Pages

9 August 2006

Teman Lebih Setia?

Kesetiaan adalah sebuah sikap yang tak ternilai harganya. Ia sebenarnya hanya dapat dirasakan oleh orang yang memilikinya. Biarpun kita berjanji, bahkan bersumpah setia, hakikat sebenarnya kesetiaan ada di dalam hati. Seberapa persenkah (dari skala 100) kadar kesetiaan kita? Simpan pertanyaan berikut jawabannya untuk diri-sendiri. Jujur pada diri-sendiri.

Sahabat adalah lebih setia? Ooops...sebentar dulu. Bila sahabat itu sesama jenis dengan kita mungkin bukan masalah besar, namun bila sahabat berlawanan jenis boleh jadi muncul dilemma. Katakanlah seorang perempuan memiliki sahabat laki-laki. Hubungannya sangat dekat meskipun tidak ada perasaan romantis. Suatu hari dua sahabat ini mengadakan acara bersama yang telah mereka rencanakan sebelumnya. Di tengah keasyikan ada sms dari pacar salah satu sahabat tadi, isinya minta ditemani (meskipun tadinya sudah 'ijin' untuk jalan dengan sahabatnya itu...). Sang pacar tadi, dengan...ya...biasa-lah, ini dan itu.... Kira-kira prioritas jatuh yang mana ya? Well bros and sists, sahabat tentu saja engga' bakalan berani campur tangan. Katakanlah, dia sekedar seorang sahabat. Pacar tadi sudah tentu lebih 'berhak', lebih 'superior' dan cenderung 'mengganggu' acara. Jika dua sejoli tadi berdua, 98 persen sahabat pasti memilih sikap 'no comment'. Dia inginkan 'as long as she/he is fine and happy'. Kejadian ini pasti akan direspon dengan kalimat, "tergantung orangya donk", "first comes, first served", "tidak semua begitu", Sah-sah saja. Haya saja hipotesis berikut ini adalah yang sering terjadi:

Benarkah kesetiaan pada sahabat itu lebih besar? Hmm...menurutku situasi memang dikondisikan. Bagaimana tidak berusaha setia (atau pura-pura setia, ya?) kepada sahabat, lha wong dia itu petugas 'kebersihan teladan' kok (hehehe). Mungkin (ini mungkin lho) mencoba setia pada sahabat diikuti dengan alasan atau pamrih; jika tidak bersikap manis, akan merugi sendiri. Coba bila sedang ada konflik dengan pacar? Pasti larinya ke sahabat. Coba bila sedang mesra? blas! blas! bablas angine....wakakakak.

Apa yang diperoleh sahabat? Nothing!!...it's goddammit nuthing! Sekedar rasa ikut senang. Dia tetap sendiri dalam kesepian (kalo yang lagi sendiri...ah, tau sendiri deh...). Tapi dia itu rela. Sahabat akan langsung menuju pada sasaran dengan heroik ketika dibutuhkan. Sayang sekali, sulit sekali itu berlaku sebaliknya.

Sahabat tetap lebih setia! Itu pasti. Dia engga' bakalan lari, pergi karena cemburu. Ia engga' bakalan menghilang karena egonya tertekan. Ia selalu ada di manapun kita berada. Sahabat tak kemana-mana karena ia ada di mana-mana.

Pada sahabat kita temukan makna cinta yang SESUNGGUHNYA....TRUE LOVE...karena lebih tulus. Dia tidak takut kehilangan seseorang, tidak butuh selalu belaian.

Nothing you can do can pay it back.

Dengan demikian, apakah sahabat lebih baik daripada pacar? ehmm...no comment aja deh. Kalau aku sich, "my girl-friend is my best friend."

Renungkanlah, camkanlah, dan pahamilah...benarkah sahabat lebih kita prioritaskan? Sanggupkah kita berjanji ATAS NAMA KEJUJURAN?

Loyalty to a friend is caused by his/her ever-existence; Loyalty to a lover is caused by fear of his/her non-existence." (SWW, 2006).

No comments:

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.