Pages

7 December 2006

Angel of the North

Angel of the North (54°54′50.8″N, 1°35′21.9″W) is a modern sculpture created by Antony Gormley, which was erected in Gateshead, England.

As the name suggests, it is a steel sculpture of an angel, standing 20 metres (66 feet) tall, with wings 54 metres (178 feet) — making it wider than the Statue of Liberty's height. The wings themselves are not planar, but are angled 3.5 degrees forward, which Gormley has been quoted as saying was to create "a sense of embrace"[citation needed]. It stands on a hill overlooking the A1 road and the A167 road into Tyneside and the East Coast Main Line rail route.

Work began on the project in 1994, the total cost coming to £1m. Most of the project funding was provided by the National Lottery.

Due to its exposed location, the sculpture has to withstand winds of over 100 mph (160 km/h). Thus, 150 metric tonnes (165 tons) of concrete were used to create foundations which anchor the sculpture to rock 20 metres (66 ft) below.

The sculpture itself was created offsite in three parts – with the body weighing 100 metric tonnes (110 tons), and two wings weighing 50 metric tonnes (55 tons) each – then brought to its site by road. It took seven hours for the body to be transported from its construction site in Hartlepool, County Durham, up the A19 to the site.

Construction work on the Angel was finished in 16 February 1998. Angel of the North aroused some controversy locally and in the British newspapers when first erected, but has now come to be considered as a landmark for the North East of England.

It is sometimes referred to affectionately as 'The Gateshead Flasher'.

Angel of the North adalah landmark kota Newcastle. Julukan 'Angel of the North' diberikan kepada Alan Shearer, legenda liga Inggris dan striker nomor satu tim nasional Inggris periode 1992-2000, yang memang kelahiran asli kota Newcastle.

11 November 2006

Raibnya KC-135 di Segitiga Bermuda

Hilangnya dua tanker tambun KC-135 AU AS di 900 mil sebelah timur-laut Miami pada 1963 menambah pekat misteri Segitiga Bermuda. Akibat vile vortices, magnetisme, atau proyek rahasia AS?

Photobucket - Video and Image Hosting

Hari itu, Rabu, tanggal 28 Agustus 1963. Sebagimana tugas rutin lainnya,dua pemasok bahan bakar di udara KC-135 siap diminta terbang kemana saja. Dan, siang hari itu tanpa beban firasat apa-apa, keduanya melenggang begitu saja setelah mendapat perintah terbang ke arah Lautan Atlantik. Dengan 25.000 galon bahan bakar jet beroktan tinggi diperutnya, mereka ditugasi mengisi bahan bakar ke sejumlah pesawat militer AS di udara. Lepas landas dari pangkalannya di Lanud Homestead, Florida, dengan kecepatan jelajah 600 mil per jam, keduanya lalu mengejar buruannya masing-masing ke lokasi yang telah ditentukan. Kontak radio terjadi ketika pilotnya melapor posisi pada 900 mil sebelah timur-laut Miami, kira-kira tengah hari. Namun setelah itu kedua tanker sehaga empat juta dollar ini seolah ditelan langit. Kedua pesawat dengan 11 awaknya tersebut tiba-tiba raib begitu saja.

Setelah menara Homestead menunggu hingga batas waktu kedatangan (ETA) pada jam 14.00 waktu setempat keduanya tak muncul, notam bahwa keduanya hilang dalam tugas pun disebar. Satu-satunya jejak awal yang berhasil didapat adalah laporan dari pilot KC-135 lainnya yang telah lebih dulu mendarat. Pilotnya mengatakan bahwa mereka sempat berpapasan di udara sekitar pukul 15.00 waktu setempat. Mereka lenyap begitu saja setelah mengisi tanki dua pembom jet B47 milik AU AS di atas Atlantik.

Mengantisipasi raibnya kedua stratotanker, pihak Lanud Homestead pun segera mengerahkan upaya pencarian. Sekitar 24 pesawat dikerahkan ke 900 mil sebelah timur-laut Miami, lokasi dimana kontak terakhir itu terjadi. Tetapi hingga tengah malam tak sebuah pecahan dan benda yang mencurigakan ditemukan. Keesokan harinya, upaya pencarian kembali dikerahkan. Kali itu kekuatan dilipatgandakan, dan empat kapal pencari Pasukan Pengaman Pantai AS (US Coast Guard) ikut mendukung. Namun hasilnya tetap sama saja. Nihil. Sesuai prosedur, untuk sementara upaya pencarian dihentikan dan laporan mengenai hilangnya kedua KC-135 pun disiarkan ke berbagai pihak. Termasuk ke berbagai media penerbitan dan siaran televisi.

Diluar dugaan, dua hari setelah kejadian, sebuah pesawat milik AU AS tiba-tiba melihat jejak terhampar di laut masih di sekitar posisi yang dicurigai. Dan setelah dihampiri, ternyata di sana mereka menemukan helm pilot, life jacket, kartu navigasi, panel kokpit, dan peralatan lain yang diyakini sebagai ceceran KC-135 yang nahas. Tak berapa lama kemudian ditemukan lagi ceceran lain yang diduga milik KC-135 kedua. Karena jarak ceceran yang satu dengan yang lain sekitar 160 mil, teori yang mengatakan bahwa kedua pesawat bertabrakan di udara seperti yang santer dibicarakan pun 'gugur'.

Lalu apa yang menyebabkan kedua pesawat sama-sama hancur dalam waktu yang diduga bersamaan pada jarak yang lumayan agak berjauhan? Teori kerusakan mesin sulit sekali diterima mengingat tingkat koinsidensinya kecil sekali. Faktor eksternal-kah?

Magnet atau UFO?

Bagi sementara kalangan yang mukim di wilayah Miami dan sekitarnya, nahas yang dialami awak Homestead tersebut memang misteri, namun mereka bisa 'memahaminya' karena kasus-kasus seperti ini seolah kerap terjadi di beranda mereka. Kedua KC-135 berikut 11 awaknya itu adalah korban kesekian dari 'keganasan' Segitiga Bermuda. Namun, seperti yang sudah-sudah, memang jarang sekali ada penjelasan dari kasus-kasus hilangnya kapal atau pesawat terbang di wilayah paling angker dari Lautan Atlantik, yang dibatasi Pulau Bermuda di sebelah Utara, Florida di sebelah Barat, dan Puerto Rico di sebelah Timur ini.

Alkisah mengatakan, laut dan udara di wilayah ini tak pernah menunjukkan gejala gangguan apa-apa menjelang pesawat atau kapal tiba-tiba hilang di sini. Kesan inilah yang membuat opini bahwa sampai-sampai pilot atau nakhoda tak pernah sempat lagi mengambil langkah untuk menghindar. Dan, fenomena yang terjadi di sana memang seolah terlalu dahsyat untuk dihindari. Kesan ini pun seolah membenarkan laporan yang diumumkan jurubicara Lanud Schilling, bahwa tak ada distress call menjelang musibah itu terjadi.

Menanggapi berbagai musibah yang telah terjadi sejak tahun 40-an, selanjutnya memang melahirkan berbagai teori yang kadang terdengar ajaib. Karena gejala umum yang kerap dilaporkan adalah kehilangan orientasi, sejumlah pihak menyebut; penyebabnya mungkin abrasi atmosfer, gangguan magnetik dan gravitasi, gempa di dasar laut, atau gelombang tidal. Lebih jauh, karena sebagian besar korban tak bisa ditemukan di sekitar reruntukan seperti juga yang terjadi pada kasus KC-135 ini , peristiwanya kemudian juga dikait-kaitkan dengan upaya penculikan oleh sekelompok makhluk asing (UFO) yang kabarnya sering mondar-mandir di sana.

Sebuah upaya penelitian ilmiah bukannya belum pernah dicobakan di sini. Paling tidak hal ini pernah dilakukan pemerintah AS dengan mengirim kapal tanpa awak yang dikendalikan dengan remote-control. Namun demikian, kapal yang dipenuhi bermacam-macam sensor penjejak dan pencatat ini, sayangnya, tak pernah juga berhasil mencatat gejala-gejala yang mencurigakan. Inilah yang membuat seluruh misteri di Segitiga Bermuda tak kunjung mendapat penjelasan yang memuaskan secara ilmiah. Hingga kini.

Dilain pihak, kenyataan inilah yang uniknya kerap membuat para ilmuwan dunia bertanya-tanya. Dunia telah merengkuh temuan dan pemahaman yang begitu tinggi dalam bidang science dan wahana tanpa awak, akan tetapi mengapa fenomena 'di depan mata itu' tak pernah juga bisa disibak? Tak kurang dari Zadrach L. Dupe, pakar dari Departemen Geofisika dan Meteorologi ITB, mengungkap ironi tersebut kepada Angkasa, akhir September lalu di Jakarta. Itu sebabnya, ia mencurigai seperti juga yang diantisipasi ilmuwan dunia lainnya ada satu atau beberapa negara adidaya yang berdiri di belakang berbagai misteri tersebut. Perkiraan ini nampaknya tak berlebihan, mengingat pada tahun 60-an, sebuah badan penyelidik Kanada pernah memergoki pemerintah AS tengah mengupayakan sebuah proyek dengan peralatan magnet besar yang beberapa tahun kemudian diakui sebagai Project Magnet. Proyek seperti ini sangat mungkin berpengaruh karena bisa mengakibatkan pesawat atau kapal celaka akibat disorientasi.

Akan tetapi, dugaan seperti itu termasuk juga dugaan bahwa di bawah wilayah 'keramat' itu mengandung logam yang bisa menciptakan gangguan magnet sekali lagi tak pernah menjawab pertanyaan yang sudah kepalang rumit. Diantara yang paling misterius, diantaranya saja, mengapa dari hampir semua wahana yang berhasil ditemukan reruntukannya, tak pernah ditemukan korban (manusia). Mereka seolah hilang tanpa jejak. Pecinta kisah misteri mungkin masih ingat dengan kasus hilangnya lima pembom TBM Avenger AL AS yang raib di sana pada Desember 1945 tak berapa lama setelah lepas landas dari pangkalannya di Fort Launderdale, Florida. Pesawat-pesawat ini pada awal tahun 90-an akhirnya di temukan tersungkur di lepas pantai, tak jauh dari pangkalannya. Namun anehnya tak satupun reruntukannya menyisakan jejak para awaknya.

Jadi kalaupun fenemona alam bertanggung-jawab dalam misteri di Segitiga Bermuda, paling tidak ada faktor eksternal lain yang ikut bertanggung-jawab dalam misteri penghilangan para awaknya. Dalam hal ini yang dimaksud, adalah sebuah komunitas asing yang peduli benar terhadap kekhasan manusia. Nah lho!

Sumber: http://www.angkasa-online.com/11/01/fenom/fenom1.htm

22 October 2006

Simple Words In Holy Days

:: Engga ada kata selain mohon maaf atas segala kesalahan yang telah saya perbuat, semoga ujian iman selama bulan Ramadhan ini membawa kita menuju manusia yang lebih baik, itu saja. TAQABALALLAHU MINA WA MINKUM....

14 October 2006

FIFAWPOY2006

Nama-nama kandidat peraih pemain terbaik dunia tahun 2006 telah diumumkan oleh FIFA. Pemilihan siapa yang akan meraih title pemain terbaik dunia akan dilaksanakan pada acara 16th FIFA World Player Gala, di Zurich Opera House, 18 Desember mendatang. Kandidat dipilih dari polling yang dilakukan oleh komite dan staff ahli FIFA, termasuk di dalamnya The Committee for Women's Football dan FIFA Women's World Cup. Setelah dilakukan penyaringan, maka terpilihlah 50 pemain sebagai nomine penghargaan. Seperti penyelenggaraan yang sudah-sudah, para kapten tim nasional (baik pria maupun wanita) akan ikut memberikan suaranya untuk memilih siapa yang terbaik. Memasuki awal Desember direncanakan FIFA akan mengumumkan secara resmi (berdasarkan urutan abjad) tiga nama peraih penghargaan. Sebagai tambahan, akan diberikan pula penghargaan khusus FIFA Presidential Award dan FIFA Fairplay Award. Untuk penyelenggaraan tahun ini diramaikan pula dengan penghargaan para pemain yang bersinar di Piala Dunia 2006 di Jerman, musim panas lalu. Zinedine Zidane, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo, Miroslav Klose, Hernan Crespo, Ronaldo akan diberi penghargaan. Fair Play Award Germany 2006 jatuh ke tangan Spanyol dan Brasil, sedangkan penjaga gawang terbaik jatuh ke tangan Gianluigi Buffon. Berikut daftar lengkap nomine: FIFA Women's World Player of the Year 2006: Laura Georges, Duan Han, Laura Kalmari, Kristine Lily, Renate Lingor, Ma Xiaoxiu, Marta, Malin Mostrom, Monica Ocampo, Cathrine Paaske Sorensen, Kum Suk Ri, Christine Sinclair, Cheryl Salisbury, Lotta Schelin, Silke Rottenberg, Kelly Smith, Sandrine Soubeyrand, Ingvild Stensland, Cynthia Uwak, dan Abby Wambach. FIFA World Player of the Year 2006: Adriano, Michael Ballack, Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Cristiano Ronaldo, Petr Chech, Deco, Didier Drogba, Michael Essien, Samuel Etoo, Luis Figo, Gennaro Gattuso, Steven Gerrard, Thierry Henry, Frank Lampard, Miroslav Klose, Philipp Lahm, Jens Lehmann, Juan Roman Riquelme, Ronaldinho, Franck Ribery, Wayne Rooney, Tomas Rosicky, Andriy Shevchenko, Lilian Thuram, Patrick Vieira, dan Zinedine Zidane.

