Tentang....

WAR. In many instances, the history of a people is the history of its wars. I have defined war fairly broadly, to mean an overt, armed conflict carried on between nations or states (international war) or between parties, factions, or people in the same state (civil war). There are multifarious reasons for war.

George Childs Kohn | Dictionary of Wars (2006)

2 September 2015

Periklanan dalam Kegiatan Ekonomi

Inti dari kapitalisme adalah memanfaatkan ualng untuk mendapatkan lebih banyak uang. Pada umumnya, proses ini mencakup pembelian barang modal dan bahan baku, mempekerjakan orang, produksi beberapa barang dan jasa dan, terakhir, penjualan barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan. Usaha periklanan dan penjualan termasuk ke dalam aktivitas yang mempromosikan tahap akhir proses kapitalisme, yang oleh Karl Marx disebut sebagai 'realisasi keuntungan (realization of profits)'. Usaha periklanan dan penjualan merupakan salah satu aspek kunci di dalam persaingan antarperusahaan, dan sekaligus faktor dasar bagi keseluruhan usaha untuk menyerap produksi dari ekonomi yang terikat oleh permintaan.

Dalam tahap-tahap awal perkembangan ekonomi pasar, tidak banyak pihak yang menganggap perlunya periklanan. Alasannya sederhana: karena rendahnya perkembangan ekonomi, keseluruhan permintaan akan barang dan jasa secara umum jauh melampaui kemampuan para produsen untuk memenuhi permintaan tersebut. Sehingga, cukup masuk akal kiranya bahwa ekonomi politik klasik hampir sepenuhnya mengabaikan permintaan sebagai variabel penting di dalam ekonomi. Memasuki akhir abad ke-19, pandangan yang tertuju pada persediaan ini beranjak bergeser, baik untuk teori ekonomi maupun untuk ekonomi aktual. Revolusi industri memberikan potensi untuk persediaan untuk menjawab permintaan. Penjualan barang dan jasa tidak lagi pasti. Hal demikian benar untuk perusahaan individu maupun untuk ekonomi secara keseluruhan. Pada abad ke-20, periklanan menjadi sebuah faktor yang penting di dalam operasi ekonomi pasar, semakin penting peranannya sebagai 'generalized affluence' (ekonomi yang terikat pada permintaan) menggantikan 'generalized poverty' (ekonomi yang terikat pada persediaan).

Peran periklanan di dalam ilmu ekonomi perusahaan telah menjadi salah satu topik yang lebih kontroversial di dalam teori ekonmi abad ke-20. Periklanan cenderung memiliki peran 'skisofrenik' di dalam ekonomi. Pada satu pihak, periklanan dianggap sebagai penyediaan/pemberian informasi kepada konsumen, dan maka dari itu dipandang sebagai semakin tingginya skala persaingan antarperusahaan. Pada pihak lain, informasi yang diberikan oleh periklanan dapat mengalami bias, mempengaruhi preferensi konsumen dan mengurangi 'substitutabilitas' persepsian produk-produk para pesaing, sehingga mengurangi skala persaingan.

Telser (1964) berpendapat bahwa periklanan berperan sangat penting di dalam memberikan informasi dan memperkuat kepekaan konsumen terhadap keberadaan dan ketersediaan suatu produk. Biaya pencarian dikurangi karena konsumen mendapatkan informasi tentang karakteristik dan harga produk. Periklanan yang informatif berfungsi untuk memperluas jangkauan substitsi antarproduki, sehingga meningkatkan elastisitas harga dari permintaan untuk produk-produk yang diiklankan di dalam beberapa sektor. Periklanan dapat memfasilitasi masukan (entry) oleh perusahaan-perusahaan baru, yang memanfaatkan periklanan untuk membuat produk mereka dikenal dan mencapai ekonomi skala secara lebih cepat, sehingga semakin memiliki daya saing. Nelson (1974) beranggapan bahwa konsumen dapat menggunakan skala periklanan sebagai pertanda kualitas suatu produk. Jika kita beranggapan bahwa produk berkualitas tinggi akan mengalami pengulangan pembelian lebih banyak dibandingkan produk berkualitas rendah, maka akan lebih menguntungkan bagi perusahaan untuk menginklankan produk berkualitas tinggi lebih sering daripda produk berkualitas rendah. Muatan aktual dari periklanan tidaklah relevan, menurut teori ini; periklanan memberikan pertanda kualitas kepada konsumen di dalam beberapa hal.

Referensi:
Clark, Charles, dan Eleanor Doyle. Advertising and the sales effort dalam "Encyclopedia of Political Economy", Volume 1: A-K., 1999, hal. 3-5. London: Routledge.