Pages

7 February 2018

Asia Tenggara dalam Olimpiade Pyeongchang 2018

Musim Dingin adalah saat bagi kompetisi dan pertandingan olahraga musim dingin (winter sports). Pada skala global pengakuan terhadap aktivitas olahraga musim dingin telah diberikan oleh International Olympic Committee (IOC) sejak tahun 1924 dengan terselenggarakannya Olimpiade Musim Dingin (Winter Olympic Games, atau Winter Games) di Chamonix, Prancis. Keberadaan Winter Games melengkapi dinamika olahraga internasional yang sejak tahun 1898 telah diwarnai oleh Olimpiade Musim Panas (Summer Olympic Games atau Summer Games) pada era modern. Pada perkembangan tahap pertama Winter Games berlangsung pada tahun yang sama dengan Summer Games. Akan tetapi, sejak edisi tahun 1994, yang berlangsung di Lillehammer (Norwegia), Winter Games berlangsung selang dua tahun antara dua Summer Games. Sedangkan interval penyelenggaraannya adalah sama, yakni quadrennial (empat tahun sekali). Secara tradisi memang Olimpiade Musim Dingin diadakan pada bulan Februari (beberapa edisi dimulai sejak akhir bulan Januari).

Perkembangan informasi dan teknologi olahraga telah pada suatu titik di mana winter sports tidak hanya dapat dilakukan oleh atlit-atlit yang berada atau berasal dari negara-negara di kawasan sub-tropis yang mengalami empat musim di dalam kurun waktu satu tahun. Saat ini semakin banyak negara yang berada di kawasan tropis mengirimkan delegasi mereka. Globalisasi winter sports dirasakan pula oleh sejumlah negara di sub-kawasan Asia Tenggara. Atlit-atlit dari Malaysia, Singapura, Thailand, dan Timor-Leste akan ikut serta di dalam Winter Olympic Games 2018 yang berlangsung di Pyeongchang (Korea Selatan) dan akan dibuka pada tanggal 9 Februari.

Meskipun barangkali kiprah negara-negara di kawasan tropis akan sebatas sebagai peserta (tidak sampai pada tahap penyelenggara karena kondisi geografis yang tidak memungkinkan dan tidak mengalami musim dingin), namun perkembangan yang terjadi sangatlah menggembirakan. Keikutsertaan para atlit Asia Tenggara pada khususnya di dalam Winter Games membuktikan bahwa negara-negara di sub-kawasan ini juga berani bersaing di dalam persaingan olahraga yang bukan menjadi tradisi. Terbukanya para atlit dari kawasan tropis untuk bertanding di dalam Winter sports menunjukkan bahwa olahraga dapat dimainkan oleh siapa saja.

Pyeongchang 2018 akan dimulai dalam waktu beberapa jam lagi. Untuk edisi tahun ini kita belum dapat menyaksikan atlit-atlit Indonesia turut berkompetisi. Namun, kita harapkan pada Winter Games edisi-edisi yang akan datang atlit Indonesia juga turut serta. Guna mencapai keinginan tersebut kita perlu program dan persiapan yang serius terkait rules of the game, adaptasi cuaca, frekuensi bertanding, dan pengadaan peralatan dan perlengkapan berlatih dan bertanding.

Menurut data entri yang dirilis oleh situs resmi Olimpiade Pyeongchang 2018 sub-kawasan Asia Tenggara mewakilkan 10 orang atlit (7 putra; 3 putri) (Tabel 1). Mereka akan bertanding di dalam 4 (empat) cabang olahraga, yakni Alpine skiing, cross-country, figure skating, dan short track (Tabel 2).

Tabel 1: Jumlah Atlit Asia Tenggara pada Olimpiade Pyeongchang 2018.
NegaraAtlit PutraAtlit Putri
Filipina20
Malaysia20
Singapura01
Thailand22
Timor-Leste10

Tabel 2: Daftar Atlit Asia Tenggara pada Olimpiade Pyeongchang 2018.
NegaraCabang OlahragaEventNama Atlit
FilipinaAlpine SkiingPutra:....Asa Miller
Figure SkatingPutra:....Michael Martinez
MalaysiaAlpine SkiingPutra:....Jeffrey Webb
Figure SkatingPutra:....Julian Yee Z.J.
SingapuraShort TrackPutri:....Cheyenne Goh
ThailandAlpine SkiingPutra:....Nicola Zanon
Putri:....Alexia Alisara Schenkel
Cross-CountryPutra:....Mark Chanloung
Putri:....Karen Chanloung
Timor-LesteAlpine SkiingPutra:....Yohan Goncalves


Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, yang diadakan satu rangkaian dengan Paralimpiade Musim Dingin (Winter Paralympics) 2018, direncanakan akan mempertandingkan 7 cabang olahraga, 15 programa, dan 102 event, dan diikuti oleh 2.952 orang atlit dari 92 negara.

Edisi tahun ini adalah debut tuan rumah bagi Korea Selatan (negara kedua kawasan Asia setelah Jepang yang menjadi tuan rumah). Asia telah menjadi tuan rumah Winter Games sebanyak dua kali, yakni di Sapporo (1972) dan Nagano (1998). Dipastikan, menurut keputusan dari IOC, bahwa Olimpiade Musim Dingin empat tahun mendatang (2022) masih akan berlangsung di kawasan Asia dengan terpilihnya Beijing (Republik Rakyat Cina) sebagai penyelenggara. Dengan demikian, para pelaku olahraga di kawasan Asia di dalam empat tahun ke depan memiliki tiga multi-event olahraga terbesar baik musim dingin maupun musim panas karena Summer Games 2020 akan berlangsung di Tokyo (Jepang).

Pyeongchang 2018. Passion. Connected.
Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.