The Nominees 06

Nama-nama kandidat peraih pemain terbaik dunia tahun 2006 telah diumumkan oleh FIFA. Pemilihan siapa yang akan meraih title pemain terbaik dunia akan dilaksanakan pada acara 16th FIFA World Player Gala, di Zurich Opera House, 18 Desember mendatang. Kandidat dipilih dari polling yang dilakukan oleh komite dan staff ahli FIFA, termasuk di dalamnya The Committee for Women's Football dan FIFA Women's World Cup. Setelah dilakukan penyaringan, maka terpilihlah 50 pemain sebagai nomine penghargaan. Seperti penyelenggaraan yang sudah-sudah, para kapten tim nasional (baik pria maupun wanita) akan ikut memberikan suaranya untuk memilih siapa yang terbaik. Memasuki awal Desember direncanakan FIFA akan mengumumkan secara resmi (berdasarkan urutan abjad) tiga nama peraih penghargaan. Sebagai tambahan, akan diberikan pula penghargaan khusus FIFA Presidential Award dan FIFA Fairplay Award. Untuk penyelenggaraan tahun ini diramaikan pula dengan penghargaan para pemain yang bersinar di Piala Dunia 2006 di Jerman, musim panas lalu. Zinedine Zidane, Fabio Cannavaro, Andrea Pirlo, Miroslav Klose, Hernan Crespo, Ronaldo akan diberi penghargaan. Fair Play Award Germany 2006 jatuh ke tangan Spanyol dan Brasil, sedangkan penjaga gawang terbaik jatuh ke tangan Gianluigi Buffon. Berikut daftar lengkap nomine: FIFA Women's World Player of the Year 2006: Laura Georges, Duan Han, Laura Kalmari, Kristine Lily, Renate Lingor, Ma Xiaoxiu, Marta, Malin Mostrom, Monica Ocampo, Cathrine Paaske Sorensen, Kum Suk Ri, Christine Sinclair, Cheryl Salisbury, Lotta Schelin, Silke Rottenberg, Kelly Smith, Sandrine Soubeyrand, Ingvild Stensland, Cynthia Uwak, dan Abby Wambach. FIFA World Player of the Year 2006: Adriano, Michael Ballack, Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Cristiano Ronaldo, Petr Chech, Deco, Didier Drogba, Michael Essien, Samuel Etoo, Luis Figo, Gennaro Gattuso, Steven Gerrard, Thierry Henry, Frank Lampard, Miroslav Klose, Philipp Lahm, Jens Lehmann, Juan Roman Riquelme, Ronaldinho, Franck Ribery, Wayne Rooney, Tomas Rosicky, Andriy Shevchenko, Lilian Thuram, Patrick Vieira, dan Zinedine Zidane.

12 October 2006

UEFA EURO 2008 FF

Skuadra Indonesia XI (Coach/Manager: Tio Widodo) Matchday 1: (pt(s)) Jussi Jaaskelainen (3), Philipp Lahm (6), Aaron Hughes (1), Fabio Cannavaro (2), John Terry (6), ...Gera (7), Esibius Smolarek (1), Aliaksandr Hleb (2), Owen Hargreaves (4), Lukas Podolski -c- (12), Angelos Charisteas (1); Thomas Buffel (0) Matchday 2: (pt(s)) Thomas Sorensen (6), Philipp Lahm (6), Petri Pasanen (2), Joris Mathijsen (5), Tal Ben Haim (2), Morten Gamst Pedersen (4), ...Arshavin (4), Dennis Rommedahl (12), Lukas Podolski -c- (36), Thomas Buffel (0), Samir Musayev (1), ; Jermaine Jenas (0) Matchday 3: (pt(s)) Jussi Jaaskelainen (7), Petri Pasanen (5), Aaron Hughes (6), Robert Kovac (6), Owen Hargreaves (0), Jan Polak (9), Damien Duff (5), Ebi Smolarek (9), Ivan Klasnic -c- (18), ...Kavaliauskas (1), Maciej Zurawski (1); Jerrel van Damme (0) Matchday 4: (pt(s)) Jussi Jaaskelainen (8), ...Agger (6), ...Sedloski (6), Willy Sagnol (12), Martin Petrov (0), Paul Hartley (2), Kim Kallstrom (7), Steven Davis (4), Robin van Persie -c- (12), Ivan Klasnic (0), Kenny Miller (2); Nemanja Vidic (0)

11 October 2006

Hingga Matchday 3

Euro 2008 Finals: 1. Austria 2. Swiss 3. Serbia 4. Finlandia 5. Skotlandia 6. Prancis 7. Yunani 8. Turki 9. Republik Ceko 10. Jerman 11. Inggris 12. Israel 13. Swedia 14. Denmark 15. Rumania 16. Belanda

Duta Besar Euro 2008

Bintang tenis RogerFederer menjadi salah satu tokoh penting yang akan menjadi duta besar Putaran Final Kejuaran Sepakbola Antar-negara Eropa 2008 (Euro 2008) Asosiasi sepakbola Swiss yang akan menjadi tuan rumah bersama UEFA EURO 2008 dengan negara tetangganya, Austria, telah mencantumkan Federer bersama tiga orang lain untuk membantu mengkampanyekan event empat tahunan. Federer saat ini adalah atlet paling populer dan menjadi kebanggaan masyarakat Swiss, dengan keberhasilannya menjadi petenis nomor satu ATP. Federer telah mengemas sembilan gelar Grand Slam. Ia bergabung bersama mantan direktur tim Formula 1 Sauber-Petronas, Peter Sauber (Tokoh tahun 2005). Dua pilihan lainnya jatuh pada Bernhard Russi (salah satu legenda ski Swiss) yang juga akan bertindak sebagai komentator televisi dan Stephane Chapuisat, striker andalan Swiss masa lalu yang memperkuat tim nasional sebanyak 103 dan menjadi anggota skuad juara Liga Champions 1997, Borussia Dortmund.

6 October 2006

Hey, Ini Kan Puasa (Chayank)

Siang itu hampir pukul dua. Debu beterbangan di jalan protokol menghiasi terik matahari yang sangat menyengat. Di tengah-tengah ujian yang lumayan berat di kala puasa, ada seorang customer berwajah cantik, berkulit putih, rambut sebahu dengan baju warna merah. Ia tidak sendirian melainkan berlima. Dua cewek dan tiga cowok sedang mengerjakan tugas kelihatannya. Cewek yahud itu beristirahat sejenak gantian dengan rekannya mengetik. Tiba-tiba salah seorang dari tiga cowok tadi mendekat dan body language nya seperti merajuk. Ingin bermanja-manja dengan cewek yahud tadi. Wah, mungkin mereka sepasang kekasih atau apa lah. Cewek berbaju merah tadi serta-merta menahan gerakan si cowok, "Eiitt...inget-inget puasa! Jangan begitu!" Bagus juga deh. Si cewek benar-benar tahu kalau bulan puasa segala tindakan harus dijaga. Tidak sekedar menahan lapar dan haus seharian. Tapi tindakan lain yang mengundang nafsu juga di jaga. Termasuk bersentuhan dengan bukan muhrimnya. One question aja deh: "Kalau misalnya hari itu tidak puasa, cewek tadi masih melarang si cowok apa tidak ya?" Semestinya tidak hanya di bulan puasa cewek cantik tadi berkata seperti melarang si cowok itu menyentuh dan bersandar di bahunya. One homework for us....

4 October 2006

Peta Olahraga Andalan

JAKARTA - Untuk mengatasi kemunduran prestasi Indonesia dalam bidang olahraga, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Menpora untuk memetakan olahraga mana yang bisa dibina yang kemudian bisa dijadikan andalan Indonesia. Hal itu dikemukakan Menteri Pemuda Olahraga Adhyaksa Dault usai diterima Presiden di Kantor Kepresidenan, Senin (2/10). Untuk itu Adhyaksa yang kemarin didampingi Sekretaris Menpora Toho Cholic Mutohir akan menyampaikan program unggulan, termasuk mengirim atlet-atlet nasional ke Kuba sebagai persiapan menghadapi SEA Games 2007. "Sesuai dengan arahan Presiden SBY dan hasil kunjungan Beliau di Kuba, kita akan mengirim sekitar 50 atlet, pelatih, dan termasuk tenaga ahli, supaya akan ada alih teknologi untuk generasi berikutnya," katanya. Atlet yang akan dikirim ke Kuba sebagaimana dikemukakan Toho, berasal dari cabang olahraga atletik, tinju, senam, dan anggar. Dalam pertemuan itu, Presiden juga mengharapkan agar olahraga nasional dibangun dengan konsep yang matang dan komprehensif serta melibatkan seluruh shareholders dan seluruh lapisan masyarakat. "Dengan demikian, olahraga menjadi suatu bangunan dengan seluruh lapisan masyarakat sebagai sistem pondasinya," kata Menpora menirukan Presiden. Kedatangan Menpora bertemu Presiden untuk melaporkan beberapa hal, antara lani mengenai cara mensinergikan antara olahraga prestasi, olahraga rekreasi, dan olahraga pendidikan. Adhyaksa melihat pada saat ini masyarakat terlihat hanya peduli terhadap prestasi saja, tapi mengesampingkan olahraga pendidikan dan rekreasi. SWW comments:
  1. Trims atensinya Mr. President atas olahraga nasional. Anyway, saya dan temen-teman udah sering membahas tentang prioritas olahraga unggulan sejak Menpora Hayono Isman lho, cuman tidak ada yang dengar gitu;
  2. Emm, soal sinergi olahraga prestasi, pendidikan, atau rekreasi, tidak usah dipersoalkan lah. Sekarang harus dipahami masyarakat golongan mana, orientasinya apa, dan prioritasnya itu apa;
  3. Mengapa ke Kuba? Bukankah raksasa atletik itu adalah Amerika Serikat, beberapa negara Afrika, dan Cina? Sementara kalau olahraga senam bisa menimba ilmu pada Mas Vitaliy Tschrebo dan Mbak Nadija Comanechi??? Soal tinju.....emmm....atlit Indonesia kurang berbakat untuk cabang olahraga yang melibatkan kontak langsung anggota badan...Kuba memang oke tinjunya, terutama dalam tinju amatir. Nasionalisme mereka yang perlu diteladani.
  4. Pernyataan 'melibatkan seluruh shareholders' jangan dianggap main-main dan normatif belaka. Buktinya, di Merdeka Games 2006 saja PSSI tidak mewakili seluruh lapisan. Lebih parah lagi, identitas Kampiun Liga Indonesia tidak diberi penghargaan sedikitpun. Lihat saja, tidak ada satupun pemain Persik Kediri yang dipanggil. Ini bukan salah Mister Peter Withe, karena beliau cuma disodori nama....wakakakak...lucu banget. Dimanapun yang disodorkan itu statistik bukan nama....hahaha...
  5. Anggar?? katanya olahraga unggulan. Alright, semoga maksud SWW sama dengan maksud SBY yah? Unggulan berarti "olahraga olimpiade" kan? Lebih afdhal lagi yang lebih familiar dengan masyarakat kita. Lebih baik olahraga renang saja....dari situ muncul "best athletes" pada setiap olimpiade. Dari Aleksandr Popov, Yevgeny Sadovy, Johnny Weissmuller, Michael "the Albatros" Gross, Matt Biondi, Kristin Otto, Kristina Egerszegi, dan Ian "Thorpedo" Thorpe..hmm??
Bravo olahraga INDONESIA! Bagimu negeriku yang terbaiklah yang akan kami persembahkan!

3 October 2006

Mimpi 1

Setiap orang pasti bermimpi, namun hanya sedikit saja yang memikirkan makna dari fenomena yang terjadi pada saat tidur ini. Sebelum memulai pembicaraan atau bahkan pembahasan tentang mimpi, baik itu secara simbolis maupun bukan, pertama-tama kita harus melepaskan konsepsi materialistik mengenai apa yang setiap orang dianggap nyata dari fikiran kita. Manusia eksternal atau fisik adalah tidak lebih dari manusia beserta pakaian yang dikenakannya. Manusia secara fisik hanyalah sebuah sarana yang digunakan oleh manusia dalam tataran non-fisik di dalam alam fisik. Berbagai teori materialistik telah dikemukakan pada masa lalu, dengan berusaha untuk menjelaskan betapa dahsyatnya fenomena mimpu. Akan tetapi teori-teori tersebut selalu tidak memberikan penjelasan yang memuaskan hati. Mengapa? Karena para penganut materialistik menjelaskan lika-liku keberadaan atau eksistensi manusia tanpa disertai dengan keterkaitannya dengan jiwa atau ruh manusia itu sendiri. Mimpu dapat memisahkan ruh dari tubuhnya. Ketika perasaan menjadi semakin tidak peka terhadap respon, maka dalam diri manusia tertarik dari batasan luarnya. Terdapat tiga cara untuk memisahkan ruh dari tubuh yang mewadahinya: (1) dengan tidur secara alami atau normal, (2) dengan hipnotis, dan (3) dengan kematian. Dua cara pertama berarti manusia meninggalkan tubuhnya sementara waktu, sedangkan cara terakhir adalah berarti pemisahan ruh dengan tubuhnya dan ruh tersebut tidak akan pernah dapat kembali untuk selamanya. Jika kematian datang, maka hubungan yang menyatukan ruh dan tubuh menjadi berakhir.

PNS: BOYCOTT?

