahsyatnya fenomena mimpu. Akan tetapi teori-teori tersebut selalu tidak memberikan penjelasan yang memuaskan hati. Mengapa? Karena para penganut materialistik menjelaskan lika-liku keberadaan atau eksistensi manusia tanpa disertai dengan keterkaitannya dengan jiwa atau ruh manusia itu sendiri. Mimpu dapat memisahkan ruh dari tubuhnya. Ketika perasaan menjadi semakin tidak peka terhadap respon, maka dalam diri manusia tertarik dari batasan luarnya. Terdapat tiga cara untuk memisahkan ruh dari tubuh yang mewadahinya: (1) dengan tidur secara alami atau normal, (2) dengan hipnotis, dan (3) dengan kematian. Dua cara pertama berarti manusia meninggalkan tubuhnya sementara waktu, sedangkan cara terakhir adalah berarti pemisahan ruh dengan tubuhnya dan ruh tersebut tidak akan pernah dapat kembali untuk selamanya. Jika kematian datang, maka hubungan yang menyatukan ruh dan tubuh menjadi berakhir.

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.