Pages

30 April 2018

Utang eksternal


Definisi di bawah ini mengacu pada konsep-konsep 2008 SNA dan BPM6. Definisi tentang utang eksternal (external debt) berpedoman pada ketentuan bahwa jika seorang warga negara memiliki kewajiban saat ini (current liability) kepada bukan warga negara yang memerlukan pembayaran pokok dan/atau bunga pada masa mendatang, maka kewajiban tersebut merepresentasikan sebuah klaim terhadap sumber daya negara tempat beradanya warga negara, dan maka dari itu dikatakan sebagai utang eksternal dari negara tersebut tersebut. Pendekatan ini memberikan sebuah ukuran yang komprehensif dari utang eksternal, di seluruh lingkup instrumen utang terlepas dari bagaimana struktur dari instrumen tersebut. Fokus dari definisi ini adalah pada gross liabilities, yakni, selain aset dalam bentuk apapun.

Kewajiban yang dimasukkan ke dalam utang eksternal adalah kewajiban saat ini (current liability). Pertimbangan pentingnya ialah apakah seorang kreditur memiliki sebuah klaim atas debitur. Kewajiban utang biasanya ditetapkan melalui pemberian nilai ekonomi, yakni, aset (finansial atau nonfinansial, termasuk barang), jasa, dan/atau pendapatan (income) -- oleh satu satuan institusional, yakni kreditur, kepada satuan lain, yakni debitur, yang normalnya berada di bawah perjanjian kontrak yang berisi rincian tentang syarat dan ketentuan pembayaran yang akan dilakukan. Kewajiban utang dapat pula diadakan dengan ketentuan hukum dan oleh peristiwa-peristiwa yang memerlukan pembayaran transfer pada masa mendatang. Kewajiban utang mencakup tunggakan pokok dan bunga. Komitmen-komitmen untuk memberikan nilai ekonomi pada  masa mendatang tidak dapat menyebabkan kewajiban utang hingga item-item berubah kepemilikan, jasa diberikan, atau pendapatan diperoleh; sebagai contoh, jumlah yang masih dibayarkan berdasarkan komitmen pinjaman atau kredit ekspor tidak akan dimasukkan ke dalam gross external debt.

Jumlah yang wajib dibayar oleh debitur kepada kreditur dinamakan sebagai jumlah pokok (principal amount). Pemberian nilai ekonomi oleh kreditur, atau pengadaan kewajiban utang melalui cara-cara lain, hingga berakhir, dapat mengalami perubahan nilai seiring berjalannya waktu. Bagi instrumen-instrumen utang, yang digunakan sebagai pokok, bunga dapat (dan biasanya) diperoleh berdasarkan nilai pokok, sehingga menghasilkan biaya bunga untuk debitur. Pada saat biaya ini dibayarkan secara berkala, seperti yang lazimnya terjadi, maka hal tersebut dinamakan sebagai pembayaran bunga (interest payment). Semua pembayaran lain oleh debitur kepada kreditur yang mengurangi jumlah pokok saat ini disebut sebagai pembayaran pokok (principal payments).

Definisi mengenai utang eksternal tidak membedakan apakah pembayaran yang diminta adalah pokok saja, bunga saja, atau kedua-duanya. Sebagai contoh, pinjaman bebas bunga (interest-free loans) merupakan instrumen utang meskipun tidak ada bunga yang dibayarkan, sementara obligasi yang tidak diuangkan (perpetual bonds) merupakan instrumen utang meskipun tidak disertai oleh kewajiban membayar bunga.

Definisi utang eksternal di sini tidak menjelaskan bahwa penentuan waktu untuk pembayaran pada masa mendatang atas pokok dan/atau bunga perlu diketahui agar kewajiban termasuk ke dalam utang. Dalam banyak kejadian, jadual pembayaran diketahui, seperti sekuritas utang dan pinjaman. Akan tetapi, dalam sejumlah keadaan lainnya jadual yang pasti dari pembayaran belum tentu diketahui, misalnya penentuan waktu pembayaran dapat mengikuti permintaan dari kreditur, seperti non-interest-bearing demand deposits; debitur dapat menunggak, dan tidak diketahui kapan tunggakan tersebut akan benar-benar dibayarkan; atau penentuan waktu suatu pembayaran dapat saja bergantung pada kejadian-kejadian tertentu, antara lain opsi untuk menjual (put) atau opsi untuk membeli (call). Sekali lagi, pembayaran akan ditentukan oleh permintaan, bukan oleh waktu. Sehingga, kewajiban perusahaan-perusahaan dana pensiun dan asuransi jiwa dianggap sebagai utang dari lembaga-lembaga tersebut karena pada sejumlah hal waktu pembayarannya telah tiba, meskipun waktu pembayarannya tidak diketahui kapan.

Untuk dapat mengajukan utang eksternal maka kewajiban utang harus ditanggung oleh warga negara terhadap bukan warga negara. Warga negara ditetapkan oleh tempat di mana debitur dan kreditur memiliki kepentingan ekonomi yang sama/utama -- biasanya, tempat asal mereka berada -- dan tidak ditentukan oleh kewarganegaraan. Definisi warga negara di sini dijelaskan lebih rinci berpedoman pada BPM6 dan 2008 SNA.

Kewajiban utang yang dibebankan kepada selain warga negara akan dimasukkan ke dalam presentasi gross external debt position suatu negara. Kewajiban utang yang dibebankan kepada warga negara tidak dimasukkan. Sehingga, definisi dari warga negara terpusat pada definisi tentang utang eksternal. Menurut BPM6 dan 2008 SNA, sebuah satuan institusi, yakni entitas seperti rumah tangga, korporasi, lembaga pemerintah, dan sebagainya, yang memiliki kemampuan untuk, menurut haknya yang dimilikinya, memiliki aset, menetapkan kewajiban, dan terlibat di dalam kegiatan-kegiatan ekonomi dan di dalam transaksi dengan entitas-entitas lain, adalah berkedudukan sebagai warga negara dari sebuah negara, di mana ia memiliki hubungan yang paling kuat, yang ditunjukkan oleh kedudukan ekonomi dan wilayah ekonomi.

Referensi:

[IMF] International Monetary Fund. 2014. External Debt Statistics: Guide for Compilers and Users. Washington, DC, United States: IMF. pp. 6-7.

Terima kasih kepada BelajarInggris.Net atas kepercayaannya memilih tulisan saya menjadi salah satu pemenang dalam Lomba Blog 2010.