Maaf. Dinilai provokasi ya monggo kerso. Saya bukan salah satu dari sekian ratus teroris pengacau di negeri tercinta ini. Mengapa harus boikot PNS? Coba deh, kalau sampai Praktek KKN (baik yang nyata maupun terselubung) masih tetap dijalankan, dalam bentuk apapun, maka tiada kata lain kecuali BOIKOT. Boikot, aksi mogok dan mosi tidak percaya akan berhasil jika kita melaksanakan 'Mogok Nasional'. Biarkan saja pemerintah (pusat, daerah, maupun departemen) mengumumkan selebaran seleksi CPNS, tapi kita tidak usah mendaftar. Tidak satupun dari kita yang mencoba mendaftar. Maka dengan sendirinya negara ini akan runtuh, hancur !! Biarkan mereka petinggi dan penguasa yang koruptor, kolutor, nepotor (wuhaahahaha....ngawur banget ya istilahnya!) kebingungan sendiri. Pertanyaannya, "Berani?" Berani gaa? Lho ini pandangan saya saja koq. Soalnya, setiap orang itu punya KEPENTINGAN atau INTEREST, lalu punya KEBUTUHAN atau NEED, lalu ada yang punya KEKUASAAN atau POWER. "Berani Gak?" Soal uang, ehmm, apa yang gratis sekarang ini? Gimana kalau setiap penganggur di Indonesia (khususnya 'pengangguran intelektual' hikz...sarjana maksudnya) bergabung menjadi satu trus membentuk sebuah komunitas yang didalamnya berkarya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Mungkin si A punya uang 1000, dan si B punya uang 1 juta. Kalau digabung menjadi satu kan punya modal banyak tuh! Jadikan perusahaan 'super atau ultra gedhe' aja. Trus digunakan untuk melayani masyarakat. Waduh! Ide koq jelimet ya? KOMPAK ENGGAK??? Lha trus mangan opo, Mas yen ora duwe kerjaan? Wah, ya emang sulit ya? Tapi menurut saya bisa koq uang itu dicari. Contohnya, dengan saya ngetik saja satu lembar dapat 300. Dalam satu jam saya dapat ngetik rata-rata 18 lembar, berarti 18 x 300 = 5400. Trus jam ngetik saya rata-rata 13 jam sehari, ya udah wis, dibuat efektif 10 jam. Jadi sehari dapetin 5400 x 10 jam = 54.000. Mau makan apa ya uang segitu? Menurut saya dalam skup kehidupan di Semarang sekali makan 10.000 sudah lumayan. Hayo! jangan trus berkomentar, "lho itu kan di Semarang. Kalo di tempat lain yang biaya hidupnya lebih tinggi?" Ya, disesuaikan to ya, kita kan punya akal dan logika... Lha trus yen ora biso ngetik? Aduuh, sampeyan ki piye to, pren? Leh sinau ning kampus ki nggo opo ngono? Susah-susah, repot datang ke kampus untuk apa? Mejeng? Pacaran? Cari Jodoh? Ngomongin temen? Cari Mangsa? Pamer Pantat? Dada? Hidung? Tubuh? Kaki? Mobi? Motor? Bibir? Huexx!!! Merdeka!

2 October 2006

Cerita Tinggal Cerita

Seorang murid datang menjumpai guru sufi, wajahnya membersitkan kekesalan. Tampaknya dia sudah limbung, menanggung beban kesal itu. Hampir-hampir saja beban itu membuatnya frustrasi. Dia ingin berhenti mengajarkan kearifan kepada orang-orang. "Guru, saya sedang benar-benar kesal," gerutunya. "Ada apa muridku? Berbagilah denganku!" "Cerita-cerita saya selalu disalahpahami,!" ujarnya sembari menyembunyikan wajahnya. "Disalahpahami bagaimana?" "Untuk sebagian orang cerita saya dipahami begini. Sedang untuk sebagian yang lain, dipahami begitu." "Apa yang salah dengan memahami cerita begini dan begitu?" tanya guru sufi lebih lanjut. "Lalu apa maumu?" tanya sang guru sufi dengan nada lembut. "Saya ingin cerita saya dipahami seperti apa yang saya inginkan." Sang guru sufi hanya geleng-geleng kepala mendengar jawaban sang murid. Sang guru lalu perlahan-lahan mengeja wajah muridnya dengan tatapan welas asih. Sang guru sepertinya sedang membaca huruf-huruf yang dipahat gurat-gurat kekesalan. "Muridku, cerita adalah cerita. Cerita akan melahirkan banyak tafsiran dan pemahaman. Dia tidak lain hanyalah wahana, sarana, kemasan, bungkus, dan apa-lagi....," kata-kata sang guru terputus. Sejenak kesenyapan meliputi mereka. Lalu sang guru melanjutkan, "Sebagai wahana, kita harus bisa memberdayakan agar orang yang mendengar dan membacanya mampu memahami dan memberikan pemaknaan." "Apa itu guru?" Dia kemudian mengangkat wajahnya, "Bagaimana cerita itu bisa memberikan daya guna dan manfaat kepada orang lain yang mendengar dan membacanya, beroleh manfaat?" "Hanya itu! tidak ada yang hak lain." Sang murid hanya manthuk-manthuk (mengangguk-angguk, red.) saja. Sepertinya dia ingin berkata: "Apalah artinya sebuah cerita, seindah dan selucu apa pun, atau seburuk dan sekaku apa pun kalau pendengar dan pembacanya tidak dapat memahami dan memaknai." Mereka berdua kemudian serempak melepas senyum. Sepertinya ada kesepahaman. Cerita tinggal cerita. Apalah artinya cerita bila tidak bisa dipahami. Sejenak kemudian sang murid bangkit. Ia menyalami gurunya, lalu beranjak pergi. Kini giliran sang guru yang manggut-manggut, sepertinya dia ingin berujar, "Memahami, memahami, apalah artinya kalau tidak bermakna bagi diri?" From: Seri Teladan Humor Sufistik: Kejujuran Membawa Sengsara

Sisi Gelap Komunikasi Antarpersona

Komunikasi antarpersona tidak bisa diubah. Kita tidak dapat mencoba mengubah arti dar ipesan yang terucap, karena dalam banyak kasus yang terjadi justru arti tersebut menjadi tidak benar. Komunikasi yang telah dilakukan mengandung unsur psikis; yakni tidak dapat lagi mengalami reproduksi. Jika kita memulai komunikasi antarpersona, maka kita tidak pernah akan dapat kembali ke tempat semula seperti layaknya gerak spiral. Hal ini berlangsung dan membentuk suatu peristiwa, pengalaman, dan pengaruh fikiran orang lain yang berkomunikasi dengan diri kita. Peribahasa Rusia mengatakan "sekali kata keluar dari mulutmu, ia tidak akan pernah dapat ditarik kembali." to be continued...

2 September 2006

MENCARI SISTEM PENDIDIKAN

PENDAHULUAN

Sistem Pendidikan Nasional masih terus mengalami penyesuaian. Dengan kata lain, pendidikan nasional belum mencapai keadaan yang stabil. Perubahan terus dilakukan menuju ke arah perbaikan. Meskipun demikian, hingga saat ini belum diperoleh hasil yang memuaskan. Tidak perlu mencari-cari letak kesalahan (bila memang ada yang salah tentang pendidikan nasional). Yang diperlukan sekarang adalah kesadaran bersama baik dari penyelenggara pendidikan maupun peserta pendidikan.

Permasalahan pendidikan nasional adalah seputar ketidakseimbangan antara hasil dan pengeluaran yang dipakai untuk menyelenggarakan pendidikan tersebut. Pendidikan di Indonesia identik dengan biayanya yang mahal bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Harus diakui bahwa perkembangan bidang ekonomi berpengaruh terhadap warna pendidikan. Kebergantungan ini begitu jelas terlihat. Bahwasanya perubahan harga pasasr kebutuhan manusia (yang berarti “harga naik”) membuat hampir semua bidang kehidupan menjadi bertambah mahal.

TIDAK ADA PENDIDIKAN ‘GRATIS’

Di dalam Undang Undang Dasar NKRI 1945 yang telah diamandemen terdapat pernyataan yang intinya “pendidikan dibiayai oleh negara/pemerintah”. Pernyataan ini bukan berarti warga yang bersekolah “dibayar” atau ‘dibebaskan dari biaya sekolah.” Perlu dicermati bahwa “permainan kata” penyusun UUD ini dapat menjebak pemahaman tentang sistem pembiayaan pendidikan Indonesia.

Penyusun UUD pasti telah dengan sangat cermat memilih kata-kata sedemikian rupa sehingga pelaksanaan dari UUD tersebut “terkendali”. Dalam artian, jangan sampai istilah “dibiayai” sama dengan istilah “gratis.”

Pemerintah dapat saja berkilah bahwa membiayai berarti membantu semampunya. Akan berbeda makna bila pernyataan yang digunakan adalah “pemerintah menanggung sepenuhnya biaya pendidikan.”

Pembahasan singkat mengenai UUD 1945 dalam masalah pendidikan di atas mengingat adanya kesalahan persepsi, bahkan oleh beberapa mahasiswa yang notabene adalah elite pendidikan di negeri ini. Dengan pengertian bahwa “dibiayai” berarti “gratis”, maka timbul harapan besar akan memperoleh kesempatan bersekolah tanpa membayar (memang menurut kabar terdapat beberapa daerah yang menyelenggarakan pendidikan gratis; namun hal ini baru dalam skala minoritas).

Harapan pendidikan gratis menyebabkan kekecewaan yang lebih mendalam ketika mengetahui bahwa kenyataannya berbicara sebaliknya. Bahkan cenderung bertambah mahal.

MENGHAPUS NUANSA BISNIS PADA PENDIDIKAN DASAR

Beberapa waktu lalu saya menjumpai suatu hal yang ganjil. Kesan pertama biasa saja, bahkan saya merasa senang sekali mendapatkan order ketikan proposal kerjasama antara instansi pendidikan dan sebuah perusahaan percetakan. Senang karena ketikannya banyak sekali, sekitar 400 lembar. Proposal itu berisikan tender pengerjaan soal ujian akhir nasional tingkat sekolah dasar. Lalu, apakah yang menarik dari order ketikan itu?

Penjelasannya demikian: Pembangunan ekonomi membutuhkan sinergi yang kuat antar berbagai bidang usaha baik produksi barang maupun jasa. Kerjasama antar bidang usaha ini sebagai wujud simbiosis mutualisme. Memang demikian sebaliknya jika ingin roda perekonomian rakyat terus berputar. Sebuah usaha yang sangat positif.

Usaha positif di atas tampak wajar-wajar saja dan tidak perlu dipermasalahkan. Begitu pula yang ingin diutarakan di sini bukan untuk memicu timbulnya masalah, melainkan sekedar apa yang tertangkap dari tender kerjasama tersebut. Pertama, bahwa pada setiap sampul depan (cover) soal Ujian Akhir Sekolah (UAS) terdapat tulisan “Rahasia; Milik Negara”. Kata “rahasia” ini mengacu pada soal UAS berikut kunci jawabannya. Dalam hal ini yang terlibat didalam pembuatan soal bukan hanya Departmen Pendidikan Nasional melainkan pihak “luar”, yakni perusahaan percetakan. Adakah jaminan bahwa kerahasiaan soal dan kunci jawaban tidak akan mengalami kebocoran? Tidak seorangpun yang dapat menjamin hal tersebut. Tentu saja pihak Depdiknas telah mempertimbangkan segalanya, termasuk resiko kebocoran oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Akan tetapi sangat riskan apabila tidak dilakukan pengawasan yang ketat. Mungkin saja langkah kerjasama ini ditempuh karena keterbatasan sumber daya pembuatan soal yang dimiliki oleh Depdiknas sehingga memerlukan pihak luar untuk dijadikan rekanan bisnis.

Kedua, berkaitan dengan kerjasama ini maka akan muncul biaya pembuatan soal (biaya produksi). Seperti yang tertera di dalam proposal bahwa pembuatan soal menghabiskan biaya sekian ratus juta. Dengan demikian, dari manakah Depdiknas memperoleh dananya? Tentu saja dari anggaran pemerintah. Namun kembali pada pernyataan di UUD 1945, khususnya dalam penjelasan, bahwa pemerintah hanya memberi kontribusi 20% saja. Pemerintah sudah pasti memiliki keterbatasan karena anggaran bukan hanya untuk pendidikan. Jika hal ini terjadi maka institusi pendidikan akan membebankan “sebagian” biaya kepada “stakeholders”nya, yakni pihak siswa. Sedangkan tanpa kerjasama pihak luar saja biaya sulit dijangkau, apalagi dengan kerjasama pihak luar? Artinya, pihak rekanan pasti menginginkan keuntungan (profit orientation).

Nuansa bisnis terlihat pula dalam pengadaan buku paket. Jika pihak sekolah benar-benar beritikad baik untuk mencerdaskan kehidupan bangsa mereka dapat menginstruksikan para pengajarnya untuk memberikan pelajaran dengan cara yang sederhana. Sederhana di sini ialah bahwa cukup pengajar saja yang memiliki buku paket, kemudian mereka mengajarkan materi dalam buku tersebut di depan kelas dan meminta para siswa untuk mencatat dalam bukunya sendiri.

Metode ini terkesan tidak efisien karena memakan waktu. Akan tetapi memberikan dampak positif: siswa tidak wajib atau harus membeli buku paket, siswa menjadi terbiasa menulis dan terbiasa membuat “note taking”. Biasanya tulisan sendiri akan lebih nyaman dibaca dibandingkan tulisan orang lain. Sarana bukanlah mutlak karena bergantung cara menggunakannya. Pengajar menjadi kreatif untuk memberikan penjelasan yang terdapat pada buku cetak dibandingkan berkata, “coba buka halaman sekian..anak-anak…”

MENGHAPUS ISTILAH “SEKOLAH FAVORIT”

Ada dua pengertian mengenai sekolah favorit ini. Pertama, Sekolah yang menjadi favorit karena prestasinya yang bagus, melebihi prestasi sekolah lainnya. Kedua, sekolah yang sejak awal di-plot menjadi favorit sehingga murid-murid berprestasi saja yang dapat lolos seleksi masuk sekolah tersebut.

Sebenarnya, sekolah favorit itu muncul dengan sendirinya pada saat sebuah sekolah mencapai prestasi terbaik. Persepsi pengamatlah yang akan menilai apakah atribut

“favorit” layak atau tidak layak untuk disematkan. Maka dari itu, tak perlu kiranya memberikan gelar “sekolah favorit” karena pasti kemudian akan muncul “sekolah bukan favorit” (logikanya demikian). Perlakuan harus diberikan semua kepada setiap institusi sehingga dampaknya akan positif bagi siswa. Siswa tidak akan merasa “lain” atau “dibawah/diatas normal” dan mungkin juga merasa minder karena tidak bersekolah di sekolah yang disebut “favorit” tadi.

DIVERSIFIKASI ORIENTASI PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI

Beberapa tujuan yang hendak dicapai oleh seseorang yang masuk ke perguruan tinggi, antara lain: 1) untuk meningkatkan derajat pendidikan keluarga; 2) untuk menimba ilmu lebih banyak agar menjadi ilmuwan; 3) untuk memperoleh gelar tingkat Diploma, Sarja, dan Pasca Sarjana sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja; dan 4) untuk tujuan-tujuan lain yang tidak dapat disebutkan di sini karena beragam jenisnya.

Saya mengamati bahwa di tengah perjalanan menuntut ilmu di perguruan tinggi mahasiswa sering kebingungan di dalam menyikapi kegiatan akademis. Banyak dari mereka yang tidak menguasai materi dengan baik. Status sebagai mahasiswa belum terlihat dari esgi kualitas intelektualitas maupun cara bersikap. Ada dua penyebab yaitu karena kemalasan mahasiswa itu sendiri dan metode pengajaran yang diberikan. Membahas masalah kemalasan sudah barang tentu berkaitan dengan faktor individu dan itu bersifat relatif. Maka dari itu lebih baik mengkaji tentang metode pengajaran untuk membatasi cakupan masalah di sini.

Orientasi pendidikan tingkat perguruan tinggi di Indonesia belumlah jelas. Terlepas dari slogan “menciptakan lulusan yang berkualitas atau idealisme semacam “membina genarasi penerus dengan modal kecakapan” dan sebagainya, pada kenyataan dunia perguruan tinggi Indonesia mengarah pada penyediaan “sarana” atau “vehicle” untuk dijadikan bekal mencari pekerjaan. Ijasah perguruan tinggi adalah modal untuk mencari kerja dan hal ini syah-syah saja. Memang kenyataannya begitu.

Permasalahannya ialah sering ada ketidaksesuaian antara disiplin akademis dan lapangan pekerjaan.. Alhasil, status sarjana hanya simbol semata tanpa memandang sarja apa seseorang itu sebenarnya. Parahnya, pemberi pekerjaan juga memberikan peluang (apakah ini berkaitan dengan statistik semata? credit point yang dicari oleh perusahaan tersebut, dengan “prestasi” memiliki karyawan yang sarjana semua?…Heaven Knows…).

Untuk mengurangi “aksi pembajakan” seperti ini maka perguruan tinggi harus memiliki orientasi yang jelas bagi calon lulusannya. Pada kesempatan ini diusulkan dua jenis orientasi pendidikan, yaitu orientasi keilmuwan (expertise) dan orientasi kewirausahaan (entrepreneurship).

Selama ini tujuan mahasiswa sering tidak jelas. Kebanyakan setelah lulus berkarya di bidang yang bukan keahliannya. Sekali lagi, hal ini bukanlah masalah. Akan tetapi kegunaan dari fakultas-fakultas menjadi semacam perlambang saja. Dari sini perguruan tinggi perlu merinci tujuan diberikannya kuliah bagi mahasiswa.

Orientasi pendidikan jalur keilmuwan dikhususkan bagi mahasiswa yang menekuni bidang ilmu dan pengembangannya. Keluaran dari orientasi keilmuwan adalah lulusan yang memiliki keahlian analitik dan teori yang baik untuk mengabdi dalam bidang ilmu pengetahuan dan pengembangannya. Metode pengajaran disusun dan diberikan sedemikian rupa sehingga dapat menciptakan bakat para calon ilmuwan. Orientasi jalur kewirausahaan dikhususkan bagi mahasiswa yang ingin menjadi praktisi usaha. Dengan bekal yang memadai untuk menjadi profesional maka lulusan perguruan tinggi tidak akan gamang dengan peta kekuatan dunia usaha. 

BEAUTY PAGEANT

Telah sekian lama Indonesia menyelenggarakan acara pemilihan Putri Indonesia. Bahkan penyelenggaraannya dimulai dengan seleksi tingkat daerah, untuk kemudian para pemenang yang lolos seleksi mewakili daerah tersebut. Penilaian dalam kontes Putri Indonesia mencakup keindahan luar dan dalam pada diri perempuan. Selain berwajah cantik, mereka dituntut untuk memiliki wawasan yang luas tentang pengetahuan umum. Kontestan juga dituntut untuk memiliki kepedulian sosial yang tinggi mengingat masing-masing akan menjadi semacam mediator dan juru bicara untuk mempromosikan potensi suatu tempat. Putri Indonesia menjadi sarana untuk menyaring duta bangsa di tingkat Internasional dalam acara-acara protokoler. Saat ini kontes semacam ini semakin semarak dengan hadirnya Miss Indonesia. Selain itu pada tingkat daerah terdapat kontes seperti Abang & None, Mas & Mbak, dan sebangsanya. Sangat menarik jika menonton sekumpulan perempuan cantik di televisi. Mereka memiliki performa bagus, wajah yang cantik, penampilan anggun, dan fisik yang proporsional antara berat badan dan tinggi badan.

Apakah hubungannya dengan judul di atas?: Pemilihan Putri Indonesia adalah bentuk diskriminasi. Benarkah bahwa unsur diskriminasi menghiasi pemilihan Putri Indonesia? Kita mulai dari akar keberadaan manusia sendiri. Manusia terlahir sebagai makhluk yang sejajar satu sama lain. Tuhan menciptakan manusia sesempurna mungkin dan memiliki hak yang sama untuk hidup, berkembang dalam sebuah harmoni. Misi dari Putri Indonesia adalah mulia, yakni untuk menampilkan kepribadian perempuan Indonesia yang cantik, cerdas, berwawasan luas, dan sanggup menjadi penguat reputasi bangsa. Akan tetapi, mengapa saya masih merasa ada ganjalan? Itu karena unsur kesetaraan belum terangkum. Tidak semua perempuan Indonesia memenuhi syarat untuk mendaftar sebagai kontestan. Padahal, ada juga perempuan yang memiliki kecerdasan tinggi, nasionalisme, dan sebagainya, yang karena keterbatasan tidak mampu, atau secara sadar merasa tidak mampu untuk mengikuti kontes.

Blunder yang dibuat oleh Tim Penilai Putri Indonesia ialah pengiriman Nadine Candrawinata ke Miss Universe. Dari segi wajah, Nadine bukan tipikal orang Indonesia. Ia lebih berat ke western-look. Apakah itu bukan sebuah pelecehan terhadap perempuan asli Indonesia? Alright, saya musti berhati-hati mengatakannya karena dapat dituduh sebagai ultranasionalis, rasis, atau chauvinis. Tetapi, pemilihan Nadine sendiri apakah bukan sebuah bentuk rasisme juga? Warna perbedaan lain ialah bagaimana kita mengamati sebagian besar peserta. Mereka berkulit putih, berwajah cantik dan maaf…jika ini terlalu vulgar, bentuk tubuhnya memang dipilih yang bagus-bagus. Kita ingin menjual potensi bangsa atau menjual diri?

Ada bagian masyarakat bangsa Indonesia ini yang belum tercakup di dalam kontestan Putri Indonesia. Katakanlah, native people Papua. Mereka memiliki ras yang berbeda, dengan warna kulit, wajah, dan bentuk tubuh yang berbeda. Sejauh ini belum ada peserta yang mewakili karakteristik fisik manusia Papua. Memalukan sekali bahwasanya pernah ada wakil provinsi tersebut lebih bertampang njawani. Hanya karena dia lahir di Papua? Diskriminasi semakin jelas terlihat. Selain itu menyinggung masalah hadiah yang berlimpah. Saya sebut sebagai,

“yang cantik semakin jaya, yang kalah cantik tak kunjung makmur.”

Mereka sudah cantik, sudah memiliki kesempatan untuk tampil di televisi, diberi hadiah yang besar lagi. Apakah ini bukan sebuah diskriminasi? Mau di kemanakan perempuan-perempuan yang tidak memenuhi syarat-syarat perlombaan? Seberapa besar penghargaan terhadap mereka? Perempuan Indonesia seharusnya memikirkan hal ini, ayo..please!

Kesimpulannya, Putri Indonesia, Miss Indonesia, dan sebagainya tak lebih dari ajang entertainment. Mereka tidak mencerminkan usaha yang tulus untuk mempromosikan potensi bangsa. Pageant Contest tak ubahnya Kontes Dangdut TPI, Akademi Fantasi Indonesia, Pildacil, dan sejenisnya. It is not an extraordinary project. Jika ada yang membantah bahwa bukan penampilan yang diutamakan, mengapa para pesertanya hampir mirip: berkulit putih, bertinggi badan di atas rata-rata perempuan Indonesia, berwajah cantik, dan bertubuh proporsional? Ketika pamflet “Jadilah Pusat Perhatian” disebar … pastinya sekelompok perempuan Indonesia yang merasa di luar ketentuan akan pikir-pikir dulu sebelum mendaftar. “Ah, aku engga cantik, kok. Mana bisa?”

Itu bukan Putri Indonesia, melainkan kontes kecantikan tingkat nasional. Cantik dalam persepsi umum. Sangat sulit untuk melakukan dekonstruksi pemikiran seperti ini karena telah melembaga dari generasi ke generasi. Sedangkan cerita Ken Arok sendiri menyebutkan bahwa Ken Arok tertarik oleh betis Ken Dedes yang berwarna putih mulus. Jadi, perempuan dibilang cantik apabila ia memiliki kriteria-kriteria (atau setidaknya satu kriteria) berikut ini: - berwajah cantik, berkulit putih, bertubuh indah (kelak kemudian ditambah dengan berambut lurus, mungkin?).

“Pantesan sekarang banyak yang rambutnya di-rebound”


 

Renungan Indonesia 61

Jiwa yang bergolak bersimbah keringat. Belum habis menghitung untung dan menghitung rugi. Percepatan roda kehidupan tidak kenal dengan kompromi. Memang ada satu hal yang di dunia ini kita tidak mampu menahan lajunya. Ia berjalan penuh keteraturan dengan percepatan yang tetap. Hanya saja, kita sendirilah yang sering mengubah percepatannya karena kita menginginkan yang lebih. Waktu sebenarnya tidak berlebihan dan tidak berkekurangan. Dari dulu hingga sekarang satu hari satu malam adalah 2 x 12 jam, satu pekan 7 hari. Lalu mengapa ada yang bilang, “ah, waktu berjalan begitu cepat?” Bukan waktunya yang berjalan lebih cepat melainkan kita sendiri yang jalannya lambat, kawan.

Bumi yang semakin tua membuat jiwa dan raganya semakin rapuh. Tanah yang telah renta menjadi rentan akan getaran dan guncangan. Untuk itu sebagai perawatnya kita harus berhati-hati memperlakukannya. “The World Is Not Enough” mungkin paling pas untuk merujuk pada Nafsu manusia. Kita telah diberi karunia bumi seisinya, kita dapat bertindak sekehendak hati. Memang menjadi fitrah manusia yang diberi kelonggaran. Kelonggaran sekaligus kelebihan itu adalah adanya “pilihan” atau “nilai tengah”. Malaikat hanya mengerti cara bertaqwa dan mengikuti perintah Tuhan; syetan hanya mengerti bagaimana cara berbuat kerusakan. Maka dari itu, manusia sebenarnya adalah makhluk yang paling sempurna di dunia. Nilai tengah itulah yang membuat kita berandai-andai, ber-eksperimen macam-macam. Manusia dituntut kreatif, seperti pernyataan “Tuhan tidak akan mengubah nasib seseorang jika ia tidak berusaha”. Mengubah nasib? Ya, memang kalau manusia hanya diam maka ia hanya akan “Waiting For Godot”, seperti cerita Samuel Beckett itu.

Kreativitas yang kebablasan kali ya? Manusia ditambah satu lagi sifatnya, yaitu sering lupa (apa berlagak lupa, ya?). Maksudnya ingin menggunakan kekayaan yang terkandung di dalam perut bumi, tetapi yang terjadi malah penyalahgunaan. Dari Nagasaki, Hiroshima, lalu ke Chernobyl, kemudian ke Freeport. Lalu Datanglah Katrina, Tsunami, dan lain sebagainya. Apakah mereka itu jelmaan dari Sang Dajjal yang menakutkan itu? Engga tau yah. Peringatan tampaknya belum cukup ampuh menggertak jiwa insan yang bergolak. Masih saja eksperimen dilakukan demi “kemaslahatan umat”. Hah? Mulia sekali niatnya? Apakah benar-benar demikian?

Demi kemakmuran umat manusia? Umat manusia yang mana? Lalu itu, kampanye-kampanye di panggung politik negeri, gembar-gembor yang penuh tipu daya. Mereka kok ya tidak mikir gitu; padahal sudah diperingatkan lho. Mana ada bangunan yang terhitung canggih, memuat “tingkat keamanan nomor satu” dengan drainase yang selebar jalan utama desaku terkena banjir. Wah! Pertanda apakah ini, kawan? Apakah mereka kualat karena….ehehm…no comment dah..nanti dikira subyektif dan “mendoakan yang jelek” kan payah. (huusss! Prime memory ya Prof Iel Arianto? Hahaha…wakakakak!)

Kreativitas diwujudkan dalam pola berperilaku juga. Rasanya perancang busana sudah mulai kehilangan ide ya? Lha bagaimana tidak disebut demikian. Sekarang semakin banyak orang yang ogah-ogahan mengenakan pakaian lho. Mungkin rancangannya tidak cocok dengan badan sehingga tidak enak kalau dikenakan…kucingku yang di rumah saja selalu berpakaian kok, bahkan sekujur tubuhnya selalu berpakaian. Kok kalah dengan kucing ya? Hihihi. Mungkin para perancang busana itu masih “shock” gara-gara ditinggal salah seorang mentornya, Gianni Versace, secara tidak wajar.

Bumi berontak menandakan bumi juga berotak. Ia bergolak karena amarah yang terpendam sekian lama. Di dalamnya terkandung Hitler, Mussolini, Louis XIV, Nero dan lain sebagainya. Belum lagi ehm…maaf…kotoran kita. Waduh…duh…lha koq ironis sekali ya? Tempat di mana kita berpijak, hidup, makan, tidur, dan minum adalah di mana kita menyingkirkan barang-barang yang tidak kita sukai. Ini bersalah apa tidak sich? Wah, kalo yang ini tidak tahu deh. Pantas sekali bumi menjadi sakit. Duh, kasihan ya. Tuh kan, jadi menangis terus…di berbagai tempat genangan air mata bumi menjadi-jadi. Kasihan ya dia hidup sendirian, tidak punya pacar, tidak punya teman, tidak punya kekasih yang menyayanginya. (masih mendingan aku punya teman curhat yang setia…cieee!). Sementara sepasang manusia yang dimabuk asmara bermesraan di taman-taman di atasnya. Ah, lagi-lagi bekas bungkus eskrim, Dunkin’ Donut dan lain sebagainya ditinggal begitu saja. Sementara para pemimpin membekap bumi dengan lantai berkilau…ihh takut ada lumpur…ehh…tau-tau byuuurr….entah barang apa saja yang masuk ke Istana waktu itu. Hahaha…(jadi inget komentar kawan Moko nikh).

Bumiku sedang pilek, mudah-mudahan tidak sampai terkena “stroke”. Bersin-bersin terus sedari kemarin. Mungkin badannya merasa pegal-pegal. Mungkin juga stress mikirin kita yang tak kunjung memberi hadiah istimewa dengan prestasi yang cemerlang. Stress? Wah itu bisa bahaya. Darah tinggi dan “panasten”? bisa repot nikh. Nanti kalau dia sudah tidak sabar lagi pasti marah, hayoo, engga ikut-ikutan lho aku…hiii..ngeri banget deh pokoknya. Lari ke Stuttgart? Lha wong bumi cuma satu kok, ya pasti kena juga.
Nafas dihembus yang terasa panas melepuhkan sekujur kulit. Itu baru nafasnya. Jadi ingat “Dragon Heart” itu lho…hahaha…lucu dan konyol banget; sang Naga muda lagi belajar membuat api dari mulutnya…ternyata apinya keluar dari belakang. Broott! Rumah disekitar jadi hangus terbakar dech. Hahaha. Lucu banget pokoknya. (btw, nonton filemnya engga hayo?) Nah, nafas bumi itu lebih parah dari nafas sang Naga. Tanya saja sama mbah Sarto di daerah Jatinom Klaten sana…”Rasane pripun mbah*?” “Wah lha niki Nak, panas sedanten. Nggregesi tur perih sanget**.” Itu baru nafasnya doank lho, catat!

Republik ini benar-benar mawut. Se-mawut petingkah Wapres Kelik dan Presiden Savalas saja. “Ah gitu saja kok freeport…” Tapi engga usah dicekal deh. Karena yang mencekal lebih mawut dan semrawut. Biarkan menjadi bahan candaan. Lumayan kan daripada melihat paha mulus doang (bikin horny saja; trus gimana menyalurkannya? aku kan belum punya isteri. Hahaha)? Lebih aman kan daripada membayangkan hantu-hantu doank? Lebih mulia kan daripada mengusik urusan pribadi Glen Fredly, Roy Marten, Inul, dan sebagainya?

 
* Rasanya (kena awan panas) seperti apa, Kakek?
** Wah ya ini, Nak, panas semua sekujur tubuh. Rasanya meriang dan perih sekali.

1 September 2006

List of Ancient Java Literary Works

Prose:
  1. Candakarana
  2. Sang Hyang Kamahayanikan
  3. Brahmandapurana
  4. Agastyaparwa
  5. Uttarakanda
  6. Adiparwa
  7. Sabhaparwa
  8. Wirataparwa, 996
  9. Udyogaparwa
  10. Bhismaparwa
  11. Asramawasanaparwa
  12. Mosalaparwa
  13. Prasthanikaparwa
  14. Swargarohanaparwa
  15. Kunjarakarna
Poems (kakawin)
  1. Kakawin Tertua Jawa, 856
  2. Kakawin Ramayana ~ 870
  3. Kakawin Arjunawiwaha, mpu Kanwa, ~ 1030
  4. Kakawin Kresnayana
  5. Kakawin Sumanasantaka
  6. Kakawin Smaradahana
  7. Kakawin Bhomakawya
  8. Kakawin Bharatayuddha, mpu Sedah dan mpu Panuluh, 1157
  9. Kakawin Hariwangsa
  10. Kakawin Gatotkacasraya
  11. Kakawin Wretasancaya
  12. Kakawin Wrettayana
  13. Kakawin Brahmandapurana
  14. Kakawin Kunjarakarna, mpu "Dusun"
  15. Kakawin Nagarakretagama, mpu Prapanca, 1365
  16. Kakawin Arjunawijaya, mpu Tantular
  17. Kakawin Sutasoma, mpu Tantular
  18. Kakawin Siwaratrikalpa, Kakawin Lubdhaka
  19. Kakawin Parthayajna
  20. Kakawin Nitisastra
  21. Kakawin Nirarthaprakreta
  22. Kakawin Dharmasunya
  23. Kakawin Harisraya
  24. Kakawin Banawa Sekar Tanakung

Abd-Al Malik Ibn Quraib Al-Asmai

Abd Al-Malik Ibn Quraib Al-Asmai merupakan salah seorang ilmuwan Islam yang hidup antara tahun 740 - 828. Abd Al-Malik merupakan seorang sastrawan yang membuat sumbangan berharga dalam bidang Zoologi, Botani, dan penjagaan haiwan. Beliau dilahirkan di Basra pada 740. Beliau merupakan seorang yang alim dan pelajar yang baik dalam bidang sastera Arab. Al-Asmai dianggap sebagai ilmuwan Islam pertama yang menyumbang kepada bidang Zoologi, Botani, dan penjagaan hewan.

Tulisannya yang terkenal termasuk Kitab al-Ibil, Kitab al-Khalil, Kitab al-Wuhush, Kitab al-Sha, dan Kitab Khalq al-Insan. Buku terakhirnya tentang anatomi manusia  membuktikan  pengetahuannya yang mendalam dan meluas mengenai bidang tersebut. Al-Asmai meninggal pada 828 C.E.

Minat dalam pembiakan kuda dan unta mendorong kepada hasil kerja ilmiah bersistematik oleh orang Arab seawal abad ke-7. Ketika pemerintahan Khalifah Umayyad, pengkelasan dan sifat hewan dan tumbuhan dikaji dan direkamkan oleh beberapa ilmuwan. Hasil kajian Al-Asmai amat popular dikalangan ilmuwan pada abad ke-9 dan abad ke-10.

 

Kapal perang Bismarck

Kapal perang Bismarck adalah kapal perang jelajah terbesar Jerman yang pernah dibuat pada masa Perang Dunia II.[1] Nama kapal ini berasal dari nama Kanselir Jerman pada abad ke-19, Otto von Bismarck. Bismarck menjadi terkenal setelah berhasil menenggelamkan kapal perang utama Angkatan Laut Britania Raya (Inggris), HMS Hood dalam Pertempuran Selat Denmark pada tahun 1941. Selain Bismarck, beberapa kapal perang lain yang dibuat dan ikut terjun dalam Perang Dunia II adalah Yamato dan Musashi (Jepang) dan Tirpitz (Jerman). Ada pula USS Missouri dan USS Mississippi (Amerika Serikat), namun keduanya terlambat memasuki kancah perang.

Jerman yang kalah dalam Perang Dunia I harus menerima Perjanjian Versailles yang antara lain membatasi pembangunan angkatan bersenjatanya. Angkatan lautnya hanya menggunakan model Kapal Pre Dreadnought, yang terdiri dari hanya 6 dari 8 kapal jelajah tua yang ringan, 12 dari 32 destroyer (kapal perusak) dan kapal torpedo (torpedo boat), tanpa kapal induk, battle cruiser dan kapal jelajah berat (heavy cruiser). Bila kapal-kapal yang disebutkan di atas berumur lebih dari 20 tahun, Jerman boleh mengganti namun tidak boleh melebihi 10.000 ton dengan persenjataan paling besar 11 inci. Kapal Cruiser tak lebih dari 6000 ton dengan persenjataan paling besar 6 inci. Untuk kapal destroyer tak melebihi 800 ton dan torpedo boat tak lebih dari 200 ton.

Adolf Hitler yang berhasil memenangkan kursi pemilu untuk menduduki jabatan Reichskanzler (Kanselir), kemudian menjadi Reichspresident menggantikan Paul Von Hindenburg dan akhirnya menjabat sebagai panglima tertinggi Angkatan Bersenjata Jerman sehingga semua kekuasaan menjadi satu di tangan Hitler. Dengan kekuasaan itu, Hitler secara sepihak tidak mengakui Perjanjian Versailles, Prancis.

Pada Juni 1939 Hitler berhasil mencapai perjanjian dengan Inggris di mana Jerman diizinkan memiliki angkatan laut yang sama besarnya dengan angkatan laut Inggris. Kesempatan ini digunakan oleh Hitler secara diam-diam untuk membangun angkatan laut yang sangat besar kekuatannya di mana Laksamana Erich Raeder ditunjuk merencanakan pembangunan Angkatan Laut Jerman yang memakan waktu 6 tahun yang dinamakan Z-Plan (rencana Z) sesuai dengan keinginan Jerman sendiri.

Proyek ini dimulai pada Januari 1939 dengan pehitungan perang melawan Inggris baru akan dapat berkobar pada 1945. Rencana Z itu antara lain membangun kapal perang berukuran 56.000 ton yakni Bismarck dan Tirpitz yang beratnya 42.000 ton, tiga kapal perang berukuran 31.000 ton (Deutschland, Admiral Scheer dan Graf Spee) yang lazim disebut kapal perang kantong (pocket battleship), dua kapal pengangkut pesawat (salah satunya adalah Graf Zeppelin), lima cruiser berat (Hipper, Blucher, Prinz Eugen, Seydlitz dan Lutzow). Di samping itu ada pula 44 kapal jelajah ringan, 68 perusak, 90 torpedo-boat dan 249 kapal selam yang terkenal sebagai U-boat. Hitler berjanji kepada Raeder bahwa Jerman dalam waktu singkat tidak akan berperang dengan Inggris.


13 Langkah Meraih Ramadhan Terindah

Terdapat 13 langkah yang dapat kita lakukan guna mengoptimalkan puasa pada bulan Ramadhan. Keseluruhannya adalah harapan akan keselamatan kita dunia dan di akhirat. Semoga kita dikuatkan Allah SWT untuk meraih Ramadhan terindah di tahun ini. 


1. Perbanyak Shalat Shalat di bulan Ramadhan menyimpan pahala sangat besar. Dibulan ini,sholat sunnah bernilai shalat wajib, dan sholat wajib bernilai sama dengan minimal 70 kali sholat wajib bulan yang lain. "Rasulallah saw bersabda: " barangsiapa yang sabar melakukan shalat 12 rakaat dalam satu hari satu malam, maka ia akan masuk surga." (HR An.Nasai). "Rasulallah bersabda; " Barangsaiapa yang shalat dalam satu hari satu malam dua belas rakaat, selain shalat wajib, dibangunkan untuknya sebuah rumah di surga."(HR Muslim).

2. Tingkatkan Kualitas Puasa Imam Ghazali dalam Ihya membagi bobot puasa menjadi 3. 1.puasa awam => yakni menahan makan, minum, syahwat kepada lawan jenis di siang hari dibulan puasa. 2.puasa Khawash, yaitu puasa anggota badan dari yang haram, menahan mata, dari yang haram, menahan tangan dari yang haram,menahan tangan dari yang tidak hak, menahan langkah kaki dari jalan menuju yang haram, manahan telinga dari mendengarkan yang haram termasuk ghibah. 3.ketiga adalah puasa Khawashul Khawash yaitu mengikat hati dengan kecintaan pada Allah SWT, tidak memperhitungkan selain Allah, membenci prilaku maksiat kepada-Nya.

3. Jangan Sia-siakan waktu malam, Lakukan Qiyamul Lail. Sebaik-baik nikmat setelah islam adalah nikmat menyendiri bersama Allah SWT. Berdiri dan berzikir di hadapan Allah jelas lebih baik dari tidur terlentang diatas kasur. Qiyamul lail adalah madrasah yang agung dari madrasah pembinaan diri. Tidak ada yang mampu melakukannya kecuali orang-orang yang ikhlas.

4. Basahi lidahmu dengan Dzikrullah. Dzikrullah adalah indikator hidupnya mati. Dzikrullah adalah peristirahatan bagi jiwa. Seorang Tabi'in mengatakan, "Sesungguhnya di dunia ini ada surga. Orang yang belum memasuki surga dunia, tidak masuk ke dalam surga akhirat. Surga dunia itu adalah dzikrullah."

5. Jangan ragu keluarkan Shadaqah. Berinfaqlah. Dan jangan pernah takut miskin karena infaq, karena Allah pemilik Arsy tidak pernah kehabisan memberi kepada orang yang berinfaq. Diantara cahaya Shadqah: Allah SWT berfirman:"Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah,pinjaman yang baik (Menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rizki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."(QS.Albaqarah:245) Rasulallah saw bersabda:"Saya dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini."Rasul menunjukan dua jari, jari tengah dan telunjuk.(HR Ahmad) Dalam sebuat atsar disebutkan perkataan: Obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan bersedekah" Malaikat berdoa setiap hari kepada Allah: "Ya Allah berilah ganti kepada orang yang berinfaq. Ya Allah sempitkan (rizki) orang yang kikir." Keuntungan:
  • Simpanan yang dipenuhi dengan kebaikan disis Allah SWT.
  • Bertambahnya rizki di dunia. Dalam sebuah hadist Qudtsi, Allah SWT berfirman:
  • "Barangsiapa yang menginfaqkan hartanya di jalan Allah, akan Aku tulis untuknya700 kali lipatan pahala."(HR Turmudzi)
  • Dalam sebuah atsar disebutkan: "Berinfaqlah, maka Allah akan memberi infaq kepadamu."
6. Jangan sia-siakan waktu, Bacalah Al Qur'an. Membaca Al Qur'an adalah ibadah paling utama di bulan Ramadhan.Bersungguh-sungguhlah mengkhatamkan AlQur'an lebih dari satu kali di bulan Ramadhan. Rasulallah bersabda: "Kalian tidak akan sampai pada puncak keimanan sampai tidak ada sesuatu yang lebih kamu cintai daripada Allah SWT. Dan barangsiapa yang mencintai Alqur'an maka Allah akan mencintainya."

7. Taubat, sekarang juga. Taubat adalah penyesalan atas perilaku kemaksiatan, dan jauh dari mengulangi dosa serta tekad untuk tidak mengulangi dosa serta tekad untuk tidak mengulanginya lagi. Semua kita memerlukan taubat setiap hari dari banyaknya dosa-dosa yang kita lakukan. Dalam Haditsnya Rasul SAW juga mengatakan, "Barangsiapa yang mendekatkan diri kepadaKu satu jengkal maka aku akan mendekatinya Satu Hasta. dan barangsiapa yang mendekatiKu satu hasta, maka Aku akan mendekatinya satu depa. Dan barangsiapa yang mendekatiKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari."(HR Muslim)

8. Bertahanlah untuk i'tikaf di dalam Masjid. I'tikaf adalah sunnah yang selalu dilakukan Rasulallah SAW pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Bahkan pada tahun terakhir ketika beliau wafat, Rasulallah melakukan i'tikaf selama 20 hari. I'tikaf adalah tinggal di masjid untuk beribadah, meninggalkan urusan dunia dan kesibukannya. Seorang yang i'tikaf tidak keluar dari masjid kecuali karena darurat. 

9. Ridhalah atas segala Ketetapan-Nya. Orang yang yang paling gembira di dunia adalah orang yang paling ridha dengan ketetapan Allah SWT. Keridhaan adalah tingkatan paling tinggi dari sifat sabar.

10. Lapang Dada dan mudahlah memaafkan orang lain. Termasuk indikator paling jelas dari sikap lapang dada dan mudah memaafkan adalah kemampuan menahan marah, terutama saat kita mampu melampiaskan kemarahan itu, sikap menahan marah merupakan sikap Nabi. Rasulallah saw bersabda: "Barangsiapa yang mampu menahan marah padahal ia bisa melampiaskan kemarahannya. Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di depan kepala para mahluk dan memberinya kebebasan untuk memilih bidadari mana yang ia ingini." 

11. Sambunglah Hubungan Baik dengan Siapapun. Seperti wasiat Rasul saw, " Keutamaan yang paling utama adalah engkau menyambung hubungan yang baik dengan orang yang memutuskan hubungannya denganmu. Dan menyalami orang yang mencacimu." (HR Ahmad) 

12. Bahagiakan Orang Tua. Kita sangat memerlukan orang yang mau belajar kembali bagaimana caranya berbakti kepada orang tua. Bagaimana caranya menyalami dan mencium tangan mereka? Bagaimana caranya membantu mereka? kita telah banyak menyia-nyiakan hak kedua orangtua. Dalam hadits riwayat muslim,Rasulallah saw bersabda,"Rugi dan bangkrutlah orang bertemu dengan kedua-orangtuanya saat mereka sudah tua-salah satu atau keduanya- tapi keadaan itu tidak bisa menyebabkannya masuk Surga."(HR Muslim) 

13. Serius meraih Lailatul Qadar. Malam yang paling mulia dalam satu tahun. Tidak ada keutamaan yang menyerupainya, ibadah pada malam ini lebih baik dari 1000 bulan.Kapankah malam Lailatul qadar? sejumlah hadits menyebutkan nalam tersebut jatuh pada salah satu malam sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan, terutama malam-malam ganjil. Rasulallah saw bersabda:"Barangsiapa yang bangun di waktu malam lailatul qadar dengan penuh keimanan dan pengharapan, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang terdahulu."(HR Bukhari) Keuntungan:
  • Ampunan semua dosa yang telah lalu
  • Kita bisa memperoleh apa yang kita inginkan berupa rizki dan keluarga yang shalih.
  • kita bisa terbebas dari neraka karena malam ini.
Wassalam,
Trims u/ Azzam al-Faruqi (Ajie)

29 August 2006

Jam Biologis

Setiap orang memiliki jam biologis atau mekanisme pengaturan waktu internal dalam tubuh yang bekerja secara otomatis. Ada orang yang selalu bangun pagi. Pukul enam pagi mereka sudah tidak betah lagi berada di tempat tidur. Dan begitu bangun mereka mampu bekerja dengan penuh konsentrasi. Tetapi, ada juga orang yang selalu begadang. Mereka secara naluri tidak dapat tidur sebelum larut malam. Kalau bangun terlalu pagi, mereka cepat marah dan tidak bisa berkonsentrasi saat bekerja. Apa yang menyebabkan perbedaan itu? Pasalnya: setiap orang memiliki jam biologis atau mekanisme pengaturan waktu internal dalam tubuh yang bekerja secara otomatis. Jam ini sudah terprogram secara genetis dan menentukan kapan waktunya kita bangun dan kapan kita tidur. Dalam Forum Ilmu Pengetahuan „Euroscience Open Forum“ ESOF di München, Jerman, para peneliti mendiskusikan pengetahuan aktual yang hasilnya terutama dapat membuat orang yang suka tidur lama, merasa senang. Till Roenneberg adalah professor di Institut Psikologi Kedokteran Universitas München. Ia peneliti soal jam biologis. Till Roenneberg: „Jam internal itu seperti jam betulan. Kenapa kita memerlukan sebuah jam? Karena kita ingin tahu kapan kita harus berangkat, supaya misalnya tidak ketinggalan kereta api. Jam internal atau jam biologis mempunyai fungsi yang sama. Jam itu ingin mengetahui: Apakah saya sekarang harus meningkatkan temperatur atau hormon supaya saya bisa bangun dalam waktu dua jam nanti.“ Jam internal yang dibicarakannya itu adalah reaksi proses evolusi terhadap pergantian dari malam ke siang hari. Jam itu terprogram dalam gen dan mengatur kapan kita bangun dan kapan kita tidur. Dan setiap orang memiliki jam biologis tersendiri yang berbeda satu sama lain. Tetapi jam biologis tidak selalu sam berdetak. Ini tergantung dengan umur. Anak kecil biasanya bangun pagi sekali. Orang tuanya acap kali kerepotan oleh karena itu. Kemudian mereka tumbuh besar dan jam biologisnya semakin bergeser ke belakang dan pada usia remaja, pergerseran ini mencapai titiknya yang terakhir. Mulai usia 20 tahun jam itu kembali berangsur- angsur bergerak ke depan lagi. Ini berarti: kaum remaja dapat diibaratkan seperti burung hantu dan pensiunan sebagai burung Lerche. Namun untuk semuanya yang berlaku adalah: Jika hidup melawan jam biologis, misalnya karena setiap harinya bangun jam enam pagi karena wekernya berdering, maka badan akan mengalami stress. Para pakar seperti Till Roenneberg menyebut gejala tersebut „social jetlag“. Till Roenneberg: „Kalau jam biologis saya dua atau tiga jam lebih lambat dari waktu sebenarnya yang harus saya jalani, bagi ini berarti seolah-seolah saya bekerja di Moskow tetapi tinggal di München. Ini adalah jetlag sosial.“ Pindah ke zona waktu yang lain tidak ada gunanya sama sekali: Pasalnya, di tempat yang baru, jam biologis kita akan segera menyesuaikan diri dengan keadaan setempat. Maksudnya: Siapa yang di Jerman selalu bangun pagi, maka orang itu juga akan tetap bangun pagi, baik di Tokyo maupun di New York. Namun, dampak apa yang akan muncul jika hidup melawan jam biologisnya? Till Roennenberg menuturkan sesuatu yang menarik: Till Roenneberg: „Yang sangat menarik adalah temuan bahwa yang bersangkutan rentan menjadi perokok. Makin besar jetlag sosial yang diderita, maka makin besar kemungkinan orang itu menjadi perokok atau tetap menjadi perokok dan tidak akan meninggalkan kebiasaan itu. Yang menakjubkan dalam hasil studi itu adalah korelasi yang luar biasa dengan jetleg sosial. 60 persen dari kelompok yang menderita jetleg sosial selama empat jam atau lebih, adalah perokok. Sedangkan hanya sepuluh persen dari kelompok yang tidak menderita jetlag sosial merupakan perokok.“ Berbagai penelitian saat ini mengharapkan dapat mengungkapkan pertanyaan, apakah penyakit-penyakit lainnya berhubungan dengan jetlag sosial, misalnya keluhan peredaran darah dalam jantung atau penyakit kanker. Apakah ke depan kita sebaiknya secara patuh mengikuti ritme jam biologis tanpa pengecualian-pengecualian kecil? Till Roenneberg: “Saya cenderung mengatakan, tenggang satu jam masih bisa ditolerir. Tetapi anda harus membayangkan bahwa 50 persen dari penduduk terpaksa harus mengubah atau menjembatani dua jam atau lebih antara jam biologis dan jam sebenarnya. Dalam jangka panjang, tak seorang pun dapat bertahan dalam kondisi semacam itu. Banyak orang yang kurang tidur pada hari kerja. Katakanlah, mereka kurang tidur setengah jam daripada yang semestinya. Dan jumlah ini menumpuk menjadí suatu jumlah yang luar biasa.“ Jadi, apa yang dapat dilakukan untuk mengatasinya? Apa yang dianjurkan para pakar? Pertama: Berikanlah lebih banyak cahaya masuk ke ruangan anda. Demikian saran dari Till Roenneberg. Till Roenneberg: „Kenyataan bahwa banyak orang yang hidup dengan jam biologis yang bedanya mencapai 12 jam , disebabkan karena kebanyakan kurang melihat cahaya atau sinar terang. Bagi jam biologis, kurang cahaya membawa dampak, tipe bangun pagi akan bangun lebih pagi lagi. Dan tipe yang bangun siang akan bangun lebih siang. Oleh karena itulah terdapat senjang yang besar antara kedua kelompok dalam masyarakat kita.“ Kedua: Tidak ada lagi mesin pencatat waktu kerja yang ketat dan lonceng istirahat, melainkan waktu kerja yang sesuai dengan jam biologis kita. Till Roenneberg: „Menyesuaikan jam kerja dengan jam biologis merupakan suatu langkah raksasa menjauhi jetlag sosial untuk menuju peningkatan produktivitas dalam masyarakat kita.“ Oleh sebab itu, kaum remaja usia 14 tahun disarankan untuk pergi ke sekolah mulai jam sembilan pagi dan tidak pada jam delapan pagi seperti saat ini. Saran para pakar yang tampaknya akan membuat hati kaum remaja berbunga-bunga.

Universitas Frankfurt, Prodi Asia Tenggara, dan Prof. Nothofer

Sejak 25 tahun terdapat Program Studi Ilmu Asia Tenggara di Universitas Frankfurt. Nama jurusan ini sangat erat dengan nama Professor Dr. Bernd Nothofer. Prof. Nothofer mengajar sejak berdirinya program studi ini. Ilmuwan bahasa berusia 65 tahun ini dikenal sebagai salah satu ahli bahasa Indonesia dan literatur di Jerman. Contoh buku terbitan Nothofer adalah buku pelajaran „Bahasa Indonesia - Indonesisch für Deutsche“ yang menjadi buku panduan dalam les berbahasa Indonesia di Jerman. 

Bernd Nothofer adalah seorang murid dari Irene Hilgers-Hesse. Irene ialah seorang ahli bahasa Jerman Indonesia terkenal pada era 1950an-1960an. Ketika Irene pensiun di tahun 1973, Nothofer mengganti posisi Irine sebagai pakar Filologi Bahasa Indonesia di Universitas Koeln. Pada tahun 1981 Nothofer membuka Program Studi Ilmu Asia tenggara di Universitas Frankfurt. 

Berikut ini adalah cerita dari Prof. Nothofer terkait gagasan di atas: 

"Pada waktu itu jumlah mahasiswa sangat terbatas sebenarnya hanya ada satu, dua orang yang ingin mempelajari jurusan Asia Tenggara, karena sebelumnya ini terbatas pada jurusan studi Jepang dan studi Asia tenggara pada waktu itu belum ada. Artinya saya semacam pelopor pada waktu itu dengan membuka jurusan studi Asia Tenggara di Frankfurt.

Saat ini di jurusan Asia Tenggara saling kenal satu sama lain. Dosen dan mahasiswa berhubungan sangat akrab. Jika di bandingkan dengan saat dibukanya jurusan sangatlah berbeda. Sekarang lebih dari 100 mahasiswa yang kuliah di jurusan Ilmu Asia Tenggara di Frankfurt. Titik berat dalam kuliah sembilan semester ini adalah penguasaan bahasa melayu dan polinesia. Bahasa Indonesia dengan variasi bahasa Melayunya dijadikan alat komunikasi oleh 250 juta orang dan merupakan salah satu bahasa yang banyak digunakan di dunia. 

Bukan hanya bahasa Indonesia saja yang ditekuni oleh Prof. Nothofer, bahasa-bahasa daerah dan dialek menjadi pusat penelitian Prof. Nothofer. Setelah penelitian di Indonesia yang bertahun-tahun, dia masih terkesan akan penelitiannya pada dekade 1970an. Kala itu  Prof. Nothofer menyelidiki berbagai dialek di 160 desa di Pulau Jawa. 

Kontak dengan orang-orang dan daerah merupakan hal yang sangat penting baginya. Dia juga menegaskan kepada siswanya agar tidak hanya berdiam di universitas saja, tapi juga dengan tinggal di Asia Tenggara untuk memperdalam pandangannya. Dalam masa pengajarannya selama kurun waktu 25 tahun terakhir ini politik negara-negara di Asia Tenggara telah banyak berubah-- dan tentu saja mempengaruhi kurikulum yang diajarakan di Frankfurt. 

Menyikapi perkembangan tersebut Prof. Nothofer menyatakan,

"Pada awal kita mengutamakan Linguistik dan penelitian bahasa tetapi sesudah perubahan politik seperti yang terjadi pada tahun 1998 ada banyak perubahan artinya kita mulai meneliti politik modern juga, terutama otonomi daerah karena itu sangat menarik karena otonomi daerah itu juga mempengaruhi pemakaian bahasa. Sebenarnya ada ikatan antara politik dan bahasa dan ini merupakan titik berat yang baru." 

Bukan hanya bahasa Indonesia dan literatur saja yang ingin Prof. Nothofer sampaikan, melainkan juga cara bertatak rama, politik dan agama berada di dalam jadwal kuliah Ilmu Asia Tenggara. Banyaknya segi yang dapat dipelajari di bidang studi inilah yang menarik bagi para mahasiswa untuk kuliah studi Asia Tenggara di Frankfurt. Banyak dari mereka sangat terkesan ketika perjalanannya melalui Asia Tenggara dan Indonesia, hingga mereka ingin terus menekuni pengetahuan tantang daerah ini. Terdapat pula sejumlah mahasiswa yang merupakan anak dari pasangan Indonesia-Jerman. Salah satunya adalah Sita Zimpel, yang baru saja lulus ujian magister dengan nilai yang bagus dalam politik masa kini, bahasa dan literatur Indonesia. Gadis berusia 27 tahun ini beribu Indonesia dan berayah Jerman. Dia mengahabiskan masa kecilnya di Jakarta, ketika sang ayah bekerja sebagai Kamar Dagang dan Industri Jerman-Indonesia Ekonid. Sita pergi ke Jerman ketika berumur sembilan tahun. Kemampuan berbahasa Indonesianya mulai hilang. 

Kepolosan keponakannya yang masih berusia tiga tahun membawa Sita untuk menekuni kembali bahasa dan kultur ibunya. Sita menceritakan,

"Waktu saya masih di sekolah kami seringkali ke Indonesia, tapi hanya untuk liburan. Pada waktu itu saya ketemu dengan keluarga sepupu saya yang waktu itu baru umur tiga tahun. Dan dia bertanya kepada saya kenapa Bahasa Indonesia saya kaku banget jadi dia lebih lancar dan pintar Bahasa Indonesia. Waktu itu saya sangat malu dengar itu jadi setelah luslus SMA saya mengambil keputusan untuk mengambil bahasa dan sastra Asia Tenggara." 

Walau pun Sita belum tahu pasti pekerjaan apa yang ia kerjakan nanti, dengan bersenjatakan Magister dalam Ilmu Asia Tenggara jalan terbuka lebar untuk Sita. Prof. Nothofer menceritakan dengan bangga di mana lulusan Ilmu Asia Tenggara sekarang bekerja. Satu bekerja sebagai staf ahli perdana mentri di Kamboja. Lulusan yang lain bekerja sebagai wakil komisi Uni Eropa di Jakarta. Lulusan yang lainnya lagi bekerja untuk institusi bantuan pembangunan Amerika USAID di Indonesia. 

Bidang Asistensi pembangunan dan ekonomi merupakan lahan kerja yang sangat penting bagi Prof. Nothofer. Oleh karena itu ia menyarankan pada siswanya agar memilih jurusan sampingan yang bersangkutan dengan hal tersebut. Di samping itu mengumpulkan pengalaman praktik selama kuliah juga merupakan faktor yang penting. Contohnya, Sita telah menyelesaikan praktikumnya di EKONID. Untuk itu Sita telah mempersiapkan diri dari kuliahnya di Frankfurt, ujar Sita,

"Selain bahasa saya juga dapat guna karena sudah tahu sedikit bagaimana pikiran orang Indonesia dalam bidang kerjaan, dan bagaimana keadaan politik dan sosial di Indonesia. Waktu saya ambil praktek di Ekonid saya sudah ada sedikit pengalaman.

Mahasiswa juga mengumpulkan pengalamannya selama pertukaran pelajar di Indonesia. Saat ini setiap semesternya, satu atau dua mahasiswa yang kuliah di universitas indonesia. Universitas Frankfurt telah menjalin kerja sama dengan UGM sejak tahun 90an. Tidak hanya mahasiswa dari Frankfurt saja yang berangkat ke Yogya untuk kulah disana, juga mahasiswa Universitas Gajah Mada dapat kuliah di universitas Frankfurt. Prof. Nothofer sering diundang sebagai Dosen Tamu di UGM dan membimbing calon doktor. Rekan kerja penting Ilmu Asia Tenggara di Frankfurt juga Pusat Bahasa Nasional di Jakarta. 

Pada awal tahun 2007 Prof. Nothofer memasuki masa pensiun. Hal itu sangat disayangkan oleh para mahasiswanya. Universitas Frankfurt kemudian ingin menutup jurusan Ilmu Asia Tenggara. Ini sangat disesalkan. Itu bukan hanya kerugian bagi universitas saja melainkan juga bagi kota Frankfurt.   Seperti pernyataan Sita,

"Kami yakin bahwa ahli bahasa dan kebudayaan yang ada di universitas kami di dalam bidang sastra dan ilmu Asia tenggara sangat penting dalam era global ini apalagi di kota Frankfurt yang sangat multikulturell juga. Kami ada banyak hubungan dengan museum atau institusi kebudayaan di Frankfurt, apalagi di luar negeri." 

Para mahasiswa memberi respon akan ditutupnya jurusan Ilmu Asia Tenggara. Mereka menulis surat protes kepada mentri pendidikan, mengumpulkan 1000 tanda tangan dan juga menulis artikel di koran. Juga institut Ilmu Asia Tenggara dan institusi partner di Indonesia mengirimkan surat dukungan ke Frankfurt. Pada akhirnya para mahasiswa mencapai tujuan mereka. Jurusan Ilmu Asia Tenggara tidak akan ditutup. Untuk Prof. Nothofer berarti kerja kembali. Jika belum ditemukan penggantinya, dia harus mengajar setahun lebih lama dari yang di rencanakan. Dan akan pensiun di tahun 2008. Dengan senang hati Profesor ini melanjutkan kerjanya, karena selama seumur hidupnya dia telah menekuni Indonesia. Prof. Nothofer,

"Karena pada pemulaan studi saya saya sudah turun ke lapangan artinya saya pergi ke Indonesia, saya melihat kampong di Indonesia, saya melihat kehidupan desa, saya hidup dengan orang tani, artinya sejak awal studi saya sampai sekarang saya sudah tahu tentang apa yang sedang terjadi di negara yang berkembang. Dan tujuan utama saya ialah menyampaikan hal seperti itu ke pada mahasiswa saya."

25 August 2006

Filologi Bahasa Indonesia di Universitas Koln, Jerman

Lebih dari 50 tahun sudah Universitas Köln menjalin hubungan dengan Indonesia. Program Studi Ilmu Bahasa Melayu atau Filologi Indonesia diselenggarakan di perguruan tinggi tersebut.

Beberapa ahli bahasa dan budaya Indonesia terkenal di Jerman menempuh studi di Universitas Köln. Saat ini mereka telah menjadi tenaga pengajar untuk bidang studi itu. Bidang studi Bahasa Melayu atau Filologi Indonesia Universitas Köln patut berterima kasih pada Irene Hilgers-Hesse. Dirinyalah yang pertama kali di tahun 1953 mengajarkan bahasa Melayu di Köln. Hilgers-Hesse kemudian menjadi pendiri bidang studi Bahasa Melayu di Universitas Köln dan pelopor hubungan Indonesia-Jerman. Pada tahun 1950 Hilgers-Hesse membentuk „Deutsche-Indonesische Gesellschaft“ atau Perhimpunan Jerman-Indonesia dan menjadi ketuanya selama 40 tahun. Kamus bahasa Jerman-Indonesia pertama juga ditulis Helgers-Hesse di tahun 1962, bersamaan dengan pembentukan bidang studi Bahasa Melayu di Universitas Köln. Profesor Peter Wilhem Pink, yang sebelumnya adalah dosen di Hamburg, menjadi kepala jurusan Bahasa Melayu di Universitas Köln pada 1994. 

Setelah Profesor Pink pensiun, Profesor Doktor Edwin Wieringa menggantikan posisi sebagai kepala bidang studi bahasa dan sastra Indonesia. Profesor Wieringa sebelumnya mengajar di Universitas Leiden Belanda. Profesor berusia 42 tahun ini menjelaskan alasan dia pindah ke Köln. Edwin Wieringa: 

"Di Leiden saya hanya bisa meneliti dan mengajar tentang beberapa topik saja. Di Köln ada kemungkinan untuk mewakili bidang studi itu seluas-luas mungkin. Saya bisa memberi kuliah tentang Jawa Kuno, tentang Bahasa Melayu Klasik, tentang Bahasa Indonesia dari sisi ilmu Bahasa, juga tentang sastra Indonesia mutakhir." 

Di Universitas Köln, bidang studi Bahasa dan Sastra Indonesia memiliki cabang konsentrasi „Filologi Indonesia – dengan titik berat pengaruh budaya Islam“. Menurut Profesor Wieringa, pengaruh agama dalam sastra di Nusantara sangat kuat. Di Indonesia dan Malaysia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, agama merupakan inspirasi utama sastra. Beberapa mata kuliah dalam bidang studi bahasa dan sastra Indonesia menjelaskan cakupan agama Islam dalam sastra. Seperti misalnya seminar “Islam dan Dunia Barat Abad 19 dan 20”. Mahasiswa bidang studi Indonesia juga diajarkan pengetahuan utama mengenai studi sejarah yang terpengaruh Islam tradisional. Perkuliahan studi bahasa Melayu tak hanya berkaitan dengan sejarah. Dalam kurikulumnya, bidang studi ini juga memiliki beberapa titik berat. Profesor Wieringa menyebutkan apa saja yang dikerjakan peneliti bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Köln: Edwin Wieringa: 

"Semester yang lalu kami menggarap buku Mochtar Lubis, novelnya yang cukup terkenal yang berjudul „Harimau! Harimau!“. Dan pernah saya juga memberi kuliah tentang sastra Malaysia, umpamanya satu novel dari Shakhnun Achmad dan juga novel dari Zainul Tahrani. Jadi saya selalu mencoba memberi kuliah tentang sastra Indonesia mutakhir juga." 

Banyaknya cabang konsentrasi yang ditawarkan dalam bidang studi ini membuat para mahasiswa Studi Indonesia leluasa memilih bidang yang diminatinya. Mahasiswa etnologi, linguistik, ilmu agama Islam, atau ilmu sosial di Universitas Köln memilih bidang studi bahasa dan sastra Indonesia sebagai salah satu bidang studi pilihan dan mengambil spesialisasi lingkup budaya Melayu-Indonesia. Banyak juga mahasiswa bidang studi geografi atau ilmu ekonomi yang mengambil bidang pilihan bahasa dan sastra Melayu. Tak kurang dari 100 mahasiswa yang terdaftar dalam bidang studi ini. Memang jumlah itu terlihat sedikit bila dibandingkan dengan jumlah mahasiswa bidang studi lain. Namun jumlah yang sedikit malah memberikan suasana akrab bagi para mahasiswanya. Joachim Niess, mahasiswa semester sepuluh studi bahasa Melayu ini bercerita para mahasiswa jurusan sastra Melayu sangat menghargai suasana keakraban. Joachim yang juga aktif dalam senat mahasiswa jurusan sastra Melayu ini bercerita rekan sejurusannya lebih senang membuat acara diskusi dan pertemuan ketimbang belajar sendiri di kamar masing-masing: Joachim Niess: 

"Kami melakukuan pesta untuk semua mahasiswa dan sekali-sekali kami melakukan malam ceramah. Semester yang lalu ada satu ceramah tentang Aceh dan satu tentang sastra perempuan dan Islam di Indonesia. Dan semester yang lalu kami juga melakukan perjalanan ke pasar malam besar di Den Haag, yang adalah festival Asia yang terbesar di Eropa." 

Selain kuliah sastra Melayu, Joachim juga mempelajari sastra Jerman. Dia belum tahu apa yang akan dikerjakannya setelah lulus nanti. Banyak mahasiswa yang tertarik mempelajari studi wilayah Asia Tenggara atau sejarah dan sastra wilayah ini, namun tak ada lapangan pekerjaan khusus di bidang sastra Melayu. Jadinya para lulusan bidang studi itu bekerja di berbagai ranah kerja. Misalnya menjadi guru bahasa Jerman untuk DAAD atau bekerja di organisasi bantuan pembangunan Jerman untuk wilayah Asia. Joachim Niess juga bekerja membantu penelitian Profesor Wieringa. Dia tertarik pada sastra klasik dan tengah menulis skripsi tentang itu. Joachim sangat penasaran pada hubungan paralel antar sastra fantastis. Menurutnya, banyak karya sastra zaman dulu yang hingga kini belum sempat diteliti. Sejak zaman colonial naskah-naskah kuno itu masih tersimpan di berbagai perpustakaan di eropa. Joachim sangat ingin menjadi orang pertama yang menerjemahkan dan menginterpretasikan naskah-naskah kuno tersebut: Joachim Niess: 

"Di sastra Melayu klasik itu ada banyak sekali teks, syair, hikayat dll. yang belum diteliti. Saya juga mempelajari sastra Jerman. Di jurusan itu untuk semua buku misalnya oleh penulis Johann Wolfgang von Goethe ada ratusan penelitian. Karena itu tidak ada masih banyak yang bisa ditemukan." 

Para ahli filologi Indonesia selalu mendapatkan pandangan baru mengenai karya sastra masa lalu dan juga karya literatur modern Indonesia dan Malaysia. Fenomena bertambahnya penulis perempuan juga diteliti Profesor Wieringa. Kini Wieringa dan seorang rekannya tengah menulis antologi literatur Indonesia: Edwin Wieringa : "Saya sedang menulis satu Antologi yaitu bunga rampai tentang sastra Indonesia modern, fokusnya yaitu sastra wangi, sastra perempuan yang sekarang sangat populer di Indonesia." Karya penulis perempuan Indonesia yang sedang dikumpulkan Profesor Wieringa adalah karya: Edwin Wieringa : 

"Antara yang lain Ayu Utami … tetapi juga seorang penulis Islam yang bernama Helvy Tiana Rosa " 

Kegiatan intensif dengan bahasa dan sastra Indonesia-Malaysia ini di masa depan tidak akan dapat dilakukan lagi oleh para mahasiswa di Universitas Köln. Seperti halnya universitas lain di Jerman, sistem pendidikan di Universitas Köln akan menganut sistem internasional, dengan gelar lulusan Bachelor dan Master. Di semester musim dingin tahun depan, gelar lulusan Magister tidak akan lagi diberikan. Walau pun begitu, kesempatan untuk belajar bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Köln masih ada. Jurusan Filologi Indonesia akan berada di bawah bidang studi „Bahasa dan Budaya Dunia Islam“. Di dalam bidang studi itu, sastra Arab dan Iran akan dipelajari selain Filologi Indonesia. Rekan dan sahabat Indonesia masih dapat mempelajari sastra Indonesia dengan mengambil konsentrasi studi wilayah Indonesia-Malaysia di Universitas Köln.

Anett Keller - http://www.dwelle.de

Pilih Rokok apa Handphone?

Judul aseli: 'No smoking' signs become 'no mobile'
London, Inggris (Reuters, 24/08/2006)
Tanda peringatan "no smoking" akan tidak lama lagi digantikan dengan tulisan "no mobiles" pada beberapa papan pengumuman tahu depan. Lokasi penempatan tanda ini adalah di bandara sehingga para penumpang dapat membacanya dengan jelas.
Perusahaan maskapai penerbangan berusaha mencari kiat untuk mengurangi kebisingan akibat adanya pembicaraan melalui telepon seluler. Penumpang selanjutnya dianjurkan untuk mematikan handphone mereka selama take-off dan pada malam hari saat mereka menunggu di lobi bandara.
Hwadouw, berarti secara tertulis tidak ada lagi larangan merokok di bandara ya? Benar-benar dilematis memang.
Berita selanjutnya dapat dibaca di situs resmi CNN, ok?

23 August 2006

Terusin hidup...

life is too short
grudges are a waste of perfect happiness
laugh when you can
apologize when you should
and let go of what you can't change
love deeply and forgive quickly
take chances, give everything
and have no regrets
life is too short to be unhappy
you have to take the good with the bad
smile when you're sad
love what you got
and always remember what you had
always forgive but never forget
learn from your mistakes
but never regret
people change and things go wrong
but always remember
life goes on !!!

14 August 2006

We want you 4 REVOLTS

Televisi Indonesia sudah saatnya difragmentasi. Bagi yang hiburan 'aman' silakan nonton RCTI, SCTV, TransTV, Lativi, TPI, TVRI, Metrotivi, Star..eh..ANteve dan tivi-tivi lokal lainnya. Bagi yang pengin 'hot-hot' silakan bayar. So, what's coming up next??? Ya bikin tivi kabel to ya! Lha trus nanti yang engga kuat bayar 'pay-per-view' gimana? Walah, lha wong pengin nonton maksiat kok angel-angel. Ya itu biayanya. Yang penting libido terpuaskan to? wakakak!!! Udah deh, daripada rusak di kemudian hari. Eh, omong-omong sekarang juga udah mulai rusak kok. Pergaulan bebas itu jadi "name of era". Kekerasan? dimaklumi sebagai rasa frustrasi. Semua-semua pake nyalahin western countries. Padahal moralnya saja yang rusak!!! Pasang tipi kabel saja, pak Dirjen Penyiaran? kan lumayan dapet proyek...hahaha!! ah, Mas Dodok ngawur wae. Halah! sing ngaku aja! Jadi revolusi engga di New England saja (podho mudheng pora sing tak karepke? padha tau "New Englad Revolutions" kan?), tapi di negara kita juga. We want you for REVOLUTION!

11 August 2006

Bisa Jadi Inspirasi Neh

Michele Santelia berhasil membuat rekor mengetik naskah buku dengan membelakangi monitor. Santelia warga negara Italia mengetik 56 buah buku dengan jumlah total kata 3.004.767. Buku-buku yang ia ketik ulang diantaranya "The Odyssey", "Macbeth", "The Vulgate Bible" dan "The Guinness World Records Book 2002". Santelia menyelesaikan pekerjaannya mengetik huruf hieroglyph dengan membelakangi monitor seberat 78,8 kg buku mesir berjudul "Egyptian Book of Dead" di Campobasso, Italia (16 Desember 2005). Pria yang bekerja sebagai seorang akuntan memburu rekor ini pada sore hari sepulang dari kantor. Michele, yang juga fans berat Leonardo Da Vinci, mulai mengetik tanpa melihat layar monitor pada tahun 1992. Gimana ia melakukannya? Michele menggunakan sebuah cermin sebagai alat bantunya. Naskah lainnya yang dia ketik termasuk "Divine Comedy", Romeo & Juliet", "Cyrano de Bergerac", "The Bucolics", "Iliad", "The Bethroted", "Candide ou l'optimiste", "Tristana", "the Geographic", "Das Uertel","Ausgewahlte Kinder und Hausmarchen", "La Regenta", "Amores", "De Spectaculis-Ad Martyras", "Aeneid", dan buku-buku paling top karya Leonardo seperti "Atlantic Code", "Treatise on Painting", dan Leicester's Code".

10 August 2006

Televisi emang B****** !

Di sepanjang kehidupannya, manusia melalui berbagai masa dan tahapan. Tidak diragukan lagi, tidak ada satupun masa yang lebih manis dan indah seperti masa yang dinikmati oleh anak-anak. Orang-orang dewasa senantiasa mengenang masa kecil mereka dengan penuh rasa suka cita dan mereka akan menceritakan peristiwa dan kenangan masa kecil itu dengan penuh semangat. Permainan, imajinasi, rasa ingin tahu, dan ketiadaan beban hidup, membuat masa kanak-kanak menjadi manis dan menarik buat semua orang. Namun, dewasa ini, para ahli psikologi dan sosial meyakini, era kanak-kanak di dunia sedang berhadapan dengan keruntuhan dan akan tinggal menjadi sejarah saja. Di masa yang akan datang, anak-anak di dunia tidak akan lagi menikmati masa kanak-kanak yang manis, yang seharusnya menjadi masa terpenting dalam membentuk kepribadian mereka.

Dewasa ini, media massa Barat, dengan program-programnya yang memperlihatkan kerusakan moral dan kekerasannya, sedang merobohkan dinding yang menjadi tembok pemisah antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Fenomena seperti ini tidak hanya terjadi di Barat, namun juga di negara-negara lain karena besarnya infiltrasi media Barat di berbagai penjuru dunia. Dengan kata lain, anak-anak zaman kini dibebaskan untuk melihat apa yang seharusnya hanya ditonton oleh orang dewasa dan hal ini dapat berdampak buruk bagi anak-anak itu.

Doktor Tabatabaei, seorang pakar media di Iran, pernah menulis bahwa masa kanak-kanak merupakan salah satu tahapan usia seorang manusia, yang memiliki kebutuhan dan kapasitas tersendiri. Jiwa dan fisik anak-anak yang lembut tidak memiliki kesiapan untuk dihadapkan kepada konflik dan masalah yang dialami oleh orang dewasa. Neil Postman, seorang penulis Amerika, juga pernah menulis bahwa jika sudah tidak ada batas antara dunia anak-anak dan dunia orang dewasa, tidak akan ada lagi apa yang dinamakan sebagai dunia kanak-kanak.

Di antara berbagai media massa, televisi memainkan peran yang terbesar dalam menyajikan informasi yang tidak layak dan terlalu dini bagi bagi anak-anak. Menurut para pakar masalah media dan psikologi, di balik keunggulan yang dimilikinya, televisi berpotensi besar dalam meninggalkan dampak negatif di tengah berbagai lapisan masyarakat, khususnya anak-anak. Memang terdapat usaha untuk menggerakan para orangtua agar mengarahkan anak-anak mereka supaya menonton program atau acara yang dikhususkan untuk mereka saja, namun pada prakteknya, sedikit sekali orangtua yang memperhatikan ini.

Menurut sebuah penelitian yang telah dilakukan di Amerika, banyak sekali anak-anak yang menjadi pemirsa program-program televisi yang dikhususkan untuk orang dewasa. Doktor Tabatabaei dalam mengomentari hal ini menyatakan, “Dewasa ini di Barat, anak-anak dihadapkan dengan pembunuhan, kekerasan, penculikan, penyanderaan, amoral dan asusila, keruntuhan moral, budaya dan sosial. Dampak dari problema ini adalah timbulnya kekacauan dan kerusakan pada kepribadian anak-anak dan akhirnya kepribadian kanak-kanak itu menjadi terhapus dan hilang sama sekali.”

Neil Postman dalam bukunya “The Disappearance of Childhood” (Lenyapnya Masa Kanak-Kanak), menulis bahwa sejak tahun 1950, televisi di Amerika telah menyiarkan program-program yang seragam dan anak-anak, sama seperti anggota masyarakat lainnya, menjadi korban gelombang visual yang ditunjukkan televisi. Dengan menekankan bahwa televisi telah memusnahkan dinding pemisah antara dunia kanak-kanak dan dunia orang dewasa, Neil Postman menyebutkan tiga karakteristik televisi. Pertama, pesan media ini dapat sampai kepada pemirsanya tanpa memerlukan bimbingan atau petunjuk. Kedua, pesan itu sampai tanpa memerlukan pemikiran. Ketiga, televisi tidak memberikan pemisahan bagi para pemirsanya, artinya siapa saja dapat menyaksikan siaran televisi.

Ketiga karakteristik televisi ini akan berakibat baik bila pesan yang disampaikan adalah pesan-pesan yang baik dan bermoral. Sebaliknya, akan menjadi bahaya besar ketika televisi menyiarkan program-program yang bobrok dan amoral, seperti kekerasan dan kriminalitas. Sayangnya, justru dewasa ini film-film yang disiarkan televisi umumnya sarat dengan kekerasan dan kriminalitas. Para pemilik media ini demi menarik pemirsa sebanyak mungkin, berlomba-lomba menayangkan kekerasan dan amoralitas yang lebih banyak di layar televisi. Anak-anak yang masih suci dan tanpa dosa menjadi pihak yang paling cepat terpengaruh oleh tayangan televisi dan mereka menganggap bahwa apa yang disiarkan televisi adalah sebuah kebenaran.

Data statistik di AS menunjukkan bahwa tingkat kekerasan yang dilakukan anak-anak semakin hari semakin meningkat. Antara tahun 1950 sehingga 1979, terjadi peningkatan jumlah kejahatan berat yang dilakukan oleh anak-anak muda di bawah 15 tahun di AS, sebesar 110 kali lipat, yang berarti peningkatan sebesar 11 ribu persen. Dewasa ini, banyak sekali anak-anak dan remaja di Amerika yang membawa senjata, baik untuk menyerang orang lain atau untuk melindungi diri sendiri.

Anak-anak seharusnya dikenalkan kepada kekacauan dan ketidaktenteraman kehidupan di dunia secara bertahap dan dengan bahasa yang khusus, agar mereka mengenali kejahatan bukan untuk menirunya, melainkan untuk menghadapinya dan melawannya. Cara yang tepat untuk pengenalan ini adalah melalui dongeng-dongeng anak-anak yang menggunakan metode yang benar dan bahasa yang lembut. Namun sayangnya, dongeng-dongeng anak-anak ini semakin menghilang dan digantikan oleh film-film keras televisi dan permainan komputer.

Masalah lain yang seharusnya milik dunia dewasa, namun malah disiarkan oleh televisi untuk semua orang, termasuk anak-anak, ialah masalah seksual. Gambaran terburuk dari berbagai hubungan seksual disiarkan setiap hari di televisi, baik di Barat maupun sebagian besar negara-negara Timur, dan anak-anak yang seharusnya masih berada dalam dunia manis masa kanak-kanak, tiba-tiba dihadapkan dengan masalah asusila atau pornografi. Dengan cara ini, anak-anak telah memasuki dunia dewasa dalam bentuknya yang terburuk.

Mengenai salah satu dari dampak fenomena ini, Neil Postman menulis bahwa kini di AS, manekin atau boneka pajangan dan model iklan termahal ialah anak-anak perempuan berusia 12-13 tahun. Postman juga menambahkan bahwa rasa malu, harga diri, dan sejenisnya telah kehilangan makna dan nilai. Selain itu, berbagai perusahaan perdagangan, khususnya di Amerika, telah menyalahgunakan anak-anak kecil sebagai komoditi seksual dan iklan dagang. Kita dapat menyaksikan dengan baik penyalahgunaan anak-anak untuk menarik pemirsa dan konsumen dalam propaganda televisi dan film-film Amerika.

Akibat mengenalkan masalah seksual secara mendadak dan terburu-buru kepada anak-anak dan remaja, dewasa ini Barat berhadapan dengan apa yang disebut sebagai “masa baligh dini”. Penggunaan narkotika dan alkohol juga turut menembus dunia anak-anak dan remaja di Barat lewat propaganda televisi. Data statistik di AS menunjukkan bahwa angka anak-anak dan dewasa yang mengkonsumi bahan narkotika semakin membengkak. Neil Postman dalam bukunya menyebut data bahwa jumlah para pelajar yang mengakui bahwa mereka mengkonsumsi alkohol dalam jumlah banyak adalah 300 kali lipat dari para pelajar yang hanya mengkonsumsi dalam ukuran normal.

Anak-anak seperti ini bukan saja tidak akan mau menerima nasihat dari orangtua mereka, bahkan juga tidak akan menghormati orangtua. Padahal, nasehat dan pengarahan dari orang tua adalah sebuah masalah penting bagi anak-anak, sebagaimana ditulis oleh Haddington berikut ini. “Salah satu elemen utama penyempurnaan manusia dan perkembangan daya pilih mereka adalah rasa percaya diri yang diberikan oleh orang dewasa kepada mereka sewaktu mereka masih kanak-kanak. Rasa percaya diri anak-anak ini dapat membuat mereka mampu membedakan antara kebenaran dan kejahatan, kebaikan dan kesalahan, serta keindahan dan keburukan. Mereka akan memiliki kemampuan untuk menyingkirkan segala bentuk penyimpangan moral dan menyediakan kehidupan yang aman dan membahagiakan buat dirinya dan keluarganya.”

Menimbang segala fakta di atas, pemerintah di berbagai negara hendaknya sadar untuk mengatur industri televisi agar dapat memainkan peran positif dan konstruktif bagi anak-anak dalam meningkatkan kepribadian mereka, demi terciptanya generasi yang sehat dan bangsa yang maju.

